Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Bahaya Ikan Sapu-Sapu Jika Dikonsumsi, Ini Risikonya

5 Bahaya Ikan Sapu-Sapu Jika Dikonsumsi, Ini Risikonya
ilustrasi ikan sapu-sapu (unsplash.com/Vaibhav Pixels/
Intinya Sih
  • Ikan sapu-sapu hidup di perairan tercemar sehingga berisiko membawa bakteri, parasit, dan zat beracun yang dapat memicu gangguan pencernaan.

  • Limbah industri dan pertanian membuat ikan ini menyerap bahan kimia berbahaya seperti pestisida yang bisa menyebabkan kerusakan organ dan penyakit kronis bila dikonsumsi terus-menerus.

  • Kandungan logam berat seperti merkuri dan kadmium pada ikan sapu-sapu dari sungai tercemar melebihi batas aman sehingga otoritas menegaskan ikan tersebut tidak layak dikonsumsi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ikan sapu-sapu merupakan jenis ikan air tawar yang dikenal mampu bertahan di lingkungan kurang bersih. Mengingat populasinya sangat melimpah, tidak sedikit orang mulai melirik ikan ini sebagai alternatif bahan konsumsi. Namun, di balik itu, tersimpan risiko serius terkait keamanan pangan yang sering kali diabaikan.

Perlu diketahui, ada berbagai bahaya ikan sapu-sapu jika dikonsumsi, mulai dari risiko keracunan, paparan logam berat, hingga kemungkinan membawa parasit dan bakteri. Kondisi ini berkaitan erat dengan habitatnya yang cenderung berada di wilayah tercemar. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Table of Content

Bahaya ikan sapu-sapu jika dikonsumsi

Bahaya ikan sapu-sapu jika dikonsumsi

Meski sering dianggap bisa dimanfaatkan, ikan sapu-sapu faktanya menyimpan berbagai risiko kesehatan jika dikonsumsi. Itu bisa terjadi jika ikan ini hidup di perairan tercemar. Ikan ini berpotensi menyerap zat berbahaya yang bisa berdampak pada kesehatan. Berikut beberapa risiko kesehatan akibat konsumsi ikan sapu-sapu yang perlu kamu ketahui.

1. Risiko gangguan pencernaan akibat kontaminasi

Ikan sapu-sapu sering hidup di perairan yang kualitasnya buruk, seperti sungai yang tercemar limbah. Lingkungan ini membuat ikan rentan menyerap berbagai zat berbahaya, mulai dari bakteri hingga senyawa beracun. Saat ikan tersebut dikonsumsi, zat-zat ini bisa masuk ke dalam tubuh dan memicu gangguan pencernaan.

Gejala yang muncul biasanya berupa mual, muntah, sakit perut, hingga diare. Kondisi ini sering dianggap sebagai keracunan makanan ringan, padahal penyebabnya bisa berasal dari akumulasi zat berbahaya dalam tubuh ikan. Semakin sering dikonsumsi, risiko gangguan kesehatan juga bisa makin meningkat.

2. Reaksi alergi karena zat asing dalam tubuh ikan

Selain gangguan pencernaan, ikan sapu-sapu juga berpotensi menimbulkan reaksi alergi. Hal ini terjadi karena adanya zat asing atau kontaminan yang masuk ke dalam tubuh ikan selama hidup di lingkungan tercemar. Saat dikonsumsi, tubuh manusia bisa menganggap zat tersebut sebagai ancaman.

Akibatnya, sistem imun akan bereaksi dan memunculkan gejala seperti gatal-gatal, ruam kulit, hingga gangguan pencernaan. Pada beberapa orang, reaksi ini bisa muncul meskipun sebelumnya tidak memiliki alergi terhadap ikan. Ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan ikan sangat berpengaruh terhadap keamanannya.

3. Paparan bahan kimia dari limbah lingkungan

 Bahaya Ikan Sapu-Sapu Jika Dikonsumsi
ilustrasi ikan sapu-sapu (commons.wikimedia.org/NasserHalaweh/CC BY-SA 4.0)

Perairan yang menjadi habitat ikan sapu-sapu sering kali mengandung limbah industri dan pertanian. Zat seperti pestisida dan bahan kimia berbahaya lainnya dapat larut dalam air dan secara perlahan terserap ke dalam tubuh ikan melalui makanan dan lingkungan sekitarnya.

Ketika ikan tersebut dikonsumsi, zat kimia ini ikut masuk ke dalam tubuh manusia. Dalam jangka panjang, paparan bahan kimia bisa berdampak pada kesehatan, seperti gangguan organ hingga peningkatan risiko penyakit kronis. Karena itu, kualitas lingkungan hidup ikan menjadi hal penting yang tidak bisa diabaikan.

4. Ancaman parasit yang tidak terlihat

Ikan sapu-sapu juga berpotensi membawa parasit seperti cacing yang bisa menginfeksi manusia. Parasit ini biasanya hidup di dalam tubuh ikan tanpa terlihat secara kasat mata sehingga sulit dideteksi sebelum dikonsumsi.

Jika proses pengolahan tidak dilakukan dengan benar, terutama ikan tidak dimasak hingga matang sempurna, parasit tersebut bisa masuk ke dalam tubuh manusia. Dampaknya bisa berupa gangguan pencernaan hingga infeksi yang lebih serius, tergantung jenis parasit yang terbawa.

5. Bahaya logam berat yang mengendap dalam tubuh

Salah satu risiko paling serius dari konsumsi ikan sapu-sapu adalah kandungan logam berat seperti merkuri, kadmium, dan seng. Beberapa studi menunjukkan bahwa ikan dapat menyerap logam berat dari air, sedimen, serta makanan di sekitarnya sehingga berpotensi menjadi perantara masuknya zat berbahaya ke dalam tubuh manusia.

Penelitian juga menemukan bahwa kadar logam berat pada ikan sapu-sapu di beberapa wilayah bahkan melebihi batas aman. Jika dikonsumsi secara terus-menerus, zat ini dapat berdampak pada kesehatan, seperti kerusakan organ hingga gangguan sistem saraf. Padahal ikan sapu-sapu sebenarnya memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dengan lemak rendah. Namun, manfaat tersebut bisa tertutupi jika ikan berasal dari perairan yang tercemar.

Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan Hasudungan A. Sidabalok, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, yang menegaskan bahwa ikan sapu-sapu dari perairan tercemar seperti Sungai Ciliwung tidak layak dikonsumsi. Ia menyebutkan bahwa ikan dari lingkungan tersebut berpotensi mengandung logam berat, bakteri patogen, dan parasit yang berbahaya bagi manusia.

Melihat berbagai risikonya, bahaya ikan sapu-sapu jika dikonsumsi tidak bisa dianggap sepele. Mulai dari keracunan hingga paparan logam berat, bisa berdampak pada kesehatan, bahkan dalam jangka panjang. Karena itu, sebaiknya menghindarinya dan memilih sumber makanan lebih aman, ya.

FAQ seputar bahaya ikan sapu-sapu jika dikonsumsi

Apakah ikan sapu-sapu aman untuk dikonsumsi?

Tidak sepenuhnya aman, terutama jika berasal dari perairan tercemar karena berisiko mengandung zat berbahaya.

Apa saja risiko kesehatan dari makan ikan sapu-sapu?

Risikonya meliputi keracunan makanan, alergi, infeksi parasit, hingga paparan logam berat.

Kenapa ikan sapu-sapu bisa berbahaya?

Karena ikan ini hidup di lingkungan kotor sehingga mudah menyerap limbah, bahan kimia, dan bakteri.

Referensi

"5 Bahaya Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu: Berpotensi Keracunan hingga Kontaminasi Logam Berat". RSUD Teungku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya. Diakses April 2026.
"Marine Experts Warn Consumers Against Eating Suckermouth Catfish". The Straits Times. Diakses April 2026.
Awal, Md. Rabiul, Md. Moniruzzaman, Md. Nazmul Hossen, Al- Amin, Md. Abu Said, Md. Saiful Islam, and Md. Ashikur Rahman. “Nutrient profile and heavy metals content of an exotic fish Hypostomus plecostomus in Bangladesh: Health risk assessment.” Aquatic Invertebrates and Ecosystem Research 01, no. 01 (December 10, 2024): 14–20.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Health

See More