Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Darah Serangga Tidak Berwarna Merah?
Belalang (pexels.com/Hartono)
  • Serangga memiliki sistem peredaran darah terbuka dengan cairan bernama hemolimfa yang mengalir bebas di rongga tubuh dan berfungsi mengedarkan nutrisi serta menjaga pertahanan tubuh.
  • Hemolimfa serangga tidak berwarna merah karena tidak mengandung hemoglobin, melainkan terdiri dari plasma dan hemosit yang warnanya bisa hijau, kuning, atau bening tergantung makanannya.
  • Hemolimfa berperan penting dalam proses pergantian kulit, pergerakan, reproduksi, serta sistem kekebalan serangga melalui tekanan hidrostatik dan aktivitas sel hemosit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu tidak sengaja menginjak belalang atau jangkrik dan memperhatikan tidak ada sedikit pun bercak merah dari tubuhnya? Padahal tubuhnya hancur, namun serangga ini tidak memperlihatkan adanya darah setetespun.

Alih-alih darah merah, justru yang biasanya terlihat adalah cairan berwarna hijau atau kuning, dan terkadang sangat bau menyengat. Tapi, sebenarnya serangga punya darah gak, sih? Kalau iya kenapa mereka tidak mengeluarkan darah merah saat tubuhnya terluka. Untuk menjawab rasa penasaran itu, yuk, simak jawabannya melalui artikel ini!

1. Memahami sistem peredaran darah pada serangga

Jangkrik (pexels.com/Petr)

Serangga memiliki sistem peredaran darah terbuka yang berbeda baik dalam struktur maupun fungsi dari sistem peredaran darah tertutup yang ditemukan pada manusia dan vertebrata lainnya. Sistem peredaran tertutup, darah selalu terkandung di dalam pembuluh, yakni arteri, vena, kapiler, atau kantung. Sementara itu, pada sistem terbuka darah atau disebut hemolimfa menghabiskan sebagian besar waktunya mengalir bebas di dalam rongga tubuh di mana ia melakukan kontak langsung dengan semua jaringan dan organ internal.

Sistem peredaran darah pada serangga bertanggung jawab atas pergerakan nutrisi, garam, hormon, dan limbah metabolisme ke seluruh tubuhnya. Selain itu, sistem ini memainkan peran penting dalam pertahanan, seperti halnya dalam menutup luka melalui reaksi pembekuan, membungkus, dan menghancurkan parasit internal atau penyerang lainnya, dan pada beberapa spesies mampu menghasilkan atau menyimpan senyawa yang tidak enak, yang mana secara tidak langsung memberikan perlindungan terhadap predator.

Adanya sifat hidrolik (cair) darah juga penting. Tekanan hidrostatik yang dihasilkan secara internal oleh kontraksi otot digunakan untuk memfasilitasi penetesan, pergantian kulit, perluasan tubuh dan sayap setelah pergantian kulit, gerakan fisik, reproduksi, dan evaginasi jenis kelenjar eksokrin tertentu. Pada beberapa serangga, darah membantu termogulasi, dapat membantu mendinginkan tubuh dengan menghantarkan panas berlebih dari otot terbang yang aktif atau dapat menghangatkan tubuh dengan mengumpulkan dan mengedarkan panas yang diserap saat berjemur di bawah sinar matahari.

Pembuluh dorsal merupakan komponen struktural utama dari sistem peredaran darah serangga. Tabung ini berbentuk membentang memanjang melalui toraks dan abdomen, di sepanjang bagian dalam dinding tubuh dorsal. Pada sebagian besar serangga, ini adalah struktur membran yang rapuh yang mengumpulkan hemolimfa di abdomen dan mengalirkannya ke depan menuju kepala.

2. Apa warna darah pada serangga?

Serangga (pexels.com/Miguel)

Dilansir Argiculture and Life Sciences, sekitar 90% hemolimfa serangga adalah plasma, yakni cairan encer yang biasanya berwarna hijau, kuning, atau jernih (tergantung pada apa yang dimakan serangga). Dibandingkan dengan darah vertebrata, hemolimfa mengandung konsentrasi asam amino, protein, gula, dan ion anorganik yang relatif tinggi. Serangga yang berhibernasi sering kali menyimpan cukup ribulosa, trehalosa, atau gliserol dalam plasma untuk mencegahnya membeku selama musim dingin yang paling dingin.

10% volume hemolimfa yang tersisa terdiri dari berbagai jenis sel yang dikenal sebagai hemosit. Sel-sel ini terlibat dalam reaksi pembekuan, fagositosis, dan enkapulasi benda asing. Kepadatan hemosit pada serangga dapat berfluktuasi dari kurang dari 25.000 hingga lebih dari 100.000 per milimeter kubik, tetapi ini jauh lebih sedikit daripada 5 juta sel darah merah, 300.000 trombosit, dan 7000 sel darah putih yang ditemukan dalam volume darah manusia. Hemolimfa serangga tidak mengandung hemoglobin (sel darah merah).

Hemoglobin sendiri dapat dikatakan protein berisi zat besi yang tugasnya mengikat oksigen dari paru-paru yang kemudian diantarkan ke seluruh tubuh. Sementara itu, serangga tidak butuh hemoglobin, yang mereka miliki adalah hemolimfa, yang mana tugasnya tidak membawa oksigen seperti hemoglobin. Karena serangga bernapas melalui sistem trakea, udara masuk dari lubang kecil di badannya.

3. Fungsi lain hemolimfa pada serangga

Belalang (pexels.com/🇻🇳🇻🇳Nguyễn)

Bisa dibilang hemolimfa adalah 'darah' versi serangga, bedanya darah ini tidak berwarna merah layaknya darah pada umumnya. Fungsinya pun berbeda dengan darah merah.

Adanya hemolimfa ini berfungsi mengedarkan sari makanan, yang mana sari-sari pada makanan diserap ke hemolimfa. Cairan hemolimfa kemudian terus berputar ke seluruh rongga tubuh dan memberi makan seluruh organ serta sel.

Hemolimfa juga memainkan peran penting dalam hal penetesan, pergantian kulit, reproduksi, dan pergerakan pada serangga. Misalnya, cairan hemolimfa mampu menciptakan tekanan hidrostatik yang mengembangkan sayap kupu-kupu yang baru berganti kulit. Adanya tekanan hidrostatik juga menjelaskan bagaimana seekor jangkrik mampu melompat sangat jauh berkat kakinya.

Dalam hal menjaga sistem kekebalan serangan. Hemolimfa mengandung sel-sel yang disebut hemosit, yang bertugas menelan bakteri dan patogen berbahaya lalu memecahnya sehingga menjadi tidak berbahaya.

Sebagai penutup, sejatinya serangga tidak memiliki darah merah. Namun, serangga memiliki hemolimfa, yakni 'darah' versi serangga yang warnanya hijau, kuning, atau bening. Warna 'darah' ini dipengaruhi oleh makanan yang dimakan serangga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team