Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal Kapal Battleship, Ikon Kekuatan Maritim Masa Lalu
kapal perang berjenis battleship bernama Tirpitz milik AL Jerman di era PD II, battleship kedua dari kelas Bismarck dan yang terbesar di Eropa (commons.wikimedia.org/US Naval Historical Center)
  • Battleship adalah kapal perang besar berlapis baja dengan meriam kaliber raksasa yang mendominasi lautan dari akhir abad ke-19 hingga Perang Dunia II sebagai simbol kekuatan maritim negara.
  • Kapal battleship legendaris seperti Yamato, Musashi, Bismarck, dan kelas Iowa milik AS menjadi ikon sejarah karena ukuran, kecepatan, serta perannya dalam berbagai pertempuran besar dunia.
  • Era battleship berakhir akibat kemajuan teknologi rudal dan kapal induk modern yang lebih efisien, presisi tinggi, serta membutuhkan kru jauh lebih sedikit dibandingkan kapal perang raksasa masa lalu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam dunia maritim militer dikenal berbagai jenis kapal perang permukaan seperti: kapal perusak (destroyer), kapal penjelajah (cruiser), kapal korvet, kapal fregat hingga kapal kapal induk pengangkut pesawat(aircraft carrier). Sebenarnya ada satu lagi jenis kapal perang permukaan yang pernah menjadi ikon kekuatan maritim sebuah negara di masa lalu namun sudah tak ada lagi negara yang mengoperasikannya, yakni battleship. Battleship adalah jenis kapal perang permukaan besar dan memiliki lapisan baja tebal yang didesain dan dirancang untuk melakukan duel langsung dengan kapal perang lawan di atas permukaan laut.

Kapal battleship memiliki fitur meriam-meriam kaliber besar berukuran antara 11 hingga 18 inci sebagai persenjataan utamanya. Secara historis, battleship merupakan kapal perang permukaan yang dominan dari akhir abad ke-19 hingga era Perang Dunia (PD) II. Kapal perang ini memiliki kemampuan untuk menghancurkan kapal musuh pada jarak lebih dari 30-an km (20 mil). Pada masanya Battleship dioperasikan oleh sejumlah negara dan menjadi simbol kekuatan maritim mereka.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai kapal yang dijuluki "monster" maritim yang menakutkan ini, simak empat fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Battleship terbesar dimiliki AL Jepang di era PD II

potret battleship Yamato milik AL Kekaisaran Jepang yang bersama battleship Musashi merupakan kapal battleship terbesar yang pernah dibuat (commons.wikimedia.org/ Kure Maritime Museum)

Menurut laman US Naval Institute, kapal battleship terbesar yang pernah dibuat oleh manusia adalah battleship milik AL Kekaisaran Jepang di era PD II dari kelas Yamato, yakni Yamato dan Musashi. Kedua battleship tersebut memiliki dimensi ukuran yang identik, dengan panjang sekitar 263 m dan berat muatan penuh (displacement) hingga sekitar 72.000-an ton. Yamato dan Musashi mengusung senjata utama meriam kapal kaliber besar, diantaranya: 3 x meriam tiga laras kaliber 18,1 inci, dan 4 x meriam tiga laras kaliber 6,1 inci serta senjata masif pertahanan udara yang menjadikannya sebagai simbol kekuatan maritim Kekaisaran Jepang di lautan saat itu

Yamato dan Musashi akhirnya ditenggelamkan saat PD II berkecamuk di Pasifik oleh kekuatan udara dari kapal-kapal induk Amerika Serikat (AS) yang mengerahkan pesawat-pesawat pengebom dan pembawa torpedo untuk mengeroyok battleship terbesar di dunia tersebut dengan senjatanya. Selain Jepang, pihak lawan Sekutu di PD II yang memiliki kapal battleship terkenal adalah Jerman dengan battleship Bismarck dan Tirpitz yang memiliki panjang 251 m dan bobot muatan penuh 49.000-an ton. Bismarck ditenggelamkan pada tahun 1941 oleh kombinasi serangan kapal perang dan pesawat pembawa torpedo, sedangkan Tirpitz ditenggelamkan pada tahun 1944 oleh serangan pesawat pengebom AU Inggris yang membawa bom khusus berjuluk "Tallboy".

2. Battleship tercepat dimiliki AL AS

USS New Jersey (BB62) adalah battleship paling cepat milik AL AS yang telah dipensiun (commons.wikimedia.org/Bryant)

Guinness Book of World Records menganugerahi USS New Jersey (BB-62) dengan gelar battleship tercepat dalam sejarah dengan top speed mencapai sekitar 35,2 knot atau sekitar 65,2 km/jam. USS New Jersey adalah salah satu kapal battleship dari kelas Iowa yang terdiri dari 4 buah kapal: USS Iowa (BB-61), USS New Jersey (BB-62), USS Missouri (BB-63) dan USS Wisconsin (BB-64). Menurut laman Battleship New Jersey, kelas Iowa adalah kelas kapal battleship AL AS terakhir yang dibuat dan yang terakhir beroperasi sebelum dipensiun, serta satu-satunya kelas kapal battleship yang dirancang untuk membawa proyektil berhulu ledak nuklir.

Keempat kapal battleship dari kelas Iowa tersebut bertugas dalam era PD II, Perang Korea, dan Perang Dingin, serta beberapa di antaranya bertempur dalam Perang Teluk. Hanya USS New Jersey yang bertugas dalam Perang Vietnam, konflik di Lebanon dan juga di Teluk Persia sebelum dipensiun di tahun 1991. Sejarah USS New Jersey membentang selama lebih dari setengah abad di abad ke-20 dari desainnya pada tahun 1938 hingga dipensiun pada tahun 1991. USS New Jersey bertempur di banyak pertempuran dan menembakkan lebih banyak peluru dalam pertempuran dibandingkan battleship lainnya dalam sejarah.

3. USS Missouri (BB-63) adalah battleship yang terkenal di dunia populer

potret kapal battleship milik AL AS yang telah dipensiun: USS Missouri (BB63) di tahun 1984

Terdapat salah satu battleship yang terkenal dalam dunia populer yakni: USS Missouri (BB-63). USS Missouri adalah kapal battleship yang selesai dibuat pada tahun 1944 untuk AL AS. Kapal perang tersebut ditugaskan ke palagan Pasifik selama era PD II, USS Missouri berpartisipasi dalam pertempuran terkenal perebutan Pulau Iwo Jima dan Okinawa. Dalam budaya populer, USS Missouri ditampilkan dalam film Hollywood, seperti film berjudul Under Siege (rilis 1992) yang dibintangi oleh aktor laga Steven Seagal.

Selain itu USS Missouri juga ditampilkan dalam film fiksi berjudul Battleship (rilis 2012) yang dibintangi oleh aktris Rihanna yang berkisah tentang pertempuran armada angkatan laut internasional yang dipimpin AL AS melawan alien. Di atas deknya, pada tanggal 2 September 1945 pihak Jepang menandatangani secara resmi dokumen penyerahan tanpa syarat kepada Sekutu yang secara efektif mengakhiri PD II. Saat ini USS Missouri telah difungsikan sebagai museum permanen dan monumen peringatan di Pearl Harbor, Hawaii, AS yang dikelola oleh USS Missouri Memorial Association.

4. Dipensiun karena perkembangan teknologi militer maritim

potret USS Gerald R. Ford (CVN-78), kapal induk terbesar milik AL AS, perkembangan teknologi kapal induk modern mengakhiri era battleship (commons.wikimedia.org/Jackson Adkins)

Saat ini sudah tak ada lagi negara yang mengoperasikan kapal berjenis battleship ini karena perkembangan teknologi militer maritim dalam bentuk peluru kendali (rudal) jarak jauh dan kapal induk pengangkut pesawat. Battleship memang membawa meriam kaliber besar yang mampu menghancurkan musuh pada jarak lebih dari 30-an km, namun teknologi rudal yang mampu dibawa sebuah kapal destroyer yang berukuran lebih kecil saat ini mampu menghancurkan musuh dari jarak yang sangat jauh dengan presisi tinggi (pinpoint accuracy).

Dari segi jumlah kru yang mengoperasikan, battleship sudah tak lagi efisien karena melibatkan 2.000-an awak kru sementara kapal perusak terbesar AL AS dari kelas Zumwalt hanya melibatkan sekitar 150-an awak kru. Salah satu faktor terpenting yang mengakhiri era battleship adalah perkembangan teknologi kapal induk modern yang mampu membawa puluhan jet tempur serang di atas geladaknya yang mampu melakukan serangan terhadap kapal perang permukaan musuh dari jarak yang sangat jauh sehingga kapal induk merupakan kapal perang yang memiliki fire power ofensif terkuat saat ini.

Semoga informasi ini dapat menambah wawasan kamu mengenai salah satu jenis kapal perang permukaan yang disegani dan menjadi lambang kekuatan maritim di masa lalu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team