Ikan sapu-sapu memiliki kebiasaan membuat lubang atau sarang di tepi sungai untuk berkembang biak. Jika jumlahnya banyak, lubang-lubang ini bisa membentuk koloni besar yang melemahkan struktur tanah di sekitar tepi sungai. Alhasil, tebing menjadi lebih mudah longsor, terutama saat hujan deras atau arus air meningkat.
Erosi ini tidak hanya merusak lingkungan fisik, tetapi juga meningkatkan jumlah sedimen di dalam air. Sedimentasi yang tinggi bisa menutup habitat dasar, mengganggu kehidupan organisme air, dan memperparah kekeruhan. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa mengubah bentuk dan karakteristik sungai itu sendiri.
Melihat berbagai dampaknya, kenapa ikan sapu-sapu merusak ekosistem tak lagi jadi hal yang bisa diabaikan. Kehadirannya bisa merusak lingkungan dan mengancam keberlangsungan ikan lokal.
Kenapa ikan sapu-sapu merusak ekosistem? | Karena mereka mengganggu rantai makanan, merusak habitat, dan mengalahkan ikan lokal dalam mencari makan. |
Apakah ikan sapu-sapu berbahaya bagi ikan lain? | Ya, mereka bisa memakan telur dan larva ikan lain serta bersaing memperebutkan makanan. |
Kenapa ikan sapu-sapu cepat berkembang biak? | Ikan ini tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan dan memiliki tingkat reproduksi yang tinggi. |
Referensi
Islam, Md Jakiul, Esrat Jahan Essu, Md. Forhad Hossain, Md. Ariful Islam, Sumit Kumer Paul, Md Afsar Ahmed Sumon, Mohammad Abu Jafor Bapary, and Hien Van Doan. “Can Invasive Suckermouth Catfish, Hypostomus Plecostomus , Be Used as Fishmeal? A Potential Solution to Eradicate It From the Buriganga River, Bangladesh.” Aquaculture Fish and Fisheries 6, no. 2 (March 23, 2026).
Killgore, K. Jack, Alfred F. Cofrancesco Jr, Jan Jeffrey Hoover, Environmental Laboratory, and Aquatic Nuisance Species Research Program. “Suckermouth Catfishes: Threats to Aquatic Ecosystems of the United States?,” February 1, 2004.