Burung Lyrebird (unsplash.com/Stephen)
Tidak hanya unik secara vokal dan visual, burung lyrebird juga dikenal sebagai insinyur ekosistem. Burung ini berperan penting bagi ekosistem dengan memindahkan serasah daun dan tanah saat mencari makan.
Lyrebird mengandalkan cakarnya yang kokoh untuk menggaruk tanah di hutan, memperlihatkan tanah kosong dan mencampur serta mengubur serasah. Hal ini dilakukan sembari mencari mangsa invertebrata seperti kelabang, cacing, dan laba-laba.
Burung ini dianugerahi tenaga yang luar biasa. Bagaimana tidak, setiap tahun aktivitas mereka dalam mencari makanan di tanah hutan mengakibatkan perpindahan tanah dan tumpukan daun sebanyak 155 ton per hektar. Untuk membayangkan seperti apa 155 ton tanah, bayangkan sebuah beban yang diangkut oleh lima truk pengangkut berukuran sedang dengan kapasitas 30 ton.
Dilansir The Conversation, telah dilakukan penelitian dengan memperkirakan kepadatan populasi burung lyrebird sekitar satu ekor untuk setiap 2,3 hektar hutan, berkat kerja para ilmuwan warga yang dipimpin oleh Sherbrooke Lyrebird Study Group. Berdasarkan perkiraan ini, dan untuk menggunakan analogi truk sampah, seekor burung lyrebird akan memindahkan sekitar 11 truk sampah berisi sampah dan tanah dalam satu tahun.
Demikian informasi seputar burung lyrebird yang cukup menarik baik dari segi vokal maupun visual. Lyrebird identik dengan kicauannya yang bisa menirukan berbagai suara. Selain itu, burung ini juga dijuluki insinyur ekosistem berkat kemampuannya mengais tanah hutan dan tumpukan daun.