Burung hantu (unsplash.com/derek)
Burung hantu identik dengan sepasang mata yang selalu menatap tajam. Mata burung hantu terlihat menakjubkan dengan kombinasi warna cokelat dan kuning cerah. Beberapa burung hantu Eropa justru memiliki mata berwarna oranye.
Jaringan tipis atau iris mata, menutupi bagian depan mata dan memberi warna pada bola mata. Di tengah iris terdapat pupil yang gelap dan bulat. Pupil mengontrol seberapa banyak cahaya yang masuk ke mata. Saat berada di cahaya terang, pupil akan mengecil untuk menghalangi sebagian cahaya. Sebaliknya, di malam hari, pupil akan membesar untuk membiarkan banyak cahaya masuk.
Mata burung hantu mengandung sel-sel yang peka terhadap cahaya, sama seperti mata manusia. Dinamakan berdasarkan bentuknya, di mana sel-sel ini disebut batang dan kerucut.
Sel batang membantu penglihatan dalam cahaya redup. Sel kerucut membantu penglihatan warna. Mata burung hantu dipenuhi sel batang, itu kenapa burung hantu dapat melihat dengan baik meskipun berada di tempat gelap.
Di sisi lain, mata mereka hanya mengandung sedikit sel kerucut, sehingga apa yang dilihat manusia sebagai warna sebagian besar tampak hitam putih bagi burung hantu.
Jika dilihat dari ukuran, burung hantu memiliki ukuran hampir sama dengan burung pemangsa diurnal lainnya, yaitu elang, dengan panjang diperkirakan 13-70 cm dan rentang sayap 0,3-2,0 meter.
Semua jenis burung hantu memiliki penampilan yang sama, yang dicirikan dengan wajah datar, paruh kecil melengkung, dan sepasang mata besar yang menghadap ke depan. Ekornya pendek dan sayapnya terlihat membulat.