Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Serangga Unik yang Mampu Bertahan Hidup di Gurun Panas

7 Serangga Unik yang Mampu Bertahan Hidup di Gurun Panas
ilustrasu gurun (unsplash.com/Adrian Schledorn)
Intinya Sih
  • Beragam serangga gurun memiliki adaptasi luar biasa untuk bertahan di lingkungan ekstrem, seperti menghemat air, beraktivitas malam hari, hingga memanfaatkan kabut sebagai sumber kelembapan.
  • Tiap spesies menunjukkan strategi unik: tawon Pepsis berburu tarantula, kumbang darkling menangkap embun, semut harvester menyimpan biji, dan antlion membuat jebakan pasir efisien.
  • Adaptasi cerdas ini menegaskan keanekaragaman dan ketahanan hidup serangga di gurun panas, membuktikan bahwa kehidupan tetap berkembang meski dalam kondisi paling keras di Bumi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Gurun sering dianggap sebagai tempat yang tandus dan nyaris tidak memiliki kehidupan. Suhu yang sangat panas di siang hari, udara kering, serta minimnya sumber air membuat banyak makhluk hidup sulit bertahan di lingkungan ekstrem ini. Namun, di balik kerasnya kondisi gurun, ada berbagai serangga unik yang justru mampu hidup dan berkembang dengan cara-cara yang luar biasa.

Beberapa serangga gurun memiliki kemampuan khusus untuk menghemat air, menghindari panas, hingga berburu dengan strategi yang sangat efisien. Ada yang memanfaatkan kabut sebagai sumber minum, ada pula yang aktif hanya pada malam hari agar tidak kehilangan cairan tubuh. Adaptasi unik inilah yang membuat serangga-serangga gurun menjadi salah satu contoh terbaik tentang kemampuan makhluk hidup bertahan di alam ekstrem.

1. Tawon Pepsis

Salah satu serangga paling menarik yang hidup di Gurun Sonoran adalah Tawon Pepsis. Tawon besar dan berwarna cerah ini juga disebut Tawon Elang Tarantula. Hal ini karena tawon betina berburu tarantula untuk dimakan larvanya. Setelah tawon menemukan tarantula, ia melumpuhkannya dengan sengatnya. Tawon kemudian akan menyeret tarantula ke dalam liang, dan meletakkan satu telur pada laba-laba yang masih hidup. Ia kemudian akan menutup lubang liang tersebut. Ketika telur menetas, larva akan memakan tarantula. Tawon dewasa memakan nektar dan serbuk sari dari tanaman berbunga.

2. Rayap bawah tanah

Rayap ternyata juga bisa hidup di wilayah gurun, kendati lingkungannya tampak terlalu kering untuk serangga seperti ini. Bahkan, di area yang dipenuhi pasir dan kaktus tanpa banyak pepohonan, rayap bawah tanah tetap mampu berkembang dengan baik. Mereka hidup dengan membuat koloni di dalam tanah, lalu membangun terowongan lumpur untuk mencapai sumber makanan berupa kayu, termasuk bagian rumah manusia. Karena membutuhkan kelembapan untuk bertahan hidup, rayap sering mencari area yang memiliki sumber air.

3. Cicada (Tonggeret gurun)

ilustrasi cicada (pixabay.com/barskefranck)
ilustrasi cicada (pixabay.com/barskefranck)

Beberapa serangga gurun lebih sering terdengar daripada terlihat, dan salah satu yang paling mencolok adalah tonggeret atau cicada. Serangga ini dikenal sebagai salah satu serangga paling berisik di dunia. Saat banyak hewan gurun bersembunyi dari panas terik siang hari, suara nyaring cicada justru menggema dari pepohonan dan semak-semak di sekitar gurun.

Suara melengking tersebut dihasilkan oleh cicada jantan melalui membran khusus di kedua sisi tubuhnya. Ketika membran itu bergetar, terciptalah bunyi bernada tinggi seperti siulan keras yang digunakan untuk menarik perhatian betina.

Setelah kawin, cicada betina akan menyisipkan telur-telurnya ke batang tanaman atau semak. Ketika menetas, anak cicada yang disebut nimfa akan jatuh ke tanah lalu menggali masuk ke dalamnya. Nimfa memiliki bentuk mirip cicada dewasa, tetapi belum memiliki sayap sempurna.

Di bawah tanah, nimfa hidup selama bertahun-tahun sambil mengisap cairan dari akar tanaman. Selama masa pertumbuhan, mereka akan beberapa kali berganti kulit. Setelah waktunya tiba, nimfa keluar dari tanah, memanjat tanaman, lalu mengalami pergantian kulit terakhir hingga berubah menjadi cicada dewasa bersayap.

Begitu menjadi dewasa, cicada akhirnya bisa terbang untuk pertama kalinya. Cicada jantan kemudian akan bergabung dengan yang lain menghasilkan suara keras khas gurun yang sangat mudah dikenali. Suara ini menjadi salah satu ciri paling ikonik dari kehidupan serangga di wilayah gurun.

4. Kumbang darkling

Kumbang darkling yang hidup di Gurun Namib punya cara unik untuk bertahan di lingkungan super kering. Mereka melakukan posisi seperti headstand atau berdiri dengan kepala menunduk agar embun kabut menempel di punggungnya. Tetesan air itu lalu mengalir langsung ke mulut mereka. Dengan trik ini, kumbang darkling bisa memperoleh kelembapan hingga sekitar 40 persen dari berat tubuhnya hanya dari udara.

Tubuh mereka juga dilapisi eksoskeleton berlilin yang membantu mencegah penguapan air. Saat suhu gurun sedang sangat panas, kumbang ini memilih bersembunyi di tempat teduh daripada menggali tanah. Meski tidak bisa terbang, mereka termasuk serangga yang bergerak sangat cepat, sehingga lebih mudah kabur dari predator.

5. Semut harvester

Semut harvester seperti Veromessor pergandei menjadi salah satu penghuni paling dominan di Gurun Sonora yang panas dan kering. Mereka ahli mengumpulkan biji-bijian menggunakan struktur khusus di kepala yang disebut psammophore, semacam sisir kecil untuk menyaring pasir saat mencari makanan.

Biji-bijian yang ditemukan kemudian disimpan dalam jumlah besar di sarang bawah tanah sebagai cadangan makanan. Menariknya, koloni semut ini mampu mengatur waktu mencari makan berdasarkan suhu dan ketersediaan biji agar tubuh mereka tidak kehilangan terlalu banyak air.

Peran mereka juga penting bagi ekosistem gurun. Karena lebih sering mengambil jenis biji tertentu, semut harvester ikut memengaruhi tumbuhan apa saja yang bisa tumbuh di wilayah tersebut.

6. Antlion

Seekor antlion berwarna cokelat dengan antena panjang berdiri di tepi daun hijau dengan latar belakang buram berwarna hijau.
ilustrasi antlion (pixabay.com/samue lstone)

Antlion terkenal karena jebakan pasir berbentuk corong yang mereka buat di tanah gurun yang gembur. Larva antlion akan bersembunyi di dasar lubang dengan rahang terbuka, menunggu semut atau serangga lain tergelincir masuk akibat getaran di pasir.

Jika mangsa mencoba kabur, larva akan melemparkan pasir agar korbannya semakin jatuh ke tengah perangkap. Setelah tertangkap, antlion menyuntikkan enzim yang melarutkan bagian dalam tubuh mangsa sebelum mengisap cairannya. Cara berburu pasif seperti ini membantu mereka menghemat energi dan air di lingkungan yang sangat kering.

Saat dewasa, antlion berubah menjadi serangga bersayap yang mirip capung. Namun, mereka lebih aktif pada malam hari untuk menghindari panas gurun di siang hari.

7. Ngengat white-lined sphinx

Ngengat white-lined sphinx atau yang memiliki nama ilmiah Hyles lineata termasuk salah satu serangga terbang terbesar di gurun Amerika Utara, dengan bentang sayap mencapai sekitar 12 sentimeter. Saat mencari nektar, mereka bisa melayang di udara seperti burung kolibri sambil mengisap sari bunga yang mekar pada malam hari.

Larvanya akan memakan tanaman gurun dengan sangat rakus setelah musim hujan datang, lalu tumbuh cepat sebelum berubah menjadi pupa di bawah tanah untuk bertahan melewati musim kering.

Karena aktif di malam hari, ngengat ini dapat menghindari suhu gurun yang ekstrem. Indra mereka yang tajam juga membantu menemukan bunga-bunga yang jumlahnya sedikit di tengah hamparan gurun yang luas.

Meski hidup di tempat yang panas, kering, dan tampak tidak ramah bagi kehidupan, serangga-serangga gurun membuktikan bahwa alam selalu punya cara luar biasa untuk beradaptasi. Dari mengumpulkan air lewat kabut hingga membuat jebakan pasir yang cerdik, setiap spesies memiliki strategi unik agar bisa bertahan hidup. Kemampuan mereka ini bukan hanya menarik untuk dipelajari, tetapi juga menunjukkan betapa menakjubkannya keanekaragaman makhluk hidup di Bumi.

Referensi

Arizona Paths. Diakses pada Mei 2026. Insect Biodiversity of the Sonoran Desert: From Beetles to Butterflies
Arrow Exterminators. Diakses pada Mei 2026. Humid and Desert Pests: Curb Your Climate’s Critter
Cactus Garden. Diakses pada Mei 2026. Desert Insects, Arachnids & Other Many-Legged Creatures
Desert USA. Diakses pada Mei 2026. Insects & Spiders in the Desert Biome
European Space Agency. Diakses pada Mei 2026. Namib Desert Beetles as Bioinspiration for Planetary Exploration

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More