Kemampuan menghasilkan listrik ternyata tidak hanya muncul pada satu kelompok ikan. Para ilmuwan menemukan kemampuan serupa pada beberapa garis keturunan ikan yang berbeda.
Hal tersebut menunjukkan bahwa organ listrik berkembang secara independen pada beberapa kelompok selama proses evolusi. Dengan kata lain, bukan berarti semua ikan listrik mewarisi satu organ listrik dari satu nenek moyang yang sama.
Salah satu penjelasan utamanya adalah perubahan fungsi jaringan otot. Selama jutaan tahun, jaringan otot tertentu pada nenek moyang ikan tersebut mengalami perubahan sehingga lebih cocok untuk menghasilkan sinyal listrik daripada menghasilkan kontraksi.
Kemampuan tersebut kemudian memberikan keuntungan bagi ikan yang hidup di lingkungan tertentu. Air juga menjadi medium yang cocok untuk menghantarkan sinyal listrik, sehingga kemampuan ini dapat digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Kemampuan ini menjadi salah satu contoh bagaimana evolusi dapat mengubah fungsi suatu struktur tubuh. Bagi beberapa ikan, listrik bukan sekadar hasil sampingan aktivitas tubuh, melainkan alat untuk berburu, bertahan hidup, berkomunikasi, hingga mengenali lingkungan. Jadi, ketika melihat ikan listrik sebagai hewan yang bisa menyetrum, sebenarnya kita sedang melihat salah satu bentuk adaptasi tubuh yang cukup unik di alam.
Referensi
Australian Museum. Diakses pada Oktober 2026. How do Electric Rays produce electricity?
Discover Wildlife. Diakses pada Oktober 2026. This Electric Fish has Half the Voltage of a Taser in Its Tail – Leaving Its Potential Meals and Enemies with Little Chance of Survival
Massive Science. Diakses pada Oktober 2026. How does an Electric Fish Get Its Charge?
Science Insights. Diakses pada Oktober 2026. How Electric Fish Generate and Use Electricity
Scuba. Diakses pada Oktober 2026. How Electric Fish Produce Their Charge