Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gak Cuma di Wajah, Mengapa Kucing Punya Kumis di Kaki?
tampak dekat kaki depan kucing (pexels.com/arina-krasnikova)
  • Kucing memiliki vibrissae di pipi, dagu, atas mata, dan belakang kaki depan; bulu sensorik ini mendeteksi benda serta perubahan aliran udara.
  • Kumis kaki atau carpal vibrissae membantu kucing mengenali gerakan, getaran, panas, ukuran, bentuk, dan posisi mangsa, terutama saat jarak pandang dekat atau kondisi temaram.
  • Sinyal kumis diprioritaskan otak kucing; karena terhubung saraf dan pembuluh darah, kumis tidak boleh dicabut atau dipotong, meski rontok alami dapat tumbuh kembali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kumis merupakan salah satu faktor yang menambah keimutan kucing. Kumis pulalah yang menjadikan kucing predator yang ditakuti. Eits, pernah perhatikan, gak? Ada beberapa bulu tebal panjang di bagian belakang kaki depan kucing. Itu adalah kumis kaki kucing.

Iya, kamu gak salah baca. Kucing punya kumis di kaki! Kumis ini memang gak sebanyak dan semencolok kumis di wajah kucing. Namun, keberadaannya tetap menimbulkan rasa ingin tahu. Mengapa kucing punya kumis di kaki? Apa fungsi kumis di kaki kucing?

1. Kucing punya kumis di beberapa titik

Kaki depan kucing memperlihatkan kumis di bagian pergelangan. (pexels.com/bui-van-dong-458090827)

Kumis atau vibrissae merupakan reseptor sensorik yang bantu kucing merasakan lingkungannya. Bulu-bulu ini gak cuma mendeteksi benda-benda di dekat kucing tapi juga mendeteksi perubahan sekecil apapun pada aliran udara. Dengan kumis, kucing bisa merasakan sesuatu bahkan sebelum menyentuhnya.

Menariknya, kumis kucing gak cuma terletak pada pipinya saja. Kumis kucing juga ada di dagu, atas mata, dan bagian belakang kaki depannya. Kumis di dagu untuk mendeteksi sesuatu di bawah mulut, sementara kumis di atas mata untuk melindungi mata. Lalu, apa fungsi kumis di kaki kucing?

2. Kumis di kaki kucing bikin kucing ahli berburu saat temaram

Kucing meregangkan tubuh, memperlihatkan kumis di bagian belakang kaki depan. (unsplash.com/desiree13)

Kumis di kaki kucing disebut carpal vibrissae. Letaknya di bagian belakang kedua kaki depan kucing. Lebih tepatnya lagi, di dekat pergelangan kaki.

Mungkin kamu sudah bisa menebak apa fungsi kumis di kaki kucing. Laman PetMD menjelaskan kumis di kaki kucing bantu mendeteksi pergerakan mangsa atau rintangan di bawah kaki kucing. Kumis di kaki kucing sangat berguna saat kucing berburu atau memanjat.

Ingat, kucing itu rabun dekat. Kumis di kaki kucing bantu melengkapi kekurangan penglihatannya itu. Saat mangsa atau mainan terlalu dekat untuk dilihat jelas oleh kucing, kumis di kaki dan wajah bantu untuk mendeteksi. Kumis bisa mendeteksi gerakan, getaran, hingga panas tubuh.

Seperti yang dijelaskan The Cat Fanciers' Association dalam laman resminya, kumis di kaki kucing bantu mendeteksi ukuran, bentuk, dan posisi mangsa yang ditangkap. Lewat kumis di kaki, kucing bisa merasakan upaya mangsa untuk berusaha kabur dari cengkeramannya. Inilah yang bikin kucing mahir berburu di senja atau fajar, serta di malam hari.

3. Otak kucing lebih prioritaskan sinyal dari kumis!

Kucing tidur memperlihatkan kumis di kaki depan. (pexels.com/oktay-koseoglu-42034955)

Fun fact! Otak kucing lebih memprioritaskan sinyal yang berasal dari kumis daripada anggota tubuh lainnya. Sepenting itu kumis bagi kucing!

Jadi, tiap kumis kucing punya ujung berupa organ yang disebut proprioseptor. Reseptor sensorik ini mengubah rangsangan mekanis menjadi sinyal saraf yang dikirim langsung ke otak. Menurut penjelasan laman Futura-Sciences, korteks somatosensorik kucing mengalokasikan porsi ruang otak yang lebih besar untuk memproses informasi dari kumis kucing daripada bagian tubuh lainnya. Menarik, bukan?

4. Kumis kucing harus diperlakukan dengan hati-hati

Kucing tidur memperlihatkan kumis di kaki depannya. (pexels.com/denniz-futalan-339724)

Sekarang, kamu sudah tahu betapa pentingnya kumis bagi kucing. Jadi, jangan pernah sekalipun memotong atau mencabut kumis kucing. Entah itu kumis yang ada di wajah maupun yang ada di kaki.

Kumis kucing tertanam jauh di dalam kulit dan dikelilingi saraf dan pembuluh darah. Kumis kucing merupakan bagian dari sistem sensorik. Bisa dibilang, kumis itu perpanjangan dari kulit kucing, jadi harus diperlakukan dengan hati-hati.

Memotong atau mencabut kumis kucing sangat mengganggu indra dan keseimbangan kucing. Kucingmu bisa mengalami disorientasi. Gak cuma itu, kucing juga bisa mengalami kondisi yang disebut phantom whiskers syndrome di mana representasi kumis di otak tetap aktif meski kumis asli sudah gak ada. Rasanya seperti saat manusia yang masih bisa merasakan anggota tubuh yang hilang setelah menjalani amputasi.

Namun, jangan panik kalau kamu menemukan satu atau dua kumis kucing rontok di lantai. Seperti bulu, kumis kucing juga bisa rontok dan tumbuh kembali. Hanya saja, prosesnya lebih panjang dari bulu biasa.

Nah, misterinya sudah terpecahkan. Kamu sudah tahu mengapa kucing punya kumis di kaki. Kumis di kaki sama pentingnya bagi kucing dengan kumis yang ada di wajah. Jadi, perlakukan dengan hati-hati, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article