Referensi
"Artemis II Splashdown: When It Lands, Risks and How To Watch Live". Al Jazeera. Diakses April 2026.
"How Will Artemis II Return To Earth?". Britannica. Diakses April 2026.
"How Will NASA Get the Artemis II Crew Safely Back on Earth? Here's the Science Behind Splashdown". PBS News. Diakses April 2026.
"Artemis II Re-entry Explained". The University of Queensland. Diakses April 2026.
"Why a Flawed Heat Shield Makes Artemis II's 13-minute Return So Risky". Delaware Online. Diakses April 2026.
Bagaimana Cara Orion Artemis II Kembali Memasuki Atmosfer Bumi?

- Kapsul Orion misi Artemis II sukses kembali ke Bumi setelah mengelilingi Bulan selama 10 hari dan mendarat aman di Samudra Pasifik pada 10 April 2026.
- Proses reentry menggunakan teknik skip entry, heat shield ablative, dan sistem parasut berlapis untuk menahan panas ekstrem serta memperlambat kapsul hingga mendarat stabil.
- Fase masuk atmosfer jadi tahap paling berbahaya karena suhu mencapai lebih dari 2.700°C dan tekanan tinggi yang dapat merusak struktur pesawat jika tidak dikendalikan dengan tepat.
Setelah menyelesaikan perjalanan bersejarah mengelilingi Bulan selama 10 hari, kapsul Orion dalam misi Artemis II akhirnya kembali ke Bumi dengan membawa empat astronaut. Kapsul bernama Integrity ini mendarat dengan aman di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, pada 10 April 2026 waktu setempat. Momen kepulangan ini jadi salah satu fase paling menegangkan karena kapsul harus menembus atmosfer dengan kecepatan luar biasa tinggi.
Bagaimana cara Orion Artemis II kembali ke atmosfer Bumi? Prosesnya melibatkan teknik khusus seperti skip entry, penggunaan heat shield, hingga perlambatan dengan parasut agar kapsul bisa mendarat dengan aman. Setiap tahap dirancang untuk menghadapi panas ekstrem dan tekanan tinggi selama reentry. Berikut penjelasan lengkapnya.
Table of Content
1. Bagaimana cara Orion Artemis II kembali ke atmosfer Bumi?
Saat kembali ke Bumi, kapsul Orion dari misi Artemis II memasuki atmosfer dengan kecepatan sangat tinggi, sekitar 40.000 km/jam. Untuk mengurangi dampak panas dan tekanan ekstrem, Orion menggunakan teknik skip entry, yaitu memantul sejenak di lapisan atas atmosfer sebelum benar-benar turun. Cara ini membantu menurunkan suhu dan gaya gravitasi (g-force) secara bertahap sehingga lebih aman bagi astronaut dibandingkan masuk langsung dengan sudut tajam.
Selama proses ini, gesekan dengan atmosfer menghasilkan suhu hingga sekitar 2.760 derajat Celsius. Untuk melindungi awak, Orion dilengkapi heat shield ablative yang akan terkikis perlahan guna menyerap panas. Pada fase paling panas ini juga terjadi blackout komunikasi karena lapisan plasma yang terbentuk di sekitar kapsul menghalangi sinyal radio selama beberapa menit.
2. Tahapan kepulangan Artemis II

Perjalanan pulang Orion dimulai saat kapsul memanfaatkan gravitasi Bumi untuk “ditarik” kembali dari orbit Bulan. Selama perjalanan, modul layanan (service module) melakukan beberapa koreksi kecil menggunakan thruster agar jalur masuk ke atmosfer tetap presisi. Sudut masuk ini sangat krusial. Terlalu curam bisa membuat kapsul terbakar, sementara terlalu landai berisiko memantul keluar dari atmosfer.
Sekitar 42 menit sebelum mendarat, modul layanan dipisahkan dan akan terbakar di atmosfer, menyisakan modul kru sebagai satu-satunya bagian yang melanjutkan perjalanan. Modul kru kemudian memposisikan heat shield ke arah depan untuk menghadapi panas ekstrem saat reentry. Dalam 10—15 menit pertama memasuki atmosfer, kecepatan Orion turun drastis dari puluhan ribu km/jam menjadi sekitar 500 km/jam akibat gesekan udara yang sangat kuat.
Setelah melambat, sistem parasut mulai terbuka secara bertahap dengan total ada 11 parasut yang dirancang untuk mengontrol penurunan dengan stabil. Kecepatan kapsul akhirnya turun hingga sekitar 30 km/jam sebelum menyentuh Samudra Pasifik. Proses ini menutup seluruh rangkaian perjalanan Artemis II, dari luar angkasa hingga kembali dengan selamat ke Bumi.
3. Mengapa kembali ke bumi bagian paling berbahaya?
Fase kembali ke Bumi dalam misi Artemis II dianggap paling berbahaya karena kapsul Orion harus menghadapi kondisi ekstrem saat memasuki atmosfer dengan kecepatan hipersonik. Ketika melaju lebih dari Mach 30, udara di depan kapsul terkompresi sangat kuat hingga menghasilkan suhu sekitar 2.700 derajat Celsius, bahkan lebih panas dari lava. Panas dan tekanan ini bisa merusak struktur pesawat jika tidak dikendalikan dengan baik. Karena itu, Orion dilengkapi heat shield berbahan Avcoat yang bekerja dengan cara “terbakar perlahan” untuk menyerap dan membuang panas, sehingga bagian dalam tetap aman bagi astronaut.
Selain panas ekstrem, risiko lain muncul dari gaya aerodinamis yang sangat besar saat kapsul melambat drastis. Di momen ini, tekanan dan gaya yang menghantam pesawat mencapai titik maksimum, membuatnya menjadi fase paling kritis dalam seluruh misi. Tidak hanya itu, gesekan hebat juga menciptakan lapisan plasma di sekitar kapsul yang memutus komunikasi dengan Bumi selama beberapa menit.
Bagaimana cara Orion Artemis II kembali memasuki atmosfer Bumi menunjukkan betapa canggihnya teknologi yang digunakan untuk menghadapi panas dan kecepatan ekstrem. Setiap tahap dirancang agar astronaut bisa kembali dengan aman ke Bumi.
FAQ seputar bagaimana cara Orion Artemis II kembali ke atmosfer Bumi
| Apa itu teknik skip entry pada Orion Artemis II? | Skip entry adalah teknik masuk atmosfer dengan cara “memantul” di lapisan atas atmosfer untuk mengurangi panas dan gaya gravitasi sebelum turun sepenuhnya. |
| Seberapa cepat Orion saat memasuki atmosfer Bumi? | Kapsul Orion dari misi Artemis II memasuki atmosfer dengan kecepatan sekitar 40.000 km/jam atau lebih dari Mach 30. |
| Bagaimana Orion melindungi diri dari panas ekstrem? | Orion menggunakan heat shield berbahan Avcoat yang akan terkikis perlahan untuk menyerap dan membuang panas hingga suhu sekitar 2.700°C. |








![[QUIZ] Dari Jenis Batu Meteorit Pilihanmu, Ini Caramu Buat Keputusan](https://image.idntimes.com/post/20231106/photo-1655448985613-3d16697a7250-a0a51f7a58669ba98ac0be589946151c-582e29b6ef454bb2ca77a031bc4a427c.jpeg)







