Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Negara dengan Populasi Ular Terbanyak, Indonesia Termasuk!
ular (commons.wikimedia.org/Josh Buckley)
  • Lima negara dengan populasi ular terbanyak adalah Meksiko, Brasil, Indonesia, India, dan Kolombia, masing-masing memiliki ratusan spesies yang tersebar di berbagai habitat alami.
  • Meksiko menempati posisi teratas dengan 438 spesies ular, disusul Brasil dengan 420 spesies dan Indonesia di urutan ketiga dengan 376 spesies yang tersebar dari barat hingga timur.
  • Kondisi tropis, curah hujan tinggi, serta ekosistem hutan lebat menjadi faktor utama melimpahnya populasi ular di negara-negara tersebut yang menandakan lingkungan masih asri dan seimbang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ular (infraordo Serpentes) adalah salah satu jenis reptil dengan penyebaran terluas. Hewan tak berkaki tersebut bisa dijumpai di Amerika, Eropa, Afrika, Asia, hingga Australia. Namun, ada beberapa negara dengan populasi ular terbanyak. Bahkan, terdapat lebih dari 300 spesies ular di satu negara.

Kebanyakan negara dengan populasi ular melimpah merupakan daerah tropis bersuhu hangat. Hutan lebat, semak belukar tinggi, dan sumber air berlimpah membuat ular betah tinggal di semua negara tersebut. Lantas, apa saja negara yang dimaksud dan berapa jumlah spesies ularnya? Temukan jawabannya di bawah ini!

1. Meksiko (438 spesies ular)

Meksiko (commons.wikimedia.org/Alejandro Islas Photograph AC)

Meksiko merupakan negara yang cukup unik karena memiliki spesies ular sangat beragam. Spesies ular di Meksiko merupakan gabungan dari spesies ular di Amerika utara, tengah, dan selatan. Dilansir Animalia, di Meksiko ada ular berbisa seperti copperhead, ular berwarna cerah seperti ular susu, hingga ular tidak berbisa seperti ular garter.

Penyebaran ular di Meksiko juga beragam, mulai dari savana, gurun, pantai, hingga area pemukiman. Bisa dibilang ular di Meksiko menghuni semua sudut. Karena itu, kamu harus berhati-hati jika pergi ke negara ini. Beberapa spesies ular yang sering ditemukan di Meksiko adalah Ninia sebae (ular kopi merah), Spilotes pullatus (ular ayam), dan Micrurus diastema (ular karang).

2. Brasil (420 spesies ular)

Brasil (commons.wikimedia.org/Rafael Rabello de Barros)

Brasil merupakan negara yang dihuni oleh berbagai spesies ular yang sangat terkenal. Mau itu ular viper yang berbisa, anaconda berukuran raksasa, hingga boa pembelit yang lilitannya kuat bisa kamu temukan di negara tersebut. Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa hal, seperti suhu di Brazil yang cocok untuk ditinggali ular hingga wilayah Brazil yang dikelilingi oleh Hutan Amazon.

Dilansir Bird Watching HQ, beberapa ular yang sering ditemukan di Brazil adalah Eunectes murinus (anaconda hijau), Boa constrictor (boa pembelit), dan Crotalus durissus (ular derik neotropikal). Brazil juga memiliki satu pulau unik yang bernama Pulau Ular atau Ilha de Queimada Grande. Pulau tersebut dihuni oleh Bothrops insularis (lancehead emas) yang merupakan spesies terancam punah.

3. Indonesia (376 spesies ular)

Indonesia (commons.wikimedia.org/Uwe Aranas)

Di Asia tenggara, Indonesia menjadi negara dengan populasi ular terbanyak. Curah hujan tinggi, bentang alam yang beragam, dan alam yang masih asri menjadi beberapa alasan mengapa Indonesia dihuni oleh banyak spesies ular. Ular viper, elapid, dan ular sanca merupakan beberapa jenis ular yang sering ditemukan di Indonesia. Uniknya, tiap daerah memiliki ciri khas yang berbeda.

Indonesia bagian barat cenderung memiliki spesies ular yang mirip dengan wilayah Asia. Di sisi lain, spesies ular di Indonesia timur sangat mirip dengan ular dari Australia dan Oseania. Tak hanya di desa, bahkan perkotaan juga tak luput dari kehadiran ular. Dilansir CNNWorld, penampakan ular di kota besar seperti Jakarta terus meningkat.

4. India (305 spesies ular)

India (commons.wikimedia.org/Vyacheslav Argenberg)

India sangat terkenal dengan ular yang berbahaya, entah itu ular berbisa seperti kobra hingga ular raksasa seperti sanca. Tak cuma berkeliaran bebas, ular juga menjadi simbol yang penting bagi budaya dan masyarakat lokal. Jika diperhatikan, ada banyak lukisan, patung, dan karya seni yang menggambarkan ular di negara tersebut.

Dilansir Wildlife SOS, India memiliki The Big Four, yaitu empat spesies ular paling berbahaya di negara tersebut. The Big Four terdiri atas Naja naja (kobra india), Bungarus caeruleus (krait benggala), Daboia russelii (viper russel), dan Echis carinatus carinatus (viper sisik gergaji). Tiap tahunnya, keempat ular tersebut mampu membunuh ratusan orang di India.

5. Kolombia (301 spesies ular)

Kolombia (commons.wikimedia.org/Diego Delso)

Spesies ular yang menghuni Kolombia tak jauh berbeda dengan Brazil, yaitu boa, viper, hingga ular karang. Biasanya, ular yang menghuni Kolombia bisa dijumpai di hutan hujan tropis, kebun, bebatuan, pepohonan, hingga area pemukiman. Tak jarang, ular-ular tersebut juga memiliki kemampuan kamuflase yang baik sehingga sulit dideteksi.

Dilansir El Faro, Bothrops atrox atau lancehead merupakan ular paling berbahaya dan paling berlimpah di Kolombia. Padahal, ular tersebut tidak terlalu besar dengan panjang sekitar 1-1,8 meter. Tak hanya bisa ditemukan di berbagai tempat, bisanya juga sangat kuat. Jika tergigit, manusia bisa mengalami pembengkakan, rasa sakit yang luar biasa, hingga kematian.

Kehadiran ular di semua negara tersebut bukanlah sebuah hal buruk. Sebaliknya, banyaknya spesies ular menunjukan kalau semua negara tersebut merupakan tempat yang asri, hijau, dan punya ekosistem yang masih terjaga. Kita harus mencoba hidup berdampingan dengan ular dan senantiasa menghindari konflik dengan reptil tersebut. Jika ular tak mengganggu, maka kita tak boleh mengusik mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team