ilustrasi sepatu (pexels.com/Pixabay)
Meski begitu, bukan berarti semakin tebal bantalan sepatu, semakin ringan pula larinya. Sepatu dengan bantalan sangat tebal dapat mengubah cara kaki berinteraksi dengan permukaan tanah. Pada kondisi tertentu, perubahan tersebut justru dapat memengaruhi pola langkah dan gaya benturan. Itulah mengapa pemilihan sepatu running sebaiknya tidak hanya berdasarkan seberapa empuk rasanya ketika dicoba.
Sepatu yang ideal bukan hanya soal bantalan yang empuk. Responsivitas foam, tingkat fleksibilitas atau kekakuan, serta bentuk sol juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelari. Sebab, sepatu yang terasa sangat nyaman bagi satu orang belum tentu memberikan sensasi yang sama bagi orang lain.
Akhir kata, sepatu running yang dirancang dengan baik dapat membantu meredam benturan, mengembalikan sebagian energi, serta membuat gerakan kaki menjadi lebih efisien. Namun, efek tersebut bukan berarti sepatu menggantikan tenaga yang seharusnya dikeluarkan tubuh. Sepatu hanya membantu tubuh menggunakan energi dengan lebih efisien. Karena itu, jika lari terasa jauh lebih ringan setelah berganti sepatu, sensasi tersebut bisa saja memang memiliki dasar biomekanis. Yang terpenting, pilih sepatu berdasarkan kebutuhan, permukaan lari, kenyamanan, dan karakter kaki sendiri, bukan hanya karena sepatu tersebut memiliki teknologi paling mahal.