Kucing (unsplash.com/Ayla)
Melansir PetMD, sampai saat ini belum tersedia obat yang bisa menyembuhkan kucing dari diabetes. Pengobatan diabetes pada kucing adalah komitmen seumur hidup dan membutuhkan dedikasi dari seluruh anggota keluarga. Tentu hal ini juga membutuhkan komunikasi yang konsisten dan terbuka dengan dokter hewan.
Jika kucing didiagnosis menderita diabetes, kucing biasanya perlu dirawat di rumah sakit selama beberapa hari hingga kadar glukosanya terkontrol dan ia merasa cukup sehat untuk pulang. Namun, jika kucing mengalami ketoasidosis diabetik pada saat didiagnosis, kemungkinan besar ia akan membutuhkan perawatan di rumah sakit dalam waktu lama dan butuh perawatan intensif.
Jadi, tujuan utama pengobatan diabetes pada kucing sebenarnya berpusat pada mengembalikan kadar glukosa darah normal, mengurangi atau menghilangkan gejala klinis seperti rasa haus berlebih dan buang air terus-menerus, menormalkan berat badan dan nafsu makan, serta menghindari terjadinya penurunan kadar glukosa yang tidak tepat.
Setelah dokter hewan mendiagnosis diabetes pada kucing, akan ada beberapa perubahan medis dan gaya hidup yang perlu pemilik lakukan terhadap kucing kesayangan. Langkah pertama adalah memulai terapi insulin.
Insulin diberikan melalui suntikan dan akan membantu kucing menjaga kadar gula darah tetap normal. Dokter hewan juga akan memulai diet ramah diabetes untuk kucing guna membantu mencegah perubahan kadar gula darah. Diet khusus diabetes kucing dapat membantu mengurangi jumlah insulin yang dibutuhkan kucing.
Faktanya, kucing bisa terkena diabetes. Penyakit ini tidak bisa disepelekan begitu saja, tetapi juga bukan vonis akhir. Artinya, kucing akan tetap bisa hidup, hanya saja dengan pantauan yang lebih ketat, mulai dari perubahan pola makan dan perawatan yang konsisten. Jangan abaikan perubahan kecil seperti sering haus, buang air kecil terlalu sering, atau kehilangan berat badan yang tiba-tiba.