sepasang pari manta karang sedang berenang bersama (commons.wikimedia.org/LembonganZone)
Pari manta karang jantan punya semacam ritual unik untuk menarik perhatian betina. Mereka akan berenang dengan pola tertentu atau melompat ke permukaan air hingga si betina yang ada di sekitar mau memilihnya sebagai pasangan. Jika si betina menolak, biasanya ia akan menghajar si jantan ketika ingin membuahinya. Hal ini dilakukan karena betina perlu waktu istirahat pasca perkawinan sekitar 1—2 tahun.
Dilansir Animal Diversity, jika pasangan pari manta karang sudah terbentuk, mereka akan melakukan perkawinan dengan lima tahap berbeda. Tahapan itu meliputi saling mengejar, menggigit, pembuahan, pasca pembuahan, hingga memisahkan diri. Dalam satu masa reproduksi, biasanya pari manta karang akan melahirkan 1—2 ekor anak. Anak pari manta karang yang baru lahir biasanya berukuran 150—167 cm. Bulan Oktober hingga Januari jadi waktu paling tepat bagi pari ini untuk bereproduksi.
Oh iya, pari manta karang juga sering bermigrasi. Tiap harinya mereka bisa menempuh jarak hingga 70 km dan jarak migrasi tahunannya menyentuh angka 270—500 km. Alasan mereka bermigrasi utamanya untuk mencari sumber makanan dan mencari air dengan temperatur yang lebih sesuai dengan mereka.
Sayangnya, pari manta karang saat ini sedang menghadapi sejumlah masalah pelik. Kerusakan habitat, pemanasan global yang mendisrupsi populasi zooplankton, sampai perburuan oleh manusia membuat populasi mereka terus menurun. Saat ini, status mereka sudah ada dalam kategori rentan. Padahal kehadiran pari manta karang sangat penting bagi ekosistem. Spesies inilah yang menjaga populasi dari zooplankton dan punya hubungan timbal balik yang penting bagi beberapa hewan laut di sekitarnya.