Apakah Hanya Ular Derik yang Menggoyangkan Ekornya?

- Ular derik dikenal sebagai ular berbisa tinggi dari famili Viperidae yang menggoyangkan ekornya dan menghasilkan suara khas saat merasa terancam.
- Ternyata, banyak spesies ular lain seperti cottonmouth, gopher, dan tikus juga menggoyangkan ekor untuk bertahan atau menipu mangsa tanpa menghasilkan suara.
- Selain menggoyangkan ekor, beberapa ular memiliki strategi pertahanan lain seperti menyemburkan bisa, mengeluarkan bau tak sedap, hingga berpura-pura mati.
Ular detik atau rattlesnake merupakan penyebutan bagi beberapa spesies ular dari subfamili Crotalinae. Jika ditarik lagi, ular derik merupakan jenis ular viper dari famili Viperidae. Ia memiliki kepala segitiga, pupil vertikal, ukuran yang tidak terlalu besar, dan taring yang bisa ditekuk. Semua ular derik juga berbisa tinggi dan ia akan menggoyangkan ekor ketika merasa terancam.
Sembari digoyangkan, ekornya akan mengeluarkan suara keras yang mampu menakut-nakuti predator. Hal tersebut menjadi ciri khas yang selalu melekat pada ular derik. Namun, apakah hanya ular derik yang menggoyangkan ekornya? Ungkap faktanya di bawah ini, yuk!
1. Apakah hanya ular derik yang menggoyangkan ekornya?

Ular derik bukan satu-satunya jenis ular yang akan menggoyangkan ekornya saat merasa terancam. Namun, ia merupakan satu-satunya ular yang bisa mengeluarkan suara saat menggoyangkan ekornya. Sebab ujung ekornya berongga dan memiliki banyak segmen. Saat ekornya digerakkan, semua segmen tersebut akan saling bertebar dan menghasilkan suara keras.
Dilansir Live Science, ular viper lain seperti cottonmouth juga bisa menggoyangkan ekornya ketika merasa terancam. Ular gopher yang tidak berbisa juga akan melakukukannya. Tak mau kalah, ular tikus yang sering ditemukan di benua Asia dan Amerika juga akan menggoyangkan ekornya. Menggoyangkan ekor adalah strategi pertahanan sekaligus mimikri dalam rangka meniru ular derik.
2. Fungsi menggoyangkan ekor pada ular

Terdapat dua fungsi utama dari menggoyangkan ekor, yaitu mempertahankan diri dan menipu mangsa. Saat menggerakkan ekor ular, akan terlihat semakin ganas, berbahaya, dan menakutkan bagi predator. Alhasil, predator akan takut untuk mendekat dan akhirnya pergi. Sembari menggoyangkan ekor ular, juga akan menegakkan kepala dan jika terpojok tak segan untuk menggigit.
Dilansir World Animal Foundation, beberapa spesies ular seperti boa tanah, death adder, dan copperhead juga bisa menipu mangsa dengan goyangan ekor. Ekor yang digoyangkan terlihat seperti cacing atau serangga. Alhasil, hewan kecil seperti burung, katak, kodok, dan tikus akan tertarik. Perlahan mereka akan mendekat dan saat itulah ular segera menyergap mangsanya.
3. Strategi pertahanan ular selain menggoyangkan ekor

Tak semua ular bisa menggoyangkan ekornya. Berbagai sumber menjelaskan bahwa tiap spesies ular memiliki strategi pertahanan diri yang berbeda. Salah satu strategi pertahanan diri paling spektakuler adalah kemampuan menyemburkan bisa. Hal tersebut bisa dilakukan oleh kobra penyembur. Tak tanggung-tanggung, ia mampu menyemburkan bisa hingga jarak 3 meter.
Beberapa ular juga akan memipihkan atau menggembungkan badannya saat merasa terancam. Hal tersebut membuatnya terlihat lebih besar dan semakin mengintimidasi di mata predator. Tak lupa, ada juga ular yang bisa mengeluarkan bau tak sedap untuk menghalau predator. Terakhir, ular hognose bisa berpura-pura mati ketika disentuh, stres, takut, atau terpojok.
4. Cara menghadapi ular yang menggoyangkan ekor

Laman Rentokil menjelaskan bahwa terdapat lima cara yang bisa dilakukan saat bertemu ular, yaitu jangan mencoba menyentuhnya, amankan keluarga, evakuasi dan panggil pihak profesional, hindari gerakan mendadak, serta pergi ke fasilitas kesehatan jika ular menggigit. Jika berjumpa dengan ular di alam liar, terdapat empat hal krusial yang harus dilakukan, yaitu jangan menyentuh dan memprovokasi ular, mundur perlahan, hindari gerakan secara tiba-tiba, serta biarkan ular pergi tanpa perlu mengusiknya.
Ular derik yang menggoyangkan ekornya bukanlah keunikan langka. Justru, kemampuan tersebut cukup umum di dunia ular. Pasalnya, ekor merupakan bagian tubuh ular yang sangat fleksibel dan bisa digerakkan dengan berbagai cara. Bisa dibilang, ekor merupakan salah satu bagian tubuh ular yang paling lentur, berguna, dan multifungsi.


















