Referensi:
"Cat Love Bites: Why They Happen and How To Respond" PetMD. Diakses pada Februari 2026
"Why Is My Cat Biting Me When I Pet Her? Understand Petting Aggression" The Spruce Pets. Diakses pada Februari 2026
"Why do some cats suddenly bite while being pet? By Katelyn Schutz, CPDT" Wincosin Pet Care. Diakses pada Februari 2026
Mengapa Kucing Sering Menggigit saat Dibelai?

Sistem saraf kucing memproses sentuhan sangat cepat
Folikel bulu kucing berfungsi sebagai sensor gerakan
Otot kulit kucing bereaksi otomatis terhadap rangsangan
Kucing dikenal sebagai hewan yang tampak tenang ketika dielus, tetapi tidak jarang tiba-tiba menggigit tanpa peringatan yang jelas. Perilaku ini sering disalahartikan sebagai tanda marah, padahal berkaitan dengan cara kerja tubuh serta sistem sarafnya.
Saat dibelai, rangsangan pada kulit kucing diproses sangat cepat melalui jaringan sensorik yang jauh lebih peka dibandingkan dengan banyak mamalia lain. Kondisi itulah yang membuat reaksi menggigit bisa muncul dalam situasi yang terlihat baik-baik saja. Lantas, kenapa kucing sering menggigit saat dibelai? Untuk memahaminya lebih dalam, berikut penjelasannya.
1. Sistem saraf kucing memproses sentuhan sangat cepat

Kulit kucing memiliki titik peka sentuhan yang jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan kulit manusia. Saat tangan menyentuh bulu, sinyal langsung melaju ke otak dalam waktu sangat singkat. Pada awal belaian, sinyal ini terbaca sebagai rasa nyaman sehingga kucing tampak santai. Namun, ketika sentuhan dilakukan terus-menerus tanpa jeda, titik peka tersebut mulai lelah menerima rangsangan.
Ketika sudah terlalu banyak rangsangan, otak kucing mulai membaca sentuhan sebagai sesuatu yang mengganggu. Kondisi ini mirip dengan telinga manusia yang tidak tahan mendengar suara berulang dalam waktu lama. Gigitan menjadi cara paling cepat bagi tubuh kucing untuk menghentikan rangsangan yang berlebihan. Itulah sebabnya kucing bisa menggigit justru setelah terlihat menikmati belaian.
2. Folikel bulu kucing berfungsi sebagai sensor gerakan

Setiap bulu kucing tumbuh dari kantong kecil di kulit yang terhubung dengan ujung saraf. Kantong ini bekerja seperti alat pendeteksi getaran yang sangat halus. Bahkan perubahan tekanan ringan pada bulu dapat langsung terdeteksi oleh tubuh kucing. Saat dibelai, banyak bulu menerima tekanan bersamaan sehingga sinyal yang masuk ke otak juga sangat banyak.
Jika tekanan itu terjadi berulang di titik yang sama, tubuh kucing mulai menganggapnya sebagai gangguan fisik. Bagian punggung bawah dan pangkal ekor termasuk area paling sensitif karena kepadatan sensor bulunya tinggi. Ketika area ini terus disentuh, gigitan muncul sebagai cara menghentikan tekanan. Reaksi ini lebih mirip refleks tubuh daripada tanda marah.
3. Otot kulit kucing bereaksi otomatis terhadap rangsangan

Di bawah kulit kucing terdapat lapisan otot tipis yang membuat kulitnya bisa bergerak sendiri. Gerakan ini sering terlihat saat bulu kucing berkedut seperti bergelombang. Kedutan tersebut sebenarnya tanda bahwa tubuh sedang mencoba mengurangi rangsangan dari luar. Semakin lama belaian berlangsung, otot kulit akan berkontraksi lebih sering.
Jika rangsangan tidak berhenti, kontraksi itu dapat memicu reaksi lanjutan berupa gigitan. Mekanismenya mirip refleks menarik tangan saat menyentuh permukaan panas. Tubuh kucing berusaha menghentikan rangsangan secepat mungkin agar kembali nyaman. Karena prosesnya terjadi sangat cepat, gigitan sering terlihat muncul tiba-tiba.
4. Otak kucing membedakan sentuhan ramah dan tekanan

Otak kucing mampu membedakan sentuhan yang terasa seperti perawatan alami dan sentuhan yang hanya berupa tekanan fisik. Pada awal belaian, otak menganggap sentuhan sebagai tanda aman karena mirip dengan jilatan sesama kucing. Namun, jika sentuhan berlangsung terlalu lama, sinyal yang masuk berubah menjadi sekadar tekanan pada kulit.
Ketika perubahan ini terjadi, otak memicu refleks untuk menghentikan rangsangan tersebut. Prosesnya berlangsung tanpa tanda jelas sehingga manusia sulit menyadarinya. Itulah alasan kucing bisa tampak santai beberapa detik sebelumnya, lalu tiba-tiba menggigit. Perubahan ini bukan soal suasana hati, melainkan cara otak membaca jenis sentuhan.
5. Sistem refleks kucing dirancang untuk reaksi sangat cepat

Tubuh kucing memiliki jalur saraf pendek yang memungkinkan gerakan terjadi hampir tanpa jeda. Jalur ini bekerja seperti tombol darurat yang langsung mengirim perintah ke otot. Saat rangsangan sentuhan melewati batas nyaman, jalur ini aktif lebih dulu sebelum otak memproses detailnya. Gigitan muncul sebagai reaksi instan untuk menghentikan rangsangan.
Karena jalurnya sangat singkat, gerakan tersebut tampak spontan dan mendadak. Proses ini disebut reflex arc, yaitu jalur cepat antara saraf dan otot. Mekanisme ini membantu kucing bereaksi cepat terhadap gangguan fisik di sekitarnya. Dalam konteks belaian, gigitan hanyalah bentuk perlindungan tubuh dari rangsangan berlebih.
Kucing sering menggigit saat dibelai, bukan berarti dirinya berubah galak, melainkan karena tubuhnya menerima rangsangan sentuhan yang sudah melewati ambang nyaman. Sistem saraf, folikel bulu, serta refleks otot bekerja sangat cepat sehingga reaksi menghentikan sentuhan bisa muncul tiba-tiba. Dengan memahami hal itu, semoga kamu gak salah kira dengan respons kucing, ya!

















