9 Penyakit Umum pada Tanaman Pepaya dan Cara Menanganinya, Kenali!

- Penyakit pepaya dapat dipicu virus, jamur, nematoda, hingga kekurangan boron; dampaknya meliputi daun rusak, tanaman layu, buah cacat, dan hasil panen menurun.
- Bercak cincin serta nekrosis apikal akibat virus ditangani dengan mengisolasi atau memusnahkan tanaman terinfeksi, mensterilkan alat, dan mengendalikan kutu daun sebagai vektor.
- Antraknosis, jamur tepung, busuk akar, dan bintik daun umumnya dikendalikan fungisida; simpul akar dicegah melalui pemilihan lahan, sedangkan buah bergelombang memerlukan tambahan boron.
Pepaya (Carica papaya) adalah tanaman tropis tahunan yang banyak dibudidayakan sebagai tanaman rumahan atau pun industri. Tanaman ini banyak disukai karena hampir semua bagian tanaman bisa dimanfaatkan, baik sebagai makanan lezat kaya nutrisi atau kebutuhan industri. Selain itu, pepaya juga memiliki pertumbuhan yang cepat dan mudah sehingga tidak membutuhkan perawatan yang ekstra.
Namun, tanaman pepaya terkadang juga bisa mengalami serangan penyakit yang bisa mengganggu pertumbuhan dan menurunkan hasil panen. Apa saja penyakit yang sering menyerang tanaman pepaya? Berikut daftarnya beserta cara menanganinya.
1. Bercak cincin pepaya (ringspot papaya)

ilustrasi penyakit pepaya (pixabay.com/ASSY) Bercak cincin pepaya adalah penyakit pepaya yang ditandai dengan bercak titik-titik melingkar berwarna hijau lebih gelap pada buah yang terkadang terlihat seperti bekas basah. Selain itu, manifestasi penyakit ini terkadang juga terlihat pada daun pepaya yang menguning dan kurus (menyempit) serta bintik kuning dan distorsi daun tanaman. Penyebabnya adalah serangan virus bercak cincin pepaya yang ditularkan oleh kutu daun dari famili Aphididae, yaitu Myzus persicar dan Aphis gossypii, sebagai vektornya. Terkadang, penggunaan pisau pemangkasan atau pemanen yang terkontaminasi juga bisa menyebabkan penyakit ini.
Karena dipicu oleh virus, cara penanganan tanaman pepaya yang terkena virus bercak cincin adalah dengan memotong, membuang dan membakar tanaman yang terinfeksi agar tidak menyebarkan virus ke tanaman yang lain. Selain itu, penggunaan insektisida seperti karbofuran mungkin bermanfaat karena bisa mencegah munculnya hama kutu daun yang biasanya menjadi vektor virus bercak cincin pepaya. Selain itu, gunakan pisau yang steril untuk memangkas pepaya untuk mencegah penyebarannya.
2. Antraknosis

ilustrasi buah pepaya terserang penyakit (pixabay.com/LATUPEIRISSA) Antraknosis adalah penyakit pepaya yang menyebabkan permukaan buah matang memiliki lesi cekung berwarna cokelat hingga abu-abu. Mulanya, ini ditandai dengan bercak bintik yang basah dan kemudian berubah menjadi bercak yang lebih besar yang terlihat seperti lesi cekung yang lunak dan basah (terlihat seperti tanda buah busuk). Di mana ini tidak hanya merusak penampilan buah tetapi juga memengaruhi rasa buah pepaya.
Penyakit antraknosa disebabkan oleh infeksi jamur bernama Colletotrichum gloesporiodes. Karena disebabkan oleh jamur, antraknosa biasanya diatasi dengan penggunaan fungisida pada awal set buah hingga saat tanaman menghasilkan buah.
3. Jamur tepung (powdery mildew)

ilustrasi daun pepaya (pexels.com/Ravi Kant) Penyakit jamur tepung pada pepaya memengaruhi daun tanaman. Manifestasinya adalah dengan munculnya bintik-bintik kecil berwarna kuning muda di permukaan bawah daun yang lama-kelamaan akan membesar membentuk bubuk berwarna putih. Bubuk putih tersebut adalah spora jamur penyebab penyakit, yaitu Oidium karika. Solusinya adalah dengan menyemprotkan fungisida pada tanaman.
4. Nekrosis apikal pepaya

ilustrasi daun pepaya (pexels.com/Jeffry Surianto) Nekrosis apikal pepaya adalah penyakit pepaya yang disebabkan oleh virus nekrosis apikal pepaya. Penyakit ini menyebabkan daun pepaya muda terkulai tajam ke bawah (melengkung ke bawah) dan tidak berkembang dengan baik sehingga menghambat perkembangan tanaman. Jika dibiarkan, nekrosis apikal ini bisa menyebar ke bagian batang dan menyebabkan kematian.
Hingga saat ini, belum ditemukan inang atau vektor virus nekrosis apikal pepaya. Jadi, satu-satunya cara untuk menanganinya adalah dengan mengisolasi tanaman yang sakit atau membuangnya.
5. Penyakit busuk akar dan daun

ilustrasi daun pepaya menguning (pixabay.com/bluesnap) Penyakit busuk akar dan daun adalah salah satu penyakit yang paling merusak pada tanaman pepaya. Penyakit ini bisa menyebabkan tanaman pepaya tiba-tiba layu dan mati, meski berusia muda. Penyebabnya adalah infeksi organisme mirip jamur yang disebut dengan Phytophthora parasitica, yang sering kali berkembang pada musim dingin atau cuaca basah.
Jika jamur tersebut menginfeksi akar, manifestasi yang sering muncul adalah perubahan pada batang yang berubah menjadi kecokelatan dan layu diikuti keruntuhan total tanaman. Untuk menanganinya, kamu bisa menggunakan fungisida, misalnya fungisida yang digunakan untuk mengatasi penyakit antraknosa.
6. Bintik daun Corynespora

ilustrasi daun pepaya (pexels.com/novianadss) Pernah melihat bercak melingkar berwarna kuning kecokelatan pada daun pepaya tua? Nah, itu adalah manifestasi dari penyakit bintik daun Corynespora pada pepaya. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi jamur Corynespora cassiicola yang bisa menyerang bilah daun, tetapi kadang juga menyerang tangkai daun. Karena disebabkan oleh jamur, bintik daun Corynespora bisa diatasi dengan menyemprotkan fungisida secara berkala untuk mencegah penyebarannya.
7. Daun tali kuning

ilustrasi penyakit tanaman pepaya (pixabay.com/BDas443) Daun tali kuning adalah penyakit pepaya yang menyebabkan daun muda yang baru tumbuh menguning dengan cepat, terutama di sepanjang tepi daun. Akibatnya, daun berubah menjadi menyempit, dan pada kasus yang parah, daun tampak seperti tali. Kondisi ini kemudian mengganggu perkembangan tanaman yaitu menyebabkan bunga betina dan bunga jantan tidak berkembang. Pada akhirnya, menyebabkan tanaman tidak menghasilkan serbuk sari dan buah.
Penyakit daun tali kuning terjadi akibat serangan jamur Aspergillis wentii. Jamur ini hidup di dalam tanah dan menghasilkan racun, yang kemudian diserap oleh akar tanaman dan menyebabkan kerusakan di dalamnya. Cara untuk menanganinya adalah dengan melakukan fumigasi tanah dengan fungisida. Namun, cara ini terkadang juga masih belum bisa mengendalikan jamur sepenuhnya.
8. Simpul akar

ilustrasi tanaman pepaya (pixabay.com/margarita island) Selain jamur, cacing tanah dari kelompok Meloidogyne juga bisa menyerang akar tanaman pepaya dan menyebabkan penyakit simpul akar. Penyakit simpul akar dapat menyebabkan kerusakan tanaman muda yang parah. Beberapa manifestasinya adalah daun pepaya tampak hijau pucat atau sedikit menguning, lebih sensitif terhadap tekanan air, buah-buahan cenderung lebih kecil, dan rasa buah sering kali tidak menyenangkan.
Adapun cara untuk mencegah penyakit simpul akar pada pepaya adalah tidak menanam pepaya pada tanah yang kemungkinan terserang cacing Meloidogyne, seperti bekas lahan sayuran “tua”. Selain itu, efek penyakit ini juga bisa dikurangi dengan menjaga tingkat air dan nutrisi yang optimal.
9. Buah bergelombang

ilustrasi penyakit buah pepaya (pexels.com/thAnh nguyễn) Pepaya yang mengalami kekurangan nutrisi tertentu juga bisa mengalami perkembangan buah yang terlihat anomali, seperti buah yang bergelombang-gelombang seperti pertumbuhan sel kanker. Jika kamu menjumpai tanda-tanda ini pada tanaman pepaya, hal itu bisa terjadi karena tanaman kekurangan senyawa boron. Dalam kondisi yang parah, ini bisa menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan bergerombol. Cara untuk mengatasinya adalah tambahkan boraks sebagai pupuk penambah senyawa boron.
Pepaya adalah tanaman budidaya yang memiliki kegunaan yang sangat luas. Sayangnya, meski tanaman ini sering kali mudah tumbuh dan terlihat kebal penyakit, ada beberapa penyakit yang juga bisa mengganggu perkembangannya. Nah, jika kamu menemukan beberapa penyakit di atas pada tanaman pepayamu, segera lakukan perbaikan untuk mempertahankan hasil panen.






















