Kucing tidur memperlihatkan kumis di kaki depannya. (pexels.com/denniz-futalan-339724)
Sekarang, kamu sudah tahu betapa pentingnya kumis bagi kucing. Jadi, jangan pernah sekalipun memotong atau mencabut kumis kucing. Entah itu kumis yang ada di wajah maupun yang ada di kaki.
Kumis kucing tertanam jauh di dalam kulit dan dikelilingi saraf dan pembuluh darah. Kumis kucing merupakan bagian dari sistem sensorik. Bisa dibilang, kumis itu perpanjangan dari kulit kucing, jadi harus diperlakukan dengan hati-hati.
Memotong atau mencabut kumis kucing sangat mengganggu indra dan keseimbangan kucing. Kucingmu bisa mengalami disorientasi. Gak cuma itu, kucing juga bisa mengalami kondisi yang disebut phantom whiskers syndrome di mana representasi kumis di otak tetap aktif meski kumis asli sudah gak ada. Rasanya seperti saat manusia yang masih bisa merasakan anggota tubuh yang hilang setelah menjalani amputasi.
Namun, jangan panik kalau kamu menemukan satu atau dua kumis kucing rontok di lantai. Seperti bulu, kumis kucing juga bisa rontok dan tumbuh kembali. Hanya saja, prosesnya lebih panjang dari bulu biasa.
Nah, misterinya sudah terpecahkan. Kamu sudah tahu mengapa kucing punya kumis di kaki. Kumis di kaki sama pentingnya bagi kucing dengan kumis yang ada di wajah. Jadi, perlakukan dengan hati-hati, ya.