Dengkuran juga berkaitan dengan bagian otak yang mengatur refleks perlindungan tubuh. Ketika tubuh mendeteksi gangguan, sistem saraf dapat memicu dengkuran sebagai bentuk reaksi otomatis. Aktivasi ini terjadi bersamaan dengan proses yang menjaga keseimbangan suhu, tekanan darah, dan metabolisme. Dengan cara ini, tubuh tetap dapat berfungsi meski sedang mengalami masalah.
Pada kucing yang sakit, mekanisme perlindungan tersebut bekerja lebih aktif. Dengkuran menjadi salah satu tanda bahwa tubuh sedang menyesuaikan diri untuk mempertahankan kondisi internal. Suara ini membantu menjaga kestabilan berbagai fungsi dasar agar tidak menurun secara drastis.
Dengkuran kucing ternyata memiliki fungsi penting dalam menjaga tubuh tetap bekerja ketika menghadapi gangguan. Getaran yang dihasilkan membantu mengatur saraf, meredakan nyeri, serta mendukung proses perbaikan jaringan secara bersamaan. Memahami hal ini membuat pemilik kucing tidak lagi salah menafsirkan suara dengkuran.
Referensi:
"Why Do Cats Purr? 5 Meanings Behind a Purring Cat" petMD. Diakses pada Februari 2026
"Why Do Cats Purr" Boston Veterinary. Diakses pada Februari 2026
"Why Do Cats Purr? The Fascinating Science Behind Your Feline Friend's Most Soothing Sound" Petfolk. Diakses pada Februari 2026