Memasuki bulan Oktober, fenomena langit berupa hujan meteor Draconid akan menyapa langit malam. Berbeda dari kebanyakan hujan meteor yang mengharuskan kita terjaga hingga larut malam, Draconid justru membalikkan semua aturan astronomi dengan menyajikan pemandangan spektakuler tepat setelah matahari terbenam.
Diketahui, meteor ini asalnya dari reruntuhan debu dan material es yang ditinggalkan oleh komet periodik 21P/Giacobini-Zinner, yang merupakan sebuah benda langit yang mengorbit Matahari setiap 6,6 tahun. Artinya, Draconid bukan sekadar debu angkasa biasa. Dengan adanya artikel ini, kita akan mencari lebih dalam tentang apa itu hujan meteor Draconid dan kapan waktu terbaik untuk melihatnya!
