5 Lokasi di Bumi yang Memiliki Kemiripan dengan Planet Mars

- Gurun Atacama, Chili memiliki lapisan tanah liat lembap di bawah permukaannya, menunjukkan kemungkinan kehidupan di lingkungan keras.
- Lembah Kering McMurdo, Antartika memberikan gambaran tentang kondisi lingkungan di Mars dan sejarah air di planet merah.
- Pulau Devon, Kanada dipilih sebagai lokasi analog Mars untuk mempelajari geologi dan lingkungan serta menguji teknologi eksplorasi ke Mars.
Bumi menyimpan sejumlah wilayah ekstrem yang kondisi alamnya menyerupai lingkungan keras di Mars dan benda langit lain dalam tata surya. Mulai dari gurun paling kering, lembah beku tanpa es, hingga medan lava vulkanik, wilayah-wilayah ini menjadi laboratorium alami bagi ilmuwan untuk mempelajari kemungkinan kehidupan, sejarah air, dan proses geologi di luar Bumi.
NASA bahkan memiliki program bernama Planetary Analog Explorer, sebuah galeri interaktif daring yang menampilkan lokasi-lokasi di Bumi yang mirip dengan lingkungan planet atau bulan lain. Program ini bertujuan untuk edukasi dan penelitian, yaitu membantu ilmuwan serta masyarakat memahami planet dan bulan lain melalui perbandingan dengan lingkungan serupa di Bumi. Merangkum dari berbagai sumber, berikut lima lokasi di Bumi yang memiliki kemiripan dengan daratan di planet atau bulan lain dalam tata surya.
1. Gurun Atacama, Chili

Menurut laman Nature, Gurun Atacama di Chile, meskipun dikenal sebagai salah satu tempat paling kering di Bumi, ternyata menyimpan lapisan tanah liat (smectite) yang lembap di bawah permukaannya. Lapisan ini berada sekitar 30 cm di bawah tanah dan memiliki kelembaban yang jauh lebih tinggi dibandingkan permukaannya yang ekstrem. Kondisi tersebut terlindungi dari panas, radiasi, dan kekeringan, sehingga menciptakan lingkungan mikro yang relatif stabil.
Yang menarik, lapisan tanah liat ini dihuni oleh mikroorganisme yang masih aktif, membuktikan bahwa kehidupan dapat bertahan di lingkungan yang sangat keras asalkan terdapat perlindungan dan sedikit air. Temuan ini penting karena memberikan petunjuk bahwa Mars, yang memiliki tanah liat serupa, mungkin juga menyimpan tanda-tanda kehidupan di bawah permukaannya. Dengan demikian, penelitian ini membantu para ilmuwan menentukan lokasi dan strategi yang lebih tepat dalam pencarian kehidupan di planet Mars.
2. Lembah Kering McMurdo, Antartika

McMurdo Dry Valleys di Antartika memiliki kondisi yang sangat mirip dengan permukaan Mars, karena sangat dingin dan sangat kering, serta bebas dari salju dan es di sebagian besar wilayahnya. Para ilmuwan menggunakan citra satelit dari Dry Valleys untuk membandingkan dengan foto-foto Mars yang diambil oleh kamera orbit, karena bentuk saluran yang terbentuk oleh air di masa lalu menunjukkan kesamaan dengan fitur di Mars yang diduga terbentuk oleh air, seperti dilansir laman NASA.
Intinya, lanskap unik di Antartika itu memberikan gambaran tentang bagaimana kondisi lingkungan di Mars bisa terlihat, membantu peneliti memahami sejarah air di planet merah dan bagaimana proses geologi di dua tempat yang sangat berbeda ini bisa mirip satu sama lain.
3. Pulau Devon, Kanada

Menurut NASA, Devon Island di utara Kanada, terutama daerah dekat Haughton impact crater, dipilih sebagai lokasi analog Mars karena kondisi polar desert-nya yang keras dan mirip dengan lingkungan permukaan Mars. Setiap musim panas sejak 1999, para peneliti dari NASA Haughton-Mars Project dan Mars Society menetap di sana untuk mempelajari geologi, lingkungan, serta menguji habitat, peralatan, dan teknologi yang mungkin digunakan dalam misi manusia ke Mars.
Hasil citra satelit dari instrumen MISR NASA menunjukkan berbagai fitur permukaan Devon Island yang terdiri dari es, salju, hingga tanah berbatu dengan cara visual yang membantu membedakan tekstur dan struktur permukaan. Tujuan studi ini termasuk memahami bagaimana formasi es terbentuk di sekitar Haughton serta memberikan wawasan yang bisa membantu menemukan es di kedalaman dangkal di Mars, sebuah fokus penting dalam eksplorasi planet merah.
4. Tharsis dan Thaumasia Plateau, Dataran Tinggi Tibet

Dari hasil riset para ilmuwan menyimpulkan bahwa kemungkinan kerak bagian bawah Mars pernah mengalami aliran (lower crustal flow) pada masa lalu. Pembahasan ini didasarkan pada kemiripan bentuk topografi besar di Mars, khususnya wilayah Tharsis dan Thaumasia Plateau, dengan Dataran Tinggi Tibet di Bumi. Di Bumi, dataran tinggi seperti Tibet terbentuk karena kerak bagian bawahnya bersifat panas dan lemah sehingga dapat mengalir secara perlahan, membentuk permukaan yang luas dan relatif landai, seperti dilansir laman Speaking of Geosciance.
Ketika Mars masih panas di awal sejarahnya, kerak bagian bawahnya mungkin juga cukup lunak untuk mengalir dan membentuk topografi raksasa yang kita lihat sekarang. Meski demikian, kesimpulan ini masih bersifat interpretatif karena kondisi geologi Mars berbeda dengan Bumi dan belum ada bukti langsung. Dengan kata lain, aliran kerak bawah di Mars adalah kemungkinan yang masuk akal, tetapi masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.
5. Lapangan lava basalt, Islandia

Menurut laman Space, Islandia kini menjadi lokasi penting bagi penelitian dan simulasi eksplorasi luar angkasa karena lanskapnya yang unik, seperti medan lava basaltik, gunung berapi, gletser, dan medan yang beragam dan mirip dengan kondisi permukaan bulan dan Mars. Karena lingkungan ekstrim seperti ini ada dalam jarak yang dekat satu sama lain, para ilmuwan dan badan antariksa internasional bisa melakukan berbagai uji coba, dari pengujian spacesuit, habitat, hingga instrumen penelitian yang mungkin akan digunakan pada misi Artemis (Bulan) dan masa depan ke Mars.
Iceland Space Agency dan proyek seperti DIGMARS bekerja sama dengan NASA dan kelompok lain untuk mempelajari proses geologi, air permukaan, serta tantangan operasional yang mungkin dihadapi manusia di luar angkasa. Dengan demikian, Islandia menjadi “laboratorium Bumi” yang ideal untuk mempersiapkan teknologi dan strategi eksplorasi antariksa di permukaan bulan dan planet Mars.
Dari beberapa wilayah yang telah dibahas, berbagai wilayah ekstrem di Bumi menunjukkan bahwa tempat-tempat keras dan terpencil justru menyimpan banyak petunjuk tentang Mars. Dari gurun, daerah kutub, hingga medan lava, penelitian ini membantu ilmuwan memahami proses alam, kemungkinan keberadaan air, dan peluang adanya kehidupan di planet merah. Dengan belajar dari “Mars versi Bumi”, persiapan eksplorasi ke luar angkasa pun bisa dilakukan dengan lebih matang.



















