Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gelombang Panas Melanda, Ini Panduan Mitigasi bagi Masyarakat
ilustrasi gelombang panas (magnific.com/lifeforstock)
  • Gelombang panas meningkatkan risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang dengan kondisi tubuh yang lebih rentan terhadap panas.
  • Masyarakat dianjurkan rutin minum air putih, membatasi aktivitas berat saat terik, beristirahat di tempat teduh, serta memakai pakaian ringan, longgar, dan pelindung dari sinar matahari.
  • Rumah perlu dijaga lebih sejuk melalui tirai, ventilasi, kipas atau AC; kenali gejala seperti pusing dan lemas, lalu beristirahat, minum, atau mencari bantuan medis bila memburuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cuaca yang terasa jauh lebih panas dari biasanya memang bikin aktivitas harian jadi kurang nyaman, apalagi kalau harus beraktivitas di luar rumah. Saat gelombang panas terjadi, suhu tinggi yang berlangsung dalam periode tertentu bisa membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat panas. Nah, kondisi seperti ini gak cukup dihadapi dengan sekadar menyalakan kipas atau mencari tempat teduh.

Sebenarnya, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan supaya tubuh tetap nyaman dan aman saat suhu sedang tinggi, mulai dari cukup minum sampai memilih waktu yang lebih tepat untuk beraktivitas. Hal ini jadi makin penting untuk anak-anak, lansia, atau orang yang kondisi tubuhnya lebih mudah terdampak panas, lho. Nah, biar gak cuma mengandalkan kipas atau berteduh saat kepanasan, yuk, simak panduan mitigasi gelombang panas yang bisa diterapkan sehari-hari!

1. Perbanyak minum sebelum tubuh mulai terasa haus

ilustrasi minum air putih (freepik.com/tirachardz)

Saat cuaca sedang panas, tubuh mudah kehilangan air melalui keringat, terutama kalau kamu aktif beraktivitas di luar. Jadi, jangan tunggu sampai tenggorokan kering atau tubuh merasa lemas baru mencari minum. lho. Biasakan untuk minum secara rutin agar kebutuhan hidrasi tetap terjaga sepanjang hari.

Ketika sedang berada di luar, membawa botol minum sendiri adalah cara paling gampang agar gak lupa minum. Air putih harus menjadi pilihan utama, sedangkan minuman yang mengandung banyak gula atau kafein sebaiknya gak dijadikan satu-satunya sumber cairan. Meskipun tampak sepele, kebiasaan ini bisa membantu tubuh menghadapi cuaca panas dengan lebih baik.

2. Kurangi aktivitas di luar saat matahari sedang terik

ilustrasi micro workout (magnific.com/user18526052)

Jalan kaki, olahraga, atau melakukan pekerjaan di luar terasa lebih melelahkan saat suhu sedang tinggi. Kalau bisa, jadwalkan aktivitas berat di pagi atau sore hari dan hindari paparan sinar matahari dalam waktu lama saat suhu paling panas. Tubuh memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri, jadi tidak perlu memaksa diri hanya untuk menyelesaikan aktivitas sesuai rencana.

Kalau harus keluar pada siang hari, cobalah untuk mencari tempat yang teduh dan istirahatlah secara berkala. Kenakan pakaian yang ringan dan nyaman agar panas tubuh gak semakin terperangkap. Oleh karena itu, mengenali batas kemampuan tubuh sangat penting agar aktivitas tetap berjalan tanpa membuat tubuh kelelahan menghadapi panas.

3 Pilih pakaian yang ringan dan nyaman

ilustrasi memilih pakaian yang nyaman (freepik.com/freepik)

Pakaian yang terlalu berat atau ketat dapat membuat tubuh terasa makin gerah ketika suhu sedang tinggi. Sebaliknya, pakaian yang ringan dan longgar dapat membuat aktivitas di cuaca panas menjadi lebih nyaman. Memilih warna-warna lebih cerah juga bisa menjadi pertimbangan saat beraktivitas di luar ruangan.

Jangan lupa melindungi bagian tubuh yang langsung terkena sinar matahari, terutama kalau kamu berencana untuk berada di luar dalam waktu lama. Menggunakan topi atau payung bisa membantu mengurangi paparan langsung, sedangkan kacamata hitam berfungsi untuk melindungi mata dari cahaya yang menyilaukan. Nah, gak harus ribet, yang penting pakaian dan perlengkapan yang dipakai memang membantu tubuh tetap nyaman.

4. Ciptakan suasana rumah yang lebih sejuk

ilustrasi menyalakan kipas angin saat cuaca panas (magnific.com/jcomp)

Ketika suhu di luar sangat tinggi, rumah bisa terasa pengap dan panas, terutama pada siang hingga sore hari. Tutup tirai atau gorden di jendela yang terkena sinar matahari langsung untuk mengurangi panas yang masuk. Setelah udara di luar mulai terasa lebih sejuk, buka jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara di dalam rumah.

Kipas angin atau AC juga bisa dimanfaatkan kalau ada, terutama saat merasa terlalu panas. Namun, penting untuk memastikan bahwa ruangan tetap memiliki sirkulasi udara yang baik dan gak hanya mengandalkan satu cara untuk mengurangi panas. Suasana rumah yang lebih dingin memungkinkan tubuh memiliki tempat istirahat dari paparan suhu tinggi, lho. .

5. Kenali tanda tubuh mulai kepanasan

ilustrasi heatstroke (magnific.com/stockking)

Tubuh sebenarnya bisa memberi sinyal ketika sudah mulai kewalahan menghadapi panas, misalnya merasa sangat haus, pusing, lemas, sakit kepala, atau berkeringat berlebihan. Jangan menganggap gejala tersebut cuma akibat capek biasa, terutama kalau muncul setelah lama berada di tempat yang panas. Nah, mengenali tanda-tandanya lebih awal bisa membantu kita segera mengambil langkah sebelum kondisi menjadi lebih serius.

Kalau tubuh mulai terasa gak enak, jangan dipaksakan terus beraktivitas, ya. Segera cari tempat yang lebih sejuk, istirahat, dan minum untuk membantu tubuh kembali nyaman. Nah, kalau keluhannya terasa berat, makin parah, atau gak kunjung membaik, sebaiknya segera minta bantuan medis.

Menghadapi gelombang panas gak harus selalu dengan langkah yang ribet, karena kebiasaan sederhana sehari-hari juga bisa membantu tubuh tetap aman. Mulai dari cukup minum, mengatur waktu beraktivitas, memakai pakaian yang nyaman, sampai mengenali tanda tubuh kepanasan, semuanya penting diperhatikan. Nah, jangan tunggu sampai tubuh benar-benar kewalahan, yuk, lebih siap menghadapi cuaca panas agar aktivitas tetap nyaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article