Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
maksim-golovko-_jqwTqM73sU-unsplash.jpg
ilustrasi gajah dengan caling (unsplash.com/Maksim Golovko)

Intinya sih...

  • Caling adalah gading kecil pada gajah Asia betina

  • 50% gajah Asia betina memiliki caling, yang berbeda dari gajah Afrika

  • Caling tidak punya fungsi besar dan membantu aktivitas ringan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gajah identik dengan gading besar yang panjang dan melengkung. Namun, tahukah kamu kalau tidak semua gajah betina memiliki gading seperti itu? Pada gajah Asia betina, terkadang ditemukan gading kecil yang disebut caling (dalam bahasa Inggris: tushes). Ukurannya jauh lebih pendek dan bentuknya berbeda dari gading jantan yang biasa kita lihat.

Caling adalah versi mini dari gading. Caling tumbuh pendek di sisi kanan dan kiri mulut gajah betina, sering kali nyaris tidak terlihat dari kejauhan. Meski kecil, bagian tubuh ini menyimpan banyak fakta menarik dari sisi anatomi, evolusi, hingga konservasi.

1. Apa itu caling pada gajah Asia betina

Caling adalah gading kecil yang dimiliki sebagian gajah Asia betina (Elephas maximus). Panjangnya biasanya hanya sekitar 2–5 cm. Berbeda dengan gading jantan yang besar dan berlubang di bagian dalam (memiliki rongga pulpa), caling tersusun hampir sepenuhnya dari dentin padat tanpa saraf dan pembuluh darah di dalamnya.

Karena strukturnya lebih sederhana, caling tidak tumbuh terus menerus seperti gading jantan dan lebih rapuh. Jika patah, caling bisa tumbuh lagi perlahan selama akarnya masih ada. Namun, caling tidak akan pernah berkembang menjadi gading panjang seperti pada gajah jantan.

2. Berapa banyak gajah betina yang memiliki caling

Tidak semua gajah Asia betina memiliki caling. Sekitar 50 persen gajah Asia betina memiliki caling, sementara sisanya benar-benar tidak memilikinya sama sekali. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan wilayah habitat. Berbeda dengan gajah Asia, gajah Afrika betina umumnya memiliki gading sejati, sama seperti jantan.

3. Fungsi caling

ilustrasi gajah dengan caling (pixabay.com/Anrita)

Karena ukurannya sangat pendek, caling tidak punya fungsi besar seperti gading jantan. Gading pada gajah jantan dipakai untuk:

  • Menggali air

  • Menumbangkan pohon

  • Bertarung dengan rival

  • Mengupas kulit kayu

Sementara caling pada gajah betina hanya membantu aktivitas ringan, seperti:

  • Menyibak tanaman kecil

  • Kontak sosial ringan

  • Isyarat visual dalam kelompok

Untuk pekerjaan berat, gajah betina jauh lebih mengandalkan belalai dan kaki, bukan caling.

4. Mengapa gajah Asia betina tidak mengembangkan gading besar

Secara evolusi, tubuh gajah betina lebih difokuskan pada:

  • Kehamilan

  • Menyusui

  • Mengasuh anak

Gading besar butuh energi besar untuk tumbuh. Dengan memiliki caling kecil atau bahkan tanpa gading, gajah betina bisa:

  • Lebih hemat energi

  • Lebih aman dari pemburu

  • Lebih fokus pada kelangsungan hidup anak

Ini membuat gajah Asia betina lebih adaptif di habitat yang sumber makanannya terbatas.

5. Caling, kebiasaan sisi dominan, dan lingkungan

Sama seperti manusia yang memiliki tangan dominan, gajah pun demikian. Ada yang lebih sering memakai sisi kanan atau kiri calingnya sehingga satu sisi bisa lebih aus daripada yang lain. Faktor lain yang memengaruhi ukuran caling:

  • Kualitas makanan

  • Kondisi habitat

  • Tekanan perburuan

Di daerah yang rawan perburuan, gajah tanpa gading justru lebih sering selamat dan berkembang biak. Akibatnya, populasi gajah tanpa gading makin meningkat.

6. Dampak caling terhadap konservasi gajah

ilustrasi gajah dengan caling (pixabay.com/Pixabay)

Meskipun ukurannya kecil, caling tetap termasuk gading sehingga tetap berisiko menjadi target perburuan liar. Padahal, gajah betina—baik bercaling atau tidak—sangat penting bagi kelangsungan populasi karena merekalah pemimpin kawanan dan pengasuh anak-anak gajah.

Perlindungan gajah betina sangat krusial karena:

  • Tingkat kelangsungan hidup mereka menentukan masa depan populasi

  • Mereka memimpin struktur sosial kawanan

  • Mereka mengajarkan jalur migrasi dan sumber air pada keturunannya.

Caling pada gajah Asia betina adalah contoh bagaimana alam menyesuaikan tubuh makhluk hidup dengan kebutuhan hidupnya. Kecil, sederhana, tapi efektif untuk bertahan. Di balik ukurannya yang mungil, caling menyimpan cerita tentang evolusi, adaptasi, dan perjuangan gajah betina dalam menjaga generasi berikutnya. Dengan mengenal caling, kita jadi semakin paham bahwa setiap bagian tubuh hewan punya peran penting dalam keseimbangan alam.

Referensi

Elephant Parade. Diakses pada Januari 2026. What's The Difference Between Male and Female Elephants? 
Herd. Diakses pada Januari 2026. The Anatomy of an Elephant ~ The Elephant’s Tusks
Londolozi. Diakses pada Januari 2026. Elephants Tusks: Why So Different?
Wildlife SOS. Diakses pada Januari 2026. Difference between Tusks and Tushes in Asian Elephant

Editorial Team