Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menghancurkan habitat satwa, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan dan perilaku mereka. Salah satu dampak yang ditemukan peneliti adalah perubahan suara orang utan saat terpapar asap kebakaran. Suara merupakan bagian penting dari komunikasi orang utan, termasuk untuk menyampaikan informasi kepada individu lain.
Ketika asap menyelimuti habitatnya, orang utan dapat mengalami perubahan frekuensi dan karakteristik suara yang dikeluarkan. Temuan ini menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak selalu terlihat secara langsung dari kondisi fisik satwa. Lantas, bagaimana asap karhutla bisa mengubah suara orang utan? Simak penjelasan lengkapnya berikut!
