Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Kucing Mendengkur Saat Sakit?
ilustrasi kucing (pexels.com/Aleksandar Cvetanovic)
  • Dengkuran kucing bukan hanya tanda kenyamanan, tapi juga reaksi alami tubuh saat sakit untuk menjaga keseimbangan saraf, napas, dan energi internal.
  • Getaran dengkuran berfrekuensi rendah membantu mempercepat regenerasi sel dan perbaikan jaringan seperti otot, tulang, serta kulit.
  • Dengkuran turut menekan sinyal nyeri dan berfungsi sebagai mekanisme perlindungan agar tubuh kucing tetap stabil meski sedang tidak sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kucing dikenal sering mendengkur saat tidur atau dibelai, tetapi suara yang sama juga bisa muncul ketika tubuhnya tidak sehat. Hal ini terjadi karena dengkuran berkaitan langsung dengan cara tubuh kucing mengatur saraf, napas, serta peredaran energi di dalam organ. Banyak orang mengira dengkuran selalu berarti kucing merasa nyaman, padahal fungsinya jauh lebih kompleks.

Dalam beberapa kondisi, suara ini justru menandakan tubuh sedang bekerja keras menyesuaikan diri dengan rasa tidak nyaman. Berikut penjelasan yang membantu memahami fenomena ini secara lebih jelas.

1. Otak mengirim sinyal berulang ke otot pita suara

ilustrasi kucing (pexels.com/Vyacheslav Bobin)

Dengkuran muncul karena otak mengirimkan sinyal listrik kecil secara terus-menerus ke otot di sekitar pita suara kucing. Sinyal ini membuat pita suara membuka dan menutup sangat cepat saat kucing menarik dan menghembuskan napas. Getaran yang dihasilkan dari gerakan cepat tersebut menciptakan suara dengkuran yang terdengar stabil. Proses ini berlangsung otomatis tanpa perlu disadari oleh kucing.

Saat kucing merasa sakit, otak tetap mengirimkan pola sinyal yang sama karena sistem sarafnya berusaha menjaga kondisi tubuh tetap seimbang. Aktivitas saraf tersebut tidak hanya muncul ketika kucing merasa nyaman, tetapi juga ketika tubuh sedang mengalami gangguan. Akibatnya, dengkuran tetap terdengar meskipun kucing sedang terluka atau demam. Dalam situasi ini, suara dengkuran lebih berkaitan dengan pengaturan fungsi tubuh daripada ekspresi rasa senang.

2. Getaran dengkuran merangsang perbaikan sel tubuh

ilustrasi kucing (pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫)

Dengkuran menghasilkan getaran dengan frekuensi rendah yang dapat menyebar ke jaringan tubuh kucing. Getaran ini mampu merangsang aktivitas sel yang berperan dalam memperbaiki jaringan, terutama pada tulang, otot, dan kulit. Efeknya mirip pijatan sangat halus yang terjadi dari dalam tubuh. Karena itu, kucing yang mengalami luka sering tetap mendengkur dalam waktu lama.

Saat tubuh mengalami kerusakan jaringan, sel membutuhkan rangsangan agar proses perbaikan berjalan lebih cepat. Getaran dari dengkuran membantu menjaga sel tetap aktif sehingga regenerasi berlangsung lebih efisien. Mekanisme ini menjadi salah satu alasan kucing dikenal mampu pulih lebih cepat dibandingkan beberapa hewan lain. Dengkuran dalam kondisi sakit bukan kebetulan, melainkan bagian dari sistem pemulihan alami.

3. Getaran dengkuran menghambat jalur sinyal nyeri

ilustrasi kucing (pexels.com/Busalpa Ernest)

Rasa sakit pada kucing dikirim ke otak melalui jalur saraf tertentu. Getaran dengkuran dapat memengaruhi jalur tersebut sehingga sinyal nyeri tidak sampai dengan kekuatan penuh. Akibatnya, sensasi sakit yang dirasakan kucing menjadi lebih ringan. Efek ini terjadi karena getaran mampu mengganggu transmisi impuls pada saraf.

Ketika kucing terluka, tubuhnya otomatis mengaktifkan mekanisme untuk mengurangi rasa sakit agar tetap bisa bergerak dan bertahan. Dengkuran menjadi salah satu cara tubuh menekan intensitas sinyal nyeri tersebut. Itulah sebabnya kucing yang tampak kesakitan sering tetap mendengkur dengan volume yang cukup jelas. Suara ini bukan tanda bahwa rasa sakit hilang, tetapi bagian dari sistem pengendalian nyeri.

4. Sistem saraf menggunakan dengkuran sebagai mekanisme perlindungan

Dengkuran juga berkaitan dengan bagian otak yang mengatur refleks perlindungan tubuh. Ketika tubuh mendeteksi gangguan, sistem saraf dapat memicu dengkuran sebagai bentuk reaksi otomatis. Aktivasi ini terjadi bersamaan dengan proses yang menjaga keseimbangan suhu, tekanan darah, dan metabolisme. Dengan cara ini, tubuh tetap dapat berfungsi meski sedang mengalami masalah.

Pada kucing yang sakit, mekanisme perlindungan tersebut bekerja lebih aktif. Dengkuran menjadi salah satu tanda bahwa tubuh sedang menyesuaikan diri untuk mempertahankan kondisi internal. Suara ini membantu menjaga kestabilan berbagai fungsi dasar agar tidak menurun secara drastis.

Dengkuran kucing ternyata memiliki fungsi penting dalam menjaga tubuh tetap bekerja ketika menghadapi gangguan. Getaran yang dihasilkan membantu mengatur saraf, meredakan nyeri, serta mendukung proses perbaikan jaringan secara bersamaan. Memahami hal ini membuat pemilik kucing tidak lagi salah menafsirkan suara dengkuran.

Referensi:

"Why Do Cats Purr? 5 Meanings Behind a Purring Cat" petMD. Diakses pada Februari 2026

"Why Do Cats Purr" Boston Veterinary. Diakses pada Februari 2026

"Why Do Cats Purr? The Fascinating Science Behind Your Feline Friend's Most Soothing Sound" Petfolk. Diakses pada Februari 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team