Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Langit di Mars Tidak Berwarna Biru?
ilustrasi planet Mars (unsplash.com/Daniele Colucci)
  • Langit Mars tampak kecokelatan hingga merah muda karena atmosfernya sangat tipis dan dipenuhi debu halus, berbeda dengan langit biru di Bumi yang disebabkan hamburan Rayleigh.
  • Debu Mars yang kaya besi oksida menyerap serta menyebarkan cahaya Matahari sehingga warna hangat seperti kuning dan jingga lebih dominan dibandingkan biru.
  • Saat matahari terbenam, langit di sekitar Matahari di Mars bisa tampak kebiruan karena partikel debu kecil menyebarkan cahaya biru lebih kuat pada sudut rendah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau membayangkan planet lain, kamu mungkin mengira langit di Mars akan terlihat mirip seperti di Bumi, yaitu biru cerah saat siang hari. Padahal kenyataannya jauh berbeda. Langit di Mars justru lebih sering terlihat kecokelatan, kekuningan, atau bahkan merah muda seperti gurun yang penuh debu.

Hal ini membuat banyak orang penasaran, kenapa langit di Mars tidak berwarna biru seperti di Bumi? Jawabannya ternyata berkaitan dengan atmosfer Mars yang sangat tipis dan dipenuhi debu halus. Daripada makin penasaran, yuk kita cari tahu lebih lanjut kenapa langit Mars tidak berwarna biru!

1. Kenapa langit di Bumi berwarna biru

Sebelum membahas Mars, kita perlu memahami dulu kenapa langit di Bumi tampak biru. Penyebab utamanya adalah proses yang disebut sebagai hamburan Rayleigh.

Cahaya Matahari sebenarnya terdiri atas berbagai warna. Saat cahaya itu masuk ke atmosfer Bumi, molekul udara menyebarkan cahaya dengan panjang gelombang pendek, terutama warna biru, lebih kuat dibandingkan warna merah. Karena cahaya biru tersebar ke segala arah, mata kita akhirnya melihat langit sebagai biru. Semakin tebal atmosfer dan semakin banyak molekul udara, semakin kuat efek penyebaran cahaya biru tersebut.

2. Atmosfer Mars jauh lebih tipis

Mars memiliki atmosfer yang sangat tipis dibandingkan Bumi. Kepadatan atmosfernya bahkan hanya sekitar 1 persen dari atmosfer Bumi.

Karena jumlah molekul udaranya jauh lebih sedikit, cahaya biru tidak tersebar sekuat di Bumi. Efek yang membuat langit tampak biru pun menjadi sangat lemah.

Kalau hanya karena atmosfer tipis saja, sebenarnya langit Mars masih mungkin terlihat agak kebiruan, hanya lebih gelap. Namun, ada faktor lain yang jauh lebih berpengaruh, yaitu debu.

3. Debu Mars mengubah warna langit

ilustrasi planet Mars (unsplash.com/ostudio)

Mars terkenal sebagai Planet Merah karena permukaannya kaya akan besi oksida atau karat. Nah, partikel debu halus dari material ini terus beterbangan di atmosfer Mars.

Debu tersebut menyerap dan menyebarkan cahaya Matahari dengan cara yang berbeda dibanding molekul udara di Bumi. Alih-alih memperkuat warna biru, debu Mars justru mengurangi cahaya biru dan membuat warna hangat seperti kuning, jingga, cokelat, atau merah menjadi lebih dominan. Akibatnya, langit Mars saat siang hari lebih sering terlihat seperti warna butterscotch, yaitu perpaduan cokelat muda dan jingga kekuningan.

4. Uniknya, matahari terbenam di Mars bisa berwarna biru

Kendati langit Mars umumnya tidak biru, ada fenomena unik yang cukup mengejutkan. Saat matahari terbenam, area langit di sekitar Matahari justru bisa tampak kebiruan.

Fenomena ini terjadi karena cahaya Matahari melewati atmosfer dalam sudut yang rendah. Dalam kondisi tersebut, partikel debu kecil di dekat Matahari bisa menyebarkan cahaya biru lebih kuat ke arah tertentu. Itulah sebabnya foto-foto matahari terbenam di Mars yang diambil wahana Perseverance Rover atau Curiosity Rover sering menunjukkan cahaya biru samar di sekitar Matahari.

5. Bagaimana jika Mars tidak penuh debu

Para ilmuwan memperkirakan bahwa tanpa debu yang memenuhi atmosfer, langit Mars kemungkinan akan tampak biru. Namun, warnanya mungkin tidak secerah Bumi karena atmosfer Mars tetap jauh lebih tipis. Gas utama di atmosfer Mars, terutama karbon dioksida, sebenarnya masih bisa menyebarkan cahaya. Hanya saja, efek tersebut kalah kuat dibanding pengaruh debu yang hampir selalu menyelimuti planet itu.

Kesimpulannya, langit Mars tidak berwarna biru karena atmosfernya sangat tipis dan dipenuhi debu halus besi oksida yang mengubah cara cahaya Matahari tersebar. Debu tersebut membuat cahaya biru tidak mendominasi seperti di Bumi, sehingga langit Mars lebih sering terlihat kuning kecokelatan, jingga pucat, atau kemerahan. Itulah yang membuat pemandangan langit di Mars tampak sangat berbeda dari langit biru yang kita lihat setiap hari di Bumi.

Referensi

Generation Mars. Diakses pada Mei 2026. The Color of the Sky
Illinois Science Council. Diakses pada Mei 2026. Blue Sky at Night, Martian’s Delight: The Atmosphere of Mars
NASA. Diakses pada Mei 2026. A Violet Martian Sky
Serious Science. Diakses pada Mei 2026. What Color Is the Sky on Mars?
Smore Science. Diakses pada Mei 2026. Why Is The Sky Blue On Earth But Butterscotch On Mars?
Times Knowledge. Diakses pada Mei 2026. What Colour Is The Martian Sky?
WebExhibits. Diakses pada Mei 2026. What about The Martian Sky?

Editorial Team