Comscore Tracker

Nobar, Eksperimen dan Belajar Bahasa Jerman di Science Film Festival

Bermain sambil belajar, seru banget!

Surabaya, IDN Times - Gelaran acara Science Film Festival 2019 di hari kelima tak kalah seru dari hari-hari sebelumnya. Bertempat di SMAN 5 Surabaya pada Jum'at (1/11), Science Film Festival 2019 menyajikan dua film sekaligus menantang para peserta untuk melakukan dua macam eksperimen serta belajar bahasa Jerman!

Bagaimana detail acara Science Film Festival yang digelar di SMAN 5 Surabaya? Intip keseruannya di bawah ini! Baca sampai habis, ya!

1. Peserta berasal dari SMPN 1 Surabaya

Nobar, Eksperimen dan Belajar Bahasa Jerman di Science Film FestivalIDN Times/Nena Zakiah

Sejatinya, Science Film Festival 2019 telah dihelat di SMAN 5 Surabaya sejak Kamis (31/10). Sesi pertama digelar pada pukul 09.00-12.00 dan mengundang 3 sekolah dasar (SD) sebagai peserta. Lalu, sesi selanjutnya pukul 13.00-15.30 peserta datang dari siswa-siswi SMAN 5 Surabaya sendiri.

Sementara, pada Jum'at (1/11), 40 orang siswa dari SMPN 1 Surabaya yang menjadi peserta. Menurut Margaretha Tri Widowati, wakil kepala sekolah bagian sarana prasarana sekaligus Ketua Panitia Science Film Festival 2019 di SMAN 5 Surabaya, respon dan antusiasme dari peserta begitu luar biasa.

2. Ada dua film yang diputar hari ini

Nobar, Eksperimen dan Belajar Bahasa Jerman di Science Film FestivalIDN Times/Nena Zakiah

Sebenarnya, ada total 13 film yang diputar pada Science Film Festival 2019. Namun, karena waktu yang terbatas, setiap sesi hanya memutar 2 film saja. Film ini berasal dari berbagai negara, yakni Jerman, Thailand, India dan lainnya. Semua film mengangkat sains sebagai tema utamanya, ungkap Rebeca Dwi Palupi, program assistant Wisma Jerman.

Film yang diputar pada Jum'at (1/11) adalah "Bodypedia" karya sutradara Mio Akutagawa yang berasal dari Jepang dengan durasi 10 menit 6 detik. Ada pula film berjudul "Outdoors Bound - Plastic in My Food" karya sutradara Alexander Gerst dan Malin Büttner yang berasal dari Jerman dan berdurasi 20 menit 12 detik.

3. Setelah menonton film, peserta ditantang untuk melakukan eksperimen

Nobar, Eksperimen dan Belajar Bahasa Jerman di Science Film FestivalIDN Times/Nena Zakiah

Tidak ingin pasif, peserta pun ditantang untuk melakukan dua jenis eksperimen. Eksperimen pertama bernama 'paku magnet'. Peserta harus melilitkan kawat tembaga ke paku lalu disambungkan ke dua buah batu baterai. Apabila rangkaian tersebut dipasang dengan benar, paku akan menjadi magnet yang bisa menarik klip kertas berukuran kecil.

Nobar, Eksperimen dan Belajar Bahasa Jerman di Science Film FestivalIDN Times/Nena Zakiah

Sementara, eksperimen kedua bernama 'botol menghilang'. Peserta diberi dua gelas kaca bening, salah satu diisi air dan sisanya kosong. Tak hanya itu, ada pula botol bening berukuran kecil dan cairan gliserin. Tugas mereka adalah membuat botol kecil itu menghilang dari pandangan mata. Bagaimana caranya?

Nobar, Eksperimen dan Belajar Bahasa Jerman di Science Film FestivalIDN Times/Nena Zakiah

Pertama-tama, botol kecil harus diisi gliserin terlebih dahulu. Lalu, botol itu dimasukkan ke gelas kaca yang diisi dengan gliserin juga. Gliserin merupakan cairan kental, tidak berwarna (transparan) dan terasa manis. Bukan sulap, bukan sihir! Botol kecil pun bisa menghilang akibat indeks bias gliserin yang lebih besar dari air. Indeks bias yang lebih besar seolah-olah bisa menyamarkan keberadaan botol kecil tersebut.

4. Bukan hanya itu, peserta pun diajak mengenal Bahasa Jerman!

Nobar, Eksperimen dan Belajar Bahasa Jerman di Science Film FestivalIDN Times/Nena Zakiah

Setelah nonton film dan eksperimen, masih ada acara menarik di Science Film Festival 2019. Yup, peserta diajak mengenal Bahasa Jerman oleh Annabell Albertz, volunteer di Wisma Jerman sekaligus pengajar kursus Bahasa Jerman. Ia menuliskan kata-kata tanya-jawab dalam Bahasa Jerman di selembar kertas, lalu dibagikan ke peserta.

Nobar, Eksperimen dan Belajar Bahasa Jerman di Science Film FestivalIDN Times/Nena Zakiah

Tugas peserta adalah mencocokkan kalimat tanya-jawab yang telah dibagikan secara acak ke peserta yang lain. Tak disangka, mereka bisa menemukan kalimat tanya-jawab dengan cepat dan akurat! Lalu, peserta diminta untuk maju ke depan dan mempraktikkan percakapan dalam Bahasa Jerman dengan peserta yang lain.

Nobar, Eksperimen dan Belajar Bahasa Jerman di Science Film FestivalIDN Times/Nena Zakiah

Menurut Annabell Albertz, event Science Film Festival penting untuk anak-anak, sebab mereka bisa mendapatkan pelajaran berharga dari acara ini. Misalnya, menumbuhkan kesadaran terkait isu lingkungan dari film berjudul "Outdoors Bound - Plastic in My Food" karya sutradara Alexander Gerst dan Malin Büttner. 

"Anak-anak bisa belajar tentang polusi dan lingkungan. Dengan edukasi seperti ini, mereka bisa menghindari penggunaan plastik. Dan saya rasa, anak-anak merasa senang dengan eksperimen yang dilakukan dan saya berharap mereka menikmati kelas Bahasa Jerman yang saya berikan," jelas Annabell Albertz sembari memberi kesan tentang Science Film Festival.

5. Acara masih berlangsung hingga 24 November mendatang

Nobar, Eksperimen dan Belajar Bahasa Jerman di Science Film FestivalIDN Times/Nena Zakiah

Science Film Festival 2019 diadakan di 51 kota di Indonesia mulai dari 22 Oktober hingga 24 November 2019. Namun, di Surabaya, acara ini berlangsung dari 28 Oktober sampai 8 November 2019 saja. Beberapa sekolah yang akan dikunjungi adalah SMPK Vincentius, SMPN 50 Surabaya dan Universitas Kristen Petra.

"Science Film Festival membuat anak-anak mengaplikasikan teori yang dipelajari di bangku sekolah. Karena kalau di sekolah, tak semua guru bisa menjelaskan aplikasi teori tersebut di kehidupan sehari-hari. Teori tersebut bisa dijelaskan lewat pemutaran film dan eksperimen," ungkap Margaretha Tri Widowati, menuturkan impresinya.

Baca Juga: Memperingati 30 Tahun Runtuhnya Tembok Berlin Lewat German Cinema

Topic:

  • Nena Zakiah
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya