Mimbar Al-Quran Marmer Agung, sebuah mimbar monumental kuno yang terletak di halaman Masjid Bibi-Khanym di Samarkand, Uzbekistan. Struktur batu besar dan berornamen ini dirancang untuk menampung manuskrip Al-Quran abad ke-7 yang sangat besar. (commons.wikimedia.org/Bobyrr)
Di tengah halaman Masjid Bibi-Khanym terdapat sebuah objek bersejarah yang luar biasa berupa alas atau tatakan Al-Qur'an berukuran raksasa yang terbuat dari blok marmer berornamen. Alas batu ini merupakan hadiah dari cucu Amir Timur, yaitu Sultan Ulugh Beg, yang awalnya ditempatkan di dalam ruang utama masjid, tetapi kini dipajang di area terbuka. Benda ini bukan sekadar hiasan, melainkan bukti nyata kecintaan para penguasa Timurid terhadap ilmu pengetahuan dan agama pada masa kejayaan Samarkand.
Dahulu, altar batu raksasa ini digunakan sebagai tempat diletakkannya Al-Qur'an Utsman, salah satu mushaf tertua di dunia milik Khalifah Utsman bin Affan. Kitab suci tersebut memiliki sejarah yang sangat sakral karena lembaran-lembarannya disebut masih menyimpan noda darah sang Khalifah yang terbunuh saat sedang membacanya. Meskipun saat ini Al-Qur'an asli yang penuh sejarah tersebut telah dipindahkan ke museum di Tashkent demi alasan keamanan, tatakan marmernya tetap berdiri kokoh di halaman masjid sebagai simbol kemegahan literasi Islam di masa lalu.
Saat ini, Masjid Bibi-Khanym telah bangkit kembali sebagai ikon wisata religi dan sejarah yang megah di Samarkand setelah melalui proses restorasi besar-besaran yang mengembalikan keindahan kubah biru langit serta fasad berhias kaligrafi indahnya. Sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO, kompleks ini tidak hanya memancarkan aura kejayaan Dinasti Timurid, tetapi juga menjadi pusat perhatian wisatawan dan peziarah yang ingin melihat langsung tatakan Al-Qur'an marmer raksasa di halaman tengahnya. Lokasinya yang strategis tepat di samping Pasar Siyob menciptakan perpaduan unik antara sakralnya monumen bersejarah dengan denyut kehidupan modern Uzbekistan yang dinamis.