ilustrasi lidah reptil (commons.wikimedia.org/Sulthon Nurur Rizki)
Berbeda dari mamalia, lidah reptil jarang digunakan untuk merasakan rasa makanan. Proses pengenalan makanan terjadi sebelum mangsa masuk ke mulut. Informasi sudah dikumpulkan sejak tahap pelacakan. Hal ini membuat peran lidah lebih dominan pada tahap pra-makan.
Akibatnya, lidah reptil cenderung kaku dan tidak berlapis banyak reseptor rasa. Fokus utama terletak pada ujung lidah dan interaksinya dengan Jacobson’s organ. Sistem ini menempatkan lidah sebagai alat sensor eksternal. Fungsi tersebut menjelaskan mengapa bentuk bercabang menjadi sangat penting.
Lidah reptil bercabang bukan sekadar ciri visual yang mencolok, tetapi hasil adaptasi sensorik yang kompleks dan efisien. Struktur ini memungkinkan reptil membaca lingkungan melalui jejak kimia dengan akurasi tinggi. Jika lidah bisa berfungsi sebagai kompas tak kasatmata, masihkah bentuk tubuh reptil bisa dianggap kebetulan evolusioner belaka?
Referensi:
"Why snakes have forked tongues" Science AAAS. Diakses pada Januari 2026
"Smelling in Stereo: The Real Reason Snakes Have Flicking, Forked Tongues" UConn Today. Diakses pada Januari 2026
"Why Do Some Lizards Have Forked Tongues?" Home of Toni Kingston. Diakses pada Januari 2026