ilustrasi northern lights (pexels.com/stein egil liland)
Faktor penting yang menyebabkan aurora adalah intensitas angin Matahari. Angin Matahari yang mengandung partikel bermuatan, memengaruhi kemungkinan aurora terjadi di Bumi.
Di wilayah dekat kutub, medan magnetik Bumi akan memfokuskan dan mempertahankan partikel tersebut, menyebabkan aurora yang sering terjadi. Namun, di wilayah tropis, intensitas aurora umumnya lebih rendah karena jauh dari sumber angin Matahari yang aktif.
Leih lanjut, garis medan magnet Bumi membelokkan partikel bermuatan dari angin Matahari menuju kutub. Di kutub, partikel ini bertabrakan dengan molekul udara di atmosfer atas, menyebabkan cahaya aurora.
Di wilayah tropis seperti Indonesia, medan magnetnya cenderung lebih lemah. Partikel angin Matahari tidak tertarik ke atmosfer dengan intensitas yang cukup tinggi untuk menghasilkan aurora. Dapat dirangkum kenapa Indonesia tidak bisa melihat Aurora karena faktor medan magnet Bumi dan letak geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa.
Meskipun Indonesia tidak memiliki aurora, langit tropisnya menawarkan pesona lain, seperti bintang-bintang gemerlap, planet yang terang, dan gerhana bulan. Dalam konteks astronomi, setiap wilayah di dunia memiliki daya tarik dan fenomena uniknya tersendiri.
Referensi:
Qian, W. (2023). A physical explanation for the formation of auroras. Journal of Modern Physics, 14(03), 271–286.
National Geographic. Diakses pada Mei 2024. Aurora
Apakah Indonesia benar-benar tidak akan pernah bisa melihat aurora sama sekali? | Secara umum tidak bisa. Namun, jika terjadi badai matahari super ekstrem (seperti Carrington Event pada 1859), aurora bisa meluas hingga ke wilayah berlintang rendah mendekati khatulistiwa, meski kemungkinannya sangat langka. |
Apa dampak buruknya bagi Indonesia jika aurora sampai muncul di langit khatulistiwa? | Jika aurora sampai terlihat di Indonesia, itu tandanya Bumi sedang dihantam badai geomagnetik ekstrem. Dampak buruknya bukan pada kesehatan manusia, melainkan risiko kerusakan massal pada jaringan satelit, GPS, dan sistem kelistrikan (kemungkinan blackout total). |
Adakah fenomena cahaya langit malam di Indonesia yang mirip dengan aurora? | Ada, namanya Airglow (kilauan udara). Berbeda dengan aurora yang dipicu angin matahari di kutub, airglow terjadi di seluruh dunia (termasuk Indonesia) akibat reaksi kimia alami atmosfer saat melepaskan energi matahari yang diserap pada siang hari. Kilauannya sangat redup dan biasanya hanya bisa ditangkap kamera DSLR/Mirrorless dengan teknik long exposure. |
Apakah negara tropis yang punya pegunungan salju tinggi seperti Papua bisa memunculkan aurora? | Tidak bisa. Aurora adalah fenomena atmosfer atas (ketinggian 80–600 km) yang dipengaruhi oleh garis medan magnet Bumi, bukan karena faktor suhu dingin, cuaca, atau ketinggian daratan di permukaan Bumi. |