Karena Uranus berotasi dengan sumbu miring, musim di sana benar-benar ekstrem. Uranus butuh 84 tahun Bumi untuk sekali mengelilingi Matahari. Artinya:
42 tahun satu sisi terus-terusan kena matahari
42 tahun sisi lainnya tenggelam dalam malam
Setiap kutub Uranus bisa mengalami siang atau malam selama puluhan tahun tanpa henti.
Namun, yang membuat para ilmuwan bingung adalah ekuator Uranus justru lebih hangat dari kutub, padahal menerima lebih sedikit cahaya Matahari. Sampai sekarang, penyebab pastinya masih jadi misteri. Bisa jadi ada proses panas internal yang belum sepenuhnya dipahami.
Intinya, Uranus berotasi menyamping karena masa lalunya yang keras. Entah karena dihantam benda langit raksasa atau perlahan didorong oleh bulan besarnya sendiri, Uranus akhirnya tumbang dan tetap berputar miring sampai sekarang. Keunikan ini bukan hanya membuat Uranus berbeda, tapi juga memberi petunjuk penting tentang betapa brutalnya masa muda tata surya.
Referensi
Astronomy. Diakses pada Januari 2026. Astronomers Have a New Theory for Why Uranus Spins On Its Side
NASA. Diakses pada Januari 2026. Uranus Facts
Revista Pesquisa FAPESP. Diakses pada Januari 2026. Why Uranus Spins Sideways
The Conversation. Diakses pada Januari 2026. How Did Uranus End Up On Its Side? We’ve Been Finding Out
Universe Today. Diakses pada Januari 2026. Why is Uranus On Its Side?
World Atlas. Diakses pada Januari 2026. Why Does Uranus Spin On Its Side?