Kalau diperhatikan lebih dekat, mata serangga memiliki bentuk yang berbeda dari mata manusia. Banyak serangga memiliki mata majemuk, yaitu mata yang tersusun dari ribuan unit kecil bernama ommatidia. Setiap unit bekerja seperti lensa mini yang menangkap bagian kecil dari lingkungan sekitar. Otak serangga kemudian menggabungkan semua informasi itu menjadi satu gambar besar. Hasilnya mungkin tidak setajam penglihatan manusia, tetapi sangat efektif untuk mendeteksi gerakan dan perubahan di sekitar mereka dengan cepat.
Kemampuan ini menjadi salah satu alasan kenapa serangga bisa bertahan hidup di alam liar. Lalat, misalnya, mampu merespons gerakan tangan manusia hanya dalam sepersekian detik sehingga sulit ditangkap. Sementara itu, capung mempunyai penglihatan hampir 360 derajat yang membantu mereka berburu mangsa saat terbang. Bahkan, ada serangga tertentu yang dapat melihat cahaya ultraviolet yang tidak terlihat oleh manusia. Fakta-fakta unik ini menunjukkan bahwa penglihatan majemuk bukan sekadar bentuk mata yang aneh, melainkan sistem visual canggih yang telah berevolusi selama jutaan tahun.
