Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Benarkah Kucing Bisa Terkena Diabetes? Cek Faktanya!
Kucing (unsplash.com/Ricardo)
  • Diabetes pada kucing terjadi karena tubuh tidak mampu memproduksi atau merespons insulin dengan benar, menyebabkan kadar glukosa darah meningkat dan mengganggu fungsi energi tubuh.
  • Kucing jantan paruh baya yang obesitas paling rentan terkena diabetes, dengan faktor risiko seperti kurang aktivitas, usia lanjut, terapi glukokortikoid, serta penyakit lain seperti pankreatitis dan hipertiroidisme.
  • Tidak ada obat untuk menyembuhkan diabetes pada kucing; pengobatan fokus pada terapi insulin, diet khusus, serta pemantauan rutin agar kadar gula darah tetap stabil dan gejala terkendali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu sayang kucingmu, tapi apakah cukup peduli? Di mana saat kucing tiba-tiba kehilangan berat badannya drastis, bulunya tak lagi mengembang seperti kemoceng, hari-harinya lebih banyak dihabiskan untuk minum dan buang air kecil. Ini bukan masalah kecil, melainkan sinyal bahwa tubuh kucingmu sedang tidak baik-baik saja dan butuh pertolongan dengan segera.

Bisa jadi mereka sedang dalam pantauan diabetes yang siap mengobrak-abrik gula darah mereka. Khususnya kucing jantan dewasa, mereka lebih rentan terhadap diabetes, dan masalahnya, pemilik baru sadar saat penyakitnya sudah masuk tahap lanjut.

Mungkin kamu selama ini tidak menyangka bahwa kucing bisa terkena diabetes. Oleh sebab itu, biar kucing peliharaan kamu aman dari diabetes atau justru sedang dalam pantauannya, sebagai pemilik wajib memperhatikan apa saja gejala diabetes pada kucing dan apa penyebabnya. Adanya artikel ini akan mengupas tuntas diabetes pada kucing. Berikut penjelasannya!

1. Diabates pada kucing

Kucing (unsplash.com/Zenan)

Diabetes melitus adalah kondisi di mana tubuh tidak mampu memproduksi atau merespons hormon insulin dengan benar. Hal ini mengakibatkan peningkatan kadar gula glukosa dalam darah, yang merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Sama halnya dengan tubuh manusia, sel-sel dalam tubuh kucing membutuhkan gula dalam bentuk glukosa untuk energi. Namun, glukosa dalam darah membutuhkan insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas, untuk 'membuka' pintu ke sel-sel.

Insulin menempel pada sel dan memberi sinyal kapan waktu yang tepat untuk menyerap glukosa. Dengan menyerap glukosa, sel-sel di jaringan lemak, hati, dan otot mendapatkan bahan bakar vital sekaligus menurunkan kadar glukosa dalam darah. Melansir PetMD, diabetes pada kucing juga memiliki berbagai jenis. Jenis-jenis tersebut antara lain:

  • Tipe I

Diabetes melitus tipe I juga disebut diabetes defisiensi insulin. Jenis diabetes ini, di mana pankreas tidak mampu lagi memproduksi kadar insulin yang dibutuhkan tubuh, jarang ditemukan pada kucing.

  • Tipe II

Diabetes melitus tipe II juga disebut diabetes resistensi insulin atau diabetes non-insulin-dependen. Ini adalah bentuk diabetes melitus yang paling umum pada kucing. Diabetes tipe II ditandai dengan defisiensi insulin relatif. Ini berarti bahwa meskipun pankreas kucing mungkin menghasilkan kadar insulin yang cukup, jaringan tidak mampu menggunakannya untuk metabolisme glukosa.

2. Penyebab kucing mengalami diabetes

Kucing ragdoll (pexel.com/David Yu)

Diabetes diperkirakan menyerang sekitar 0,5 hingga 1 persen populasi kucing secara global. Angka kucing yang didiagnosis menderita diabetes terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Setiap kucing berpotensi mengembangkan diabetes sepanjang hidupnya, tetapi ras tertentu seperti ras kucing Burma dilaporkan memiliki risiko seumur hidup yang lebih tinggi.

Masalah kesehatan yang satu ini sering dijumpai pada kucing jantan paruh baya yang mengalami obesitas. Faktor risiko terpenting untuk diabetes melitus pada kucing antara lain:

  • Kegemukan

  • Kurangnya aktivitas fisik

  • Bertambahnya usia

  • Jenis kelamin, kucing jantan lebih rentan terkena diabetes dibandingkan dengan betina.

  • Dikebiri

  • Terapi glukokortikoid

  • Pankreatitis

  • Asma

  • Hipertiroidisme

Diabetes pada kucing didiagnosis berdasarkan kombinasi tanda-tanda klinis khas yang dilaporkan oleh pemilik kucing, ditambah dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah dan urin kucing. Hal ini dapat didiagnosis dengan cara melakukan pemeriksaan darah lengkap serta analisis urin.

3. Gejala kucing yang menderita diabetes

Kucing (unsplash.com/Jacob)

Saat merasakan tubuhnya ada yang tidak beres, kucing tidak bisa mengadukannya kepada pemiliknya. Mereka akan menunjukkan perilaku yang berbeda dari biasanya, di mana peran pemilik sangat penting untuk selalu memantau kebiasaan kucing dan memahami gejala diabetes. Tanda-tanda umum diabetes pada kucing meliputi:

  • Rasa haus meningkat

  • Peningkatan frekuensi dan volume buang air kecil

  • Buang air kecil di luar kotak pasir

  • Nafsu makan meningkat pada awalnya, kemudian menurun. Hingga 50 persen kucing dengan diabetes mengalami penurunan nafsu makan pada saat didiagnosis.

  • Penurunan berat badan drastis (meskipun mengonsumsi makanan bergizi, nafsu makan normal, dan minum vitamin penambah berat badan)

  • Muntah

  • Penyusutan otot

  • Lesu atau lemah

  • Bulu berminyak, rontok, dan terdapat ketombe (padahal sebelumnya tampak sehat)

  • Seringkali mudah marah atau agresif di luar kebiasaan

  • Kerusakan saraf pada tungkai belakangnya yang membuat posisi telapak kaki menapak rata saat menginjak tanah

4. Tidak ada obat untuk diabetes pada kucing

Kucing (unsplash.com/Ayla)

Melansir PetMD, sampai saat ini belum tersedia obat yang bisa menyembuhkan kucing dari diabetes. Pengobatan diabetes pada kucing adalah komitmen seumur hidup dan membutuhkan dedikasi dari seluruh anggota keluarga. Tentu hal ini juga membutuhkan komunikasi yang konsisten dan terbuka dengan dokter hewan.

Jika kucing didiagnosis menderita diabetes, kucing biasanya perlu dirawat di rumah sakit selama beberapa hari hingga kadar glukosanya terkontrol dan ia merasa cukup sehat untuk pulang. Namun, jika kucing mengalami ketoasidosis diabetik pada saat didiagnosis, kemungkinan besar ia akan membutuhkan perawatan di rumah sakit dalam waktu lama dan butuh perawatan intensif.

Jadi, tujuan utama pengobatan diabetes pada kucing sebenarnya berpusat pada mengembalikan kadar glukosa darah normal, mengurangi atau menghilangkan gejala klinis seperti rasa haus berlebih dan buang air terus-menerus, menormalkan berat badan dan nafsu makan, serta menghindari terjadinya penurunan kadar glukosa yang tidak tepat.

Setelah dokter hewan mendiagnosis diabetes pada kucing, akan ada beberapa perubahan medis dan gaya hidup yang perlu pemilik lakukan terhadap kucing kesayangan. Langkah pertama adalah memulai terapi insulin.

Insulin diberikan melalui suntikan dan akan membantu kucing menjaga kadar gula darah tetap normal. Dokter hewan juga akan memulai diet ramah diabetes untuk kucing guna membantu mencegah perubahan kadar gula darah. Diet khusus diabetes kucing dapat membantu mengurangi jumlah insulin yang dibutuhkan kucing.

Faktanya, kucing bisa terkena diabetes. Penyakit ini tidak bisa disepelekan begitu saja, tetapi juga bukan vonis akhir. Artinya, kucing akan tetap bisa hidup, hanya saja dengan pantauan yang lebih ketat, mulai dari perubahan pola makan dan perawatan yang konsisten. Jangan abaikan perubahan kecil seperti sering haus, buang air kecil terlalu sering, atau kehilangan berat badan yang tiba-tiba.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team