Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Fakta Unik Burung Paruh Kodok, Kembaran Burung Hantu yang Berkumis

tampak dekat burung paruh kodok
tampak dekat burung paruh kodok (unsplash.com/davidclode)

Burung satu ini aktif di malam hari. Matanya lebar nan tajam mengawasi mangsa sembari tubuhnya bertengger di dahan pohon. Paruhnya lebar menganga, bakal menyantap apa saja yang muat ke dalam mulutnya. Eits, burung ini bukan burung hantu. Burung ini adalah burung paruh kodok!

Ya, paruh kodok atau frogmouth merupakan salah satu jenis burung malam unik selain burung hantu. Sesuai namanya, paruh kodok punya paruh lebar yang bisa terbuka lebar seperti mulut kodok. Ada beberapa jenis paruh kodok asli Australia yang populer karena tampilannya yang gak biasa itu. Lantas, apakah ada burung paruh kodok di Indonesia? Yuk, kenalan dengan burung ini lewat fakta unik burung paruh kodok atau frogmouth yang perlu kamu tahu berikut ini!

1. Paruh kodok sering dikira burung hantu

Tawny frogmouth memperlihatkan bukaan mulut lebarnya.
Tawny frogmouth memperlihatkan bukaan mulut lebarnya. (commons.wikimedia.org/Mike's Birds)

Paruh kodok atau frogmouth merupakan jenis burung malam unik yang hidup di hutan tropis Asia Tenggara dan Australia. Burung ini dinamakan paruh kodok dan “mulut kodok” dalam bahasa Inggris karena paruhnya pipih lebar dengan bukaan mulut besar seperti kodok. Paruh lebarnya itu digunakan untuk menangkap serangga.

Di luar ciri khasnya itu, paruh kodok sering dikira burung hantu. Keduanya sama-sama aktif di malam hari dan suka bertengger diam di pohon. Namun, paruh kodok bukan burung pemangsa seperti burung hantu. Kaki paruh kodok lebih kecil, beda dengan kaki burung hantu yang besar dan kuat dengan cakar mematikan.

2. Paruh kodok berkerabat dengan burung cabak dan atoko

sepasang tawny frogmouth
sepasang tawny frogmouth (commons.wikimedia.org/Wildlifecartoons)

Dulu, paruh kodok tergolong dalam ordo yang sama dengan burung cabak (nightjar), Caprimulgiformes. Dikarenakan unik secara genetik dan morfologi, paruh kodok dikelompokkan dalam ordo sendiri, yaitu Podargiformes. Burung malam lain yang dulu juga satu ordo dengan cabak juga dikelompokkan dalam ordo masing-masing, seperti potoo (Nyctibiiformes), burung minyak (Steatornithiformes), dan atoko (Aegotheliformes). Di antara semua kerabatnya itu, paruh kodok berkerabat paling dekat dengan cabak dan atoko, menurut laman Carolina Birds.

3. Keragaman paruh kodok terbagi rapi oleh Garis Wallace

sepasang paruh kodok sri lanka bertengger berdekatan
sepasang paruh kodok sri lanka bertengger berdekatan (commons.wikimedia.org/Drashokk)

Paruh kodok dibagi jadi tiga genus, yaitu Batrachostomus, Podargus, dan Rigidipenna. Menariknya, laman Birds of the World menerangkan kalau keragaman spesies paruh kodok terbagi rapi oleh Garis Wallace. Paruh kodok di genus Batrachostomus hidup di Asia Tenggara, sementara paruh kodok di genus Podargus hidup di Australia dan Pulau Papua. 

Genus Podargus mencakup tiga spesies paruh kodok yang berukuran besar dan banyak dikenal orang. Contohnya ada tawny frogmouth (P. strigoides), paruh kodok papua (P. papuensis), dan marbled frogmouth (P. ocellatus). Genus Batrachostomus punya 12 spesies paruh kodok yang berukuran lebih kecil, lebih beragam, dan sangat sulit ditemukan. Sementara itu, genus Rigidipenna cuma punya satu spesies, yaitu paruh kodok solomon (R. inexpectata) yang disebut seperti pertengahan antara paruh kodok asli Asia dan Australasia.

4. Paruh kodok banyak hidup di Indonesia, satu spesies dilindungi hukum

paruh kodok dulit sedang bertengger
paruh kodok dulit sedang bertengger (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

Lantas, apakah ada paruh kodok di Indonesia? Ya, hutan Indonesia jadi salah satu rumah bagi banyak spesies paruh kodok. Paruh kodok papua, salah satunya. Spesies paruh kodok terbesar ini hidup di Papua dan Kepulauan Aru. 

Spesies paruh kodok lain yang bisa dijumpai di Indonesia yaitu paruh kodok jawa, paruh kodok Blyth, paruh kodok dulit, paruh kodok Gould, paruh kodok besar, paruh kodok Hodgson, paruh kodok ekor pendek, sampai paruh kodok sunda. Burung malam ini bisa dijumpai di hutan Kalimantan, Sumatra, Jawa, hingga Bali. Paruh kodok dulit yang asli Kalimantan termasuk hewan dilindungi di Indonesia.

5. Kebiasaan bersarang paruh kodok berbeda di tiap genus

Paruh kodok sri lanka duduk di sarang.
Paruh kodok sri lanka duduk di sarang. (commons.wikimedia.org/gailhampshire)

Perbedaan spesies-spesies paruh kodok juga terdapat pada kebiasaan bersarangnya. Seperti yang diterangkan laman Creagrus, paruh kodok asli Asia bangun sarang berbentuk mangkuk kecil rapi nan kokoh yang terbuat dari bulu halus yang dijalin. Jaring laba-laba, lumut, atau daun pohon kemudian ditambahkan di bagian luar sarang untuk bantu menyembunyikannya. Sementara itu, paruh kodok asli Australia punya sarang berukuran besar yang dibangun dari ranting yang saling disilangkan, kemudian dilapisi daun kering.

6. Burung malam yang dilengkapi dengan "kumis"

tampilan paruh kodok jawa
tampilan paruh kodok jawa (commons.wikimedia.org/Waskito kw)

Tahukah kamu kalau paruh kodok punya “kumis?” Kumisnya ini berupa bulu-bulu tegak yang tumbuh di sekitar paruh dan wajah. Bulu yang disebut rictal bristle ini jadi ciri khas paruh kodok serta kerabat-kerabat cabak lainnya seperti otoko dan burung minyak.

Panjang pendek bulu ini berbeda-beda di tiap spesies. Kumis pada paruh kodok asli Asia cenderung lebih panjang dari paruh kodok asli Australia, bahkan terkadang terlihat seperti rambut berantakan. Menurut laman Oiseaux Birds, rictal bristle paruh ini kemungkinan bantu mengarahkan mangsa ke dalam mulut, serta melindungi mata dari benturan dengan serangga bertubuh keras. Pasalnya, paruh kodok memang berburu serangga dengan melompat-lompat di antara tempat bertengger lalu menerkam langsung mangsa yang bergerak.

7. Pura-pura jadi kayu saat ada predator

paruh kodok sunda berkamuflase sempurna
paruh kodok sunda berkamuflase sempurna (commons.wikimedia.org/Melindra12)

Paruh kodok dikenal sangat sulit ditemukan karena kamuflasenya yang sangat baik. Bulu burung ini bervariasi mulai dari cokelat, cokelat kemerahan, sampai abu-abu. Warna samar ini, ditambah dengan corak garis-garis, membuat paruh kodok sangat mirip kulit kayu. Kamuflase ini melindungi paruh kodok dari predator saat ia sedang bertengger dan atau bersarang.

Uniknya lagi, nih, postur paruh kodok saat berkamuflase juga mirip banget dengan ranting atau dahan kayu. Kalau didekati, paruh kodok akan berdiri miring sambil menegakkan kepala dengan bulu dirapatkan ke tubuh. Matanya setengah dipejamkan sampai hanya menyisakan celah sempit. Kalau sudah berpose seperti ini, paruh kodok sulit ditemukan di antara dahan-dahan pohon.

Sungguh burung yang menarik, bukan? Hutan Indonesia jadi salah satu rumah bagi banyak spesies paruh kodok. Sayangnya, penerbangan hutan besar-besaran di hutan Indonesia mendorong paruh kodok pada jurang kepunahan. Semoga regulasi dan perlindungan hutan di Indonesia serta spesies-spesies flora fauna yang hidup di dalamnya bisa lebih dianggap serius, ya? 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Science

See More

7 Fakta Unik Burung Paruh Kodok, Kembaran Burung Hantu yang Berkumis

17 Feb 2026, 21:26 WIBScience