Indonesia seharusnya bangga jika menjadi nomor satu di dunia. Namun sayangnya, ini bukan tentang sebuah prestasi yang patut dirayakan, melainkan soal emisi dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada 1–7 September 2026, emisi kebakaran di Indonesia mencapai 19,7 juta ton CO2, lebih dari sepertiga total emisi kebakaran global pada periode tersebut.
Angka ini menunjukkan bahwa kebakaran hutan bukan sekadar persoalan lahan yang terbakar, tetapi juga sumber emisi yang memperparah krisis iklim. Ironisnya, spanduk protes bisa diturunkan dalam hitungan jam, sementara karhutla dan emisinya tak bisa diselesaikan secepat itu. Lantas, negara mana saja yang menyumbang emisi kebakaran terbesar di dunia, dan bagaimana posisi Indonesia? Berikut beberapa fakta terbaru per Oktober 2026 yang perlu kamu tahu!
