Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengenal Mata Majemuk, Sistem Penglihatan Canggih pada Serangga

Mengenal Mata Majemuk, Sistem Penglihatan Canggih pada Serangga
ilustrasi capung (unsplash.com/Yousif Younis)
Intinya Sih
  • Mata majemuk serangga tersusun dari ribuan ommatidia yang bekerja seperti lensa mini, menghasilkan pandangan hampir 360 derajat dan sangat peka terhadap gerakan di sekitar mereka.
  • Otak serangga menggabungkan sinyal dari seluruh ommatidia menjadi satu tampilan utuh, memungkinkan deteksi gerakan cepat meski ketajaman visualnya lebih rendah dibanding manusia.
  • Beberapa serangga mampu melihat cahaya ultraviolet dan beradaptasi secara evolusioner sesuai lingkungan, menjadikan sistem penglihatan mereka efisien untuk bertahan hidup dan berburu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kalau diperhatikan lebih dekat, mata serangga memiliki bentuk yang berbeda dari mata manusia. Banyak serangga memiliki mata majemuk, yaitu mata yang tersusun dari ribuan unit kecil bernama ommatidia. Setiap unit bekerja seperti lensa mini yang menangkap bagian kecil dari lingkungan sekitar. Otak serangga kemudian menggabungkan semua informasi itu menjadi satu gambar besar. Hasilnya mungkin tidak setajam penglihatan manusia, tetapi sangat efektif untuk mendeteksi gerakan dan perubahan di sekitar mereka dengan cepat.

Kemampuan ini menjadi salah satu alasan kenapa serangga bisa bertahan hidup di alam liar. Lalat, misalnya, mampu merespons gerakan tangan manusia hanya dalam sepersekian detik sehingga sulit ditangkap. Sementara itu, capung mempunyai penglihatan hampir 360 derajat yang membantu mereka berburu mangsa saat terbang. Bahkan, ada serangga tertentu yang dapat melihat cahaya ultraviolet yang tidak terlihat oleh manusia. Fakta-fakta unik ini menunjukkan bahwa penglihatan majemuk bukan sekadar bentuk mata yang aneh, melainkan sistem visual canggih yang telah berevolusi selama jutaan tahun.

1. Struktur mata serangga

Serangga umumnya memiliki dua jenis mata: mata tunggal (ocelli) dan mata majemuk (compound eyes). Mata majemuk terdiri dari ribuan unit kecil bernama ommatidia, masing-masing dilengkapi lensa segi enam dan sel sensorik. Ommatidia ini menangkap cahaya dari sudut berbeda, membentuk pandangan panorama hampir 360 derajat.

Gambar close-up mata majemuk menunjukkan pola heksagonal ommatidia yang khas, memungkinkan deteksi gerakan cepat. Mata tunggal lebih sederhana, hanya mendeteksi intensitas cahaya untuk orientasi, sementara mata majemuk unggul dalam resolusi dan persepsi warna.

2. Cara kerja penglihatan majemuk

Berbeda dengan gambaran di film yang sering menunjukkan serangga melihat dunia sebagai ratusan gambar kecil terpisah, sebenarnya otak serangga menggabungkan sinyal dari seluruh ommatidia menjadi satu tampilan utuh seperti mosaik. Jadi, semut tetap melihat satu buah roti dan lebah tetap melihat satu sarang, bukan kumpulan gambar yang membingungkan.

Setiap ommatidium menangkap cahaya dari titik tertentu di sekitar serangga. Semua informasi itu kemudian disatukan sehingga menghasilkan penglihatan dengan kontras yang baik, meski tidak setajam penglihatan manusia. Namun, sistem ini sangat peka terhadap gerakan, sehingga membantu serangga mendeteksi predator, menghindari bahaya, atau menangkap mangsa dengan cepat.

3. Bisa melihat warna yang tak terlihat oleh manusia

honey-bee-8196854_1920.jpg
ilustrasi lebah (pixabay.com/Jon Pauling)

Beberapa serangga memiliki kemampuan melihat warna dengan cara yang sangat berbeda dari manusia. Lebah, misalnya, sama-sama memiliki tiga reseptor warna seperti manusia, tetapi spektrum penglihatannya bergeser ke ultraviolet (UV). Akibatnya, lebah tidak dapat melihat warna merah dengan jelas, tetapi justru mampu menangkap pola UV pada bunga yang sama sekali tidak terlihat oleh mata manusia. Pola tersembunyi itu membantu mereka menemukan nektar dan mempercepat proses penyerbukan.

Kemampuan ini juga dimanfaatkan oleh serangga lain untuk bertahan hidup. Kupu-kupu monarki menggunakan cahaya ultraviolet sebagai salah satu petunjuk navigasi saat bermigrasi ribuan kilometer. Di sisi lain, ada pula serangga yang hanya memiliki dua reseptor warna sehingga kemampuan melihat warnanya lebih terbatas. Perbedaan ini menunjukkan bahwa penglihatan serangga terus berevolusi menyesuaikan lingkungan, mulai dari hutan gelap hingga area terbuka yang penuh cahaya.

4. Adaptasi evolusi mata serangga

Mata majemuk serangga berkembang dalam berbagai bentuk dan ukuran sesuai kebutuhan hidup masing-masing spesies. Lalat memiliki sekitar 4.000 ommatidia, sedangkan capung bisa mempunyai hingga 30.000 ommatidia yang membuat penglihatannya sangat tajam terhadap gerakan. Para peneliti percaya bahwa perbedaan ini dipengaruhi faktor genetik dan cara otak memproses informasi visual.

Serangga nokturnal umumnya memiliki ommatidia berukuran lebih besar agar lebih sensitif terhadap cahaya redup. Sebaliknya, serangga yang aktif di siang hari lebih mengandalkan kecepatan respons visual. Adaptasi inilah yang memungkinkan munculnya perilaku kompleks, seperti tarian lebah untuk memberi tahu lokasi makanan atau kemampuan capung berburu mangsa di udara dengan presisi tinggi.

5. Keunggulan dan keterbatasan penglihatan serangga

Walau tidak setajam mata manusia, penglihatan serangga memiliki keunggulan luar biasa. Banyak serangga mampu mendeteksi polarisasi cahaya untuk membantu navigasi, bahkan saat cuaca mendung. Kemampuan ini hampir tidak dimiliki manusia. Namun, karena resolusinya relatif rendah, serangga kesulitan melihat detail kecil secara jelas.

Selain itu, serangga tidak melihat dunia sebagai ribuan gambar terpisah. Otak mereka justru mengolah seluruh sinyal visual menjadi satu tampilan yang utuh dan efisien. Pemahaman tentang sistem ini kini menginspirasi perkembangan teknologi bionik, termasuk kamera mikro dan robot dengan sistem navigasi canggih.

Pada akhirnya, mata majemuk serangga membuktikan bahwa ukuran kecil bukan berarti kemampuan sederhana. Di balik tubuh mungil mereka, terdapat sistem penglihatan hasil evolusi jutaan tahun yang membantu serangga bertahan, berburu, hingga mendominasi berbagai ekosistem di Bumi.

Referensi 

Arizona State University. Diakses pada Mei 2026. Do Insects Really See Hundreds of Tiny Identical Images?
Durham University. Diakses pada Mei 2026. Looking Across The Gap: Understanding The Evolution of Eyes And Vision Among Insects
Indiana Public Media. Diakses pada Mei 2026. Insect Color Vision
Scientific American. Diakses pada Mei 2026. The Multiple Eyes of Insects

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More