Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengapa Penguin Saling Bertukar Batu sebagai Hadiah?
ilustrasi penguin (unsplash.com/Paul Carroll)
  • Penguin jantan memberi batu kerikil halus kepada betina sebagai simbol lamaran dan awal pembentukan pasangan selama musim berkembang biak.
  • Pemberian batu menjadi bagian dari ritual pendekatan yang disertai gerakan tubuh dan suara khas, menunjukkan keseriusan jantan dalam mencari pasangan.
  • Batu berfungsi penting untuk membangun sarang yang melindungi telur dari es dan air, sekaligus mencerminkan kerja sama serta strategi bertahan hidup penguin di lingkungan ekstrem.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Penguin adalah unggas perenang yang sangat menarik perhatian. Salah satu perilaku penguin yang sangat unik adalah saling memberikan batu atau kerikil sebagai hadiah. Perilaku ini sering dianggap sebagai salah satu ritual romantis paling unik di dunia hewan. Pada beberapa spesies, terutama penguin gentoo dan adelie, penguin jantan akan mencari batu kerikil yang halus dan menarik untuk diberikan kepada penguin betina. 

Batu tersebut berfungsi seperti hadiah atau simbol lamaran. Jika betina menerima batu itu, biasanya ia akan meletakkannya di area sarang, yang menandakan bahwa ia menerima jantan tersebut sebagai pasangannya untuk musim berkembang biak. Nah, di sini kita akan membahas lebih dalam fakta di balik perilaku manis ini.

1. Hadiah cinta di tengah es

Memberi batu kecil mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi penguin ini adalah bagian penting dari proses pendekatan. Penguin jantan biasanya membawa batu itu di paruhnya, kemudian mendekati betina dengan hati-hati sambil menunggu reaksinya. Jika betina tertarik, ia akan mengambil batu tersebut dan menaruhnya di sarang.

Ritual ini mirip dengan cincin pertunangan pada manusia. Batu kecil itu menjadi simbol awal terbentuknya pasangan. Ritual ini paling sering terjadi di habitat yang dipenuhi kerikil karena batu-batu kecil tersebut sangat dibutuhkan untuk membangun sarang.

2. Bagian dari ritual pendekatan

Pertukaran batu hanyalah satu bagian dari ritual pendekatan penguin yang lebih besar. Selain memberi batu, penguin juga melakukan berbagai gerakan, seperti menundukkan kepala, mengeluarkan suara panggilan, hingga gerakan leher yang sering disebut “trumpeting.”

Pada penguin gentoo, pemberian batu biasanya menjadi salah satu tanda pertama bahwa sepasang penguin mulai membentuk ikatan untuk musim berkembang biak. Bahkan, penguin jantan sering menghabiskan waktu cukup lama untuk mencari batu yang paling bagus. Batu yang terlihat sederhana bagi manusia bisa menjadi hadiah spesial bagi penguin betina.

Betina biasanya tidak langsung menerima batu tersebut. Ia bisa saja memeriksanya terlebih dahulu atau bahkan mengabaikan jantan untuk sementara. Jika tertarik, barulah batu itu ditambahkan ke sarang. Namun jika tidak, jantan bisa saja diabaikan atau diusir.

3. Batu sebagai bahan sarang

ilustrasi penguin (pixabay.com/jcrane)

Selain bernilai romantis, batu kerikil sebenarnya memiliki fungsi yang sangat penting. Pada spesies seperti gentoo dan adelie, sarang dibuat dari tumpukan batu kecil yang disusun membentuk lingkaran.

Sarang dari batu ini membantu mengangkat telur agar tidak langsung menyentuh es atau salju. Dengan begitu, telur menjadi lebih terlindungi dari air lelehan es serta suhu dingin ekstrem. Sarang berbatu juga membantu menjaga drainase sehingga telur tidak mudah tergenang air.

Dalam satu musim berkembang biak, pasangan penguin bisa mengumpulkan ratusan batu untuk memperkuat sarangnya. Baik jantan maupun betina biasanya terus menambahkan batu sepanjang masa pengeraman hingga anak penguin mulai tumbuh.

4. Persaingan dan “pencurian” batu

Karena batu kerikil berkualitas tidak selalu mudah ditemukan, penguin sering harus bersaing untuk mendapatkannya. Bahkan, tidak jarang terjadi pencurian batu di antara tetangga sarang.

Beberapa penguin diam-diam mengambil batu dari sarang pasangan lain ketika pemiliknya sedang pergi mencari makan. Karena itu, banyak pasangan penguin bergantian menjaga sarang agar batu mereka tidak dicuri.

Penguin jantan yang mampu membawa banyak batu bagus biasanya terlihat lebih menarik bagi betina. Perilaku ini menunjukkan bahwa jantan tersebut rajin, telaten, dan mampu membantu membangun sarang yang aman untuk telur mereka.

5. Simbol ikatan dan kelangsungan hidup

Banyak spesies penguin dikenal memiliki hubungan monogami setidaknya selama satu musim berkembang biak. Bahkan, beberapa pasangan dapat kembali bertemu di lokasi yang sama pada musim berikutnya.

Setelah ikatan pasangan terbentuk, ritual pemberian batu biasanya tidak sesering di awal. Namun, kadang perilaku ini tetap muncul sebagai semacam pengingat atau penguat hubungan di antara mereka.

Di lingkungan ekstrem, seperti wilayah Antarktika dan sub-Antarktika, setiap strategi bertahan hidup sangatlah penting. Sarang batu yang dibangun melalui pertukaran kerikil membantu melindungi telur dan anak penguin dari dingin, angin, serta air lelehan es.

Pada akhirnya, tradisi penguin yang saling memberi batu bukan sekadar gestur romantis. Ritual ini adalah perpaduan antara cinta, kerja sama, dan strategi bertahan hidup—sebuah contoh menarik bagaimana hewan beradaptasi dengan cerdas di lingkungan yang keras.

Referensi

Animals Around The Globe. Diakses pada April 2026. Penguins Gift Pebbles to Their Partners in Love
Animals Around The Globe. Diakses pada April 2026. The Penguin Who Brings Pebbles as Gifts
Discover Wildlife. Diakses pada April 2026. Do Penguins Really ‘Propose’ with Pebbles?
Firstpost. Diakses pada April 2026. Why Penguins Trade Pebbles? Inside The Sweet Courtship Ritual That Builds Their Future

Editorial Team