Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
joshua-j-cotten--ymILPuh2Uw-unsplash.jpg
ilustrasi singa jantan (unsplash.com/Joshua J. Cotten)

Intinya sih...

  • Singa jantan fokus pada pertahanan wilayah dan reproduksi. Masa berkuasa singa jantan biasanya hanya 2–4 tahun sebelum mereka dikalahkan oleh pejantan yang lebih muda dan kuat.

  • Singa jantan menjaga wilayah dan anggota kawanan, serta menghadapi ancaman dari hewan lain secara langsung dengan pertarungan brutal.

  • Singa jantan mengawini beberapa betina untuk meneruskan garis keturunan, menciptakan "kebingungan ayah biologis" sehingga anak-anak singa lebih aman dari ancaman pembunuhan oleh pejantan baru.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam kehidupan kawanan singa, singa betina dikenal sebagai tokoh utama dalam urusan berburu dan merawat anak-anak. Mereka bekerja sama menjatuhkan mangsa dan memastikan anak singa tumbuh dengan aman. Peran sentral ini sering membuat orang bertanya-tanya: lalu sebenarnya apa tugas singa jantan dalam kelompok?

Rupanya, singa jantan punya peran penting yang jauh lebih kompleks dalam kehidupan kawanan. Mereka bukan hanya simbol kekuatan, tapi juga penjaga, pelindung garis keturunan, dan bagian penting dari keseimbangan sosial di savana Afrika. Mari, kita tengok apa saja peran singa jantan di dalam kawanan!

1. Struktur kawanan singa

Satu kawanan singa biasanya terdiri atas beberapa singa betina yang masih berkerabat, anak-anaknya, dan koalisi 2–4 singa jantan. Singa jantan ini biasanya memiliki hubungan saudara yang bekerja sama merebut dan mempertahankan kawanan dari pejantan lain.

Singa betina menjadi inti kawanan: mereka berburu dan membesarkan anak. Sementara itu, singa jantan fokus pada pertahanan wilayah dan reproduksi. Masa berkuasa singa jantan biasanya hanya 2–4 tahun sebelum mereka dikalahkan oleh pejantan yang lebih muda dan kuat.

2. Peran utama sebagai pelindung kawanan

Tugas terpenting singa jantan adalah menjaga wilayah dan anggota kawanan. Mereka berpatroli di area yang bisa mencapai 259 km persegi dan menggunakan auman keras untuk memperingatkan musuh agar menjauh.

Jika ada ancaman dari singa jantan lain, hyena, atau macan tutul, singa jantan akan menghadapi mereka secara langsung. Pertarungan bisa sangat brutal, karena yang dipertaruhkan adalah wilayah, betina, dan anak-anak singa. Surai tebal mereka bukan sekadar hiasan, bulu ini membantu melindungi leher dari gigitan saat bertarung. Dengan adanya penjaga kuat ini, singa betina bisa berburu dengan lebih aman tanpa harus terus-menerus waspada terhadap serangan luar.

3. Reproduksi dan kelangsungan genetik

ilustrasi singa betina dan anak-anaknya (unsplash.com/Robbie Cheadle)

Singa jantan juga berperan sebagai pejantan utama dalam kawanan. Mereka mengawini beberapa singa betina untuk meneruskan garis keturunan. Menariknya, dalam satu koalisi, semua jantan biasanya kawin dengan semua betina. Hal ini menciptakan “kebingungan ayah biologis” sehingga anak-anak singa lebih aman dari ancaman pembunuhan oleh pejantan baru.

Setelah dikalahkan, singa jantan akan terusir dan hidup sebagai nomaden. Mereka kemudian membentuk koalisi baru dengan jantan lain sebelum mencoba merebut kawanan lain. Ini menjadi sebuah siklus keras dalam kehidupan singa.

4. Kontribusi sosial dan berburu

Kendati singa betina yang paling sering berburu, kadang-kadang singa jantan juga ikut membantu saat targetnya besar, seperti kerbau atau jerapah. Ini karena singa jantan memiliki kekuatan yang lebih besar sehingga sangat berguna untuk menjatuhkan mangsa besar.

Singa jantan biasanya makan lebih dulu dari hasil buruan. Bukan karena ego, tapi karena mereka perlu energi maksimal untuk menjaga wilayah. Mereka juga ikut dalam aktivitas sosial seperti bermain dan saling menjilati bulu (grooming) untuk memperkuat ikatan dalam kawanan.

Tidak seperti anggapan selama ini bahwa raja yang memerintah segalanya, singa jantan justru tidak mengatur aktivitas harian kawanan. Justru singa betinalah yang menggerakkan kehidupan inti kawanan.

5. Hidup yang singkat dan penuh risiko

Kehidupan singa jantan itu penuh bahaya. Begitu usianya menua dan kekuatan menurun, mereka akan dikalahkan oleh koalisi yang lebih muda. Banyak yang mati dalam perkelahian atau kelaparan setelah terusir.

Anak singa yang berkelamin jantan biasanya diusir dari kawanan saat berusia sekitar 3 tahun untuk mencegah perkawinan sedarah dan konflik internal. Setelah itu, mereka harus bertahan hidup sendiri sampai cukup kuat untuk merebut kawanan dan menjadi raja.

Singa jantan bukan hanya simbol kekuasaan, tapi juga pilar penting dalam kelangsungan kawanan. Mereka melindungi, menjaga wilayah, dan memastikan garis keturunan tetap hidup. Tanpa peran singa jantan, keseimbangan dan keberlangsungan hidup kawanan singa di alam liar tidak akan terjaga.

Referensi

Oreate Ai. Diakses pada Januari 2026. The Vital Roles of Male Lions in Their Pride
Planet Wild. Diakses pada Januari 2026. The Social Lives of Lions: Inside The Pride
Siggesson. Diakses pada Januari 2026. Inside the Lion Pride: Roles, Hierarchies, and Hunting Strategies
Simply Ecologist. Diakses pada Januari 2026. Decoding The Complex Structure of Lion Prides

Editorial Team