Benarkah Gajah Memiliki Ingatan Abadi? Ternyata Begini Faktanya!

Kebanyakan orang mengenali gajah sebagai hewan bertubuh besar dengan belalai yang panjang. Gak bisa dimungkiri, dengan berat antara 4.000 kg—6.000 kg, dan tinggi 3—4 meter, gajah merupakan hewan darat terbesar di planet ini. Namun gak banyak yang tahu kalau di balik tubuh besarnya itu, gajah juga merupakan hewan yang cerdas.
Tentu aja kecerdasan gajah gak bisa disandingkan dengan manusia. Namun dibandingkan dengan hewan lain, gajah memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Mereka juga dikenal memiliki ingatan yang kuat, bahkan kerap disebut-sebut memiliki ingatan yang abadi. Pertanyaannya, benarkah gajah memiliki ingatan abadi? Berikut penjelasannya!
1. Otak gajah berukuran lebih besar dari otak manusia

Gajah bukan hanya memiliki tubuh yang besar. Lebih dari itu, mereka juga ternyata memiliki ukuran otak yang juga besar. Kenapa ukuran otak gajah penting? Ini karena dalam dunia hewan, ukuran otak seringkali dijadikan tolak ukur untuk kecerdasan mereka. Biasanya semakin besar ukuran otak seekor hewan, maka semakin tinggi juga tingkat kecerdasan hewan tersebut.
Dilansir National Library of Medicine, otak gajah memiliki berat 4,5—5 kilogram. Gak hanya lebih berat, otak gajah juga terdiri dari sekitar 257 miliar neuron. Jumlah ini bahkan lebih banyak daripada otak manusia yang memiliki berat otak 1,3—1,4 kilogram, dan perkiraan jumlah neuron 86 miliar. Namun gak seperti otak manusia, sebagian besar neuron di otak gajah berfungsi untuk mengatur pergerakan tubuh mereka yang besar.
2. Gajah memiliki memori jangka panjang yang sangat baik

Bagian depan otak gajah terdiri dari lobus temporal yang sangat berkembang. Lobus temporal sendiri merupakan bagian otak yang berfungsi untuk pemrosesan informasi, dan memori jangka panjang. Dilansir Live Science, pada kehidupan sehari-hari, lobus temporal ini membantu gajah mengingat rute migrasi, jalur menuju sumber air, mengenali setiap anggota di kelompoknya, hingga melacak satu sama lain hanya dengan menggunakan indera penciuman. Hebatnya lagi, kawanan gajah bahkan bisa mengidentifikasi bahasa manusia hanya dengan mendengarkan suaranya.
Sekelompok peneliti dari University of Sussex pernah melakukan pengujian pada kawanan gajah di Amboseli National Park, Kenya. Mereka memperdengarkan rekaman suara pria yang berasal dari dua kelompok etnis yang berbeda, yakni Suku Maasai dan Suku Kamba. Suku Maasai sendiri diketahui memiliki kebiasaan membunuh gajah liar di masa lalu. Alhasil ketika rekaman suara pria Maasai diputar, kawanan gajah menunjukkan reaksi ketakutan. Mereka mulai berkerumun, dan menjauh dari asal suara.
Reaksi berbeda justru ditunjukkan para gajah ketika rekaman suara Suku Kamba diputar. Alih-alih ketakutan, gajah-gajah ini tetap bersikap tenang seolah-olah gak terjadi apa-apa. Hal ini menunjukkan bahwa kawanan gajah bukan hanya sekedar mengenali bahasa manusia, tetapi juga mengidentifikasi perbedaan bahasa dan mengaitkannya dengan pengalaman mereka di masa lalu.
3. Benarkah gajah memiliki ingatan abadi?

Gak bisa dimungkiri, gajah merupakan hewan cerdas yang memiliki ingatan kuat. Namun pernyataan bahwa mereka memiliki ingatan abadi atau bahkan gak pernah lupa sebetulnya agak berlebihan. Dilansir AZ Animals, benar bahwa gajah bisa mengingat banyak hal dalam waktu lama. Namun ingatan itu biasanya hanya berlangsung selama belasan hingga puluhan tahun saja. Dalam kawanan, gajah betina tertua adalah pemimpin kelompok karena ia hidup paling lama, dan memiliki ingatan terbaik.
Namun hal-hal yang diingat pun terbatas pada hal-hal penting untuk kelangsungan hidup ia dan kawanannya. Pemimpin kelompok mengingat tempat-tempat yang memiliki sumber makanan berlimpah yang pernah ia kunjungi bertahun-tahun lalu, jalan menuju sumber air yang berlokasi jauh, hingga wajah kawanannya. Selain itu, gajah juga mengenali orang atau gajah lain yang pernah ditemuinya. Gak hanya sekedar mengenali wajah, mereka juga mengetahui apakah gajah atau orang ini merupakan kawan atau justru musuh yang harus diwaspadai.
Gajah memang memiliki ingatan yang kuat, tetapi ingatan itu juga gak selalu ada. Layaknya manusia, mereka juga bisa melupakan sesuatu. Terutama jika usianya sudah sangat tua, atau mereka pernah mengalami kejadian traumatis sebelumnya.



















