Comscore Tracker

5 Peristiwa Makan-Dimakan Antar Hewan yang Tak Sesuai Rantai Makanan

#IDNTimesLife Ada belalang bisa makan kadal!

Di sekolah, kita semua pasti pernah belajar tentang rantai makanan dalam pelajaran ilmu pengetahuan alam. Kamu tentu ingat bahwa rantai makanan adalah proses makan-memakan antara makhluk hidup, mulai dari produsen, konsumen, hingga dekomposer. Kita bisa melihat banyak contoh proses tersebut di sekitar kita, misalnya cicak yang memakan nyamuk.

Namun, ternyata alam memang begitu unik sehingga tak semua proses makan-dimakan di alam liar berlangsung seperti yang selama ini kita pelajari. Misalnya, tahukah kamu bahwa terkadang ular justru dimakan oleh katak? Ini dia lima contoh peristiwa makan dan dimakan antar hewan yang tak sesuai dengan rantai makanan yang selama ini kita ketahui.

1. Katak makan ular

5 Peristiwa Makan-Dimakan Antar Hewan yang Tak Sesuai Rantai MakananSeekor katak memangsa ular (9news.com.au)

Ular makan katak adalah hal yang biasa. Tapi kalau katak makan ular, itu baru luar biasa. Ternyata ada beberapa jenis katak yang bisa memangsa ular, misalnya bullfrog atau kadang disebut katak banteng. Bullfrog terkenal memiliki ukuran yang besar. Bullfrog amerika (Lithobates catesbeianus), misalnya, bisa mencapai panjang 20 cm dan berat 600 gram.

Dengan ukuran sebesar itu, bullfrog amerika tentu sanggup memangsa hewan yang cukup besar pula. National Geographic menyebut bahwa mereka bisa memangsa tikus, ikan, burung, dan ular. Katak ini berburu dengan berkamuflase sambil menunggu mangsanya lewat, baru melompat dan menangkapnya dengan rahangnya yang kuat.

Ada pula katak pacman (genus Ceratophrys) yang dinamai berdasarkan mulut mereka yang lebar seperti tokoh Pac-Man. Selain itu, mereka juga sangat rakus. Selain makan ular, katak pacman bisa memangsa tikus, kadal, ikan, dan bahkan sesamanya sendiri. Katak ini bahkan terkadang mati karena mencoba menelan mangsa yang terlalu besar. Rakus banget, ya!

2. Kumbang makan katak

5 Peristiwa Makan-Dimakan Antar Hewan yang Tak Sesuai Rantai MakananLarva kumbang epomis memangsa katak (nationalgeographic.com)

Sebaliknya, katak pun ternyata kadang dimangsa oleh hewan yang biasanya menjadi santapan mereka, yaitu serangga. Kumbang epomis (genus Epomis) adalah serangga yang bisa melakukan itu, bahkan mereka adalah ahlinya dalam hal memangsa amfibi. Sejak masih berbentuk larva pun kumbang ini sudah menjadi pemangsa katak.

Cara mereka berburu pun sangat unik. Larva kumbang epomis memancing katak untuk menyerangnya lebih dulu karena mengiranya sebagai makanan. Ketika katak menyerang, si kumbang dalam sigap menghindar dan justru balas menancapkan rahangnya di mulut si katak. Si kumbang lalu memakan katak tersebut hidup-hidup, tanpa memberinya kesempatan untuk melawan.

Saking efektifnya, larva kumbang epomis memiliki tingkat keberhasilan hampir 100 persen dalam berburu! National Geographic menyebut bahwa setelah dewasa, kumbang epomis punya diet yang lebih beragam, tapi mereka tetap mahir berburu katak. Kumbang epomis dewasa menggigit katak di punggung dan melumpuhkannya, lalu si kumbang pun bisa makan dengan santai.

Baca Juga: Terlihat Imut, 9 Hewan Ini Rupanya Berbahaya bagi Manusia

3. Belalang makan kadal

5 Peristiwa Makan-Dimakan Antar Hewan yang Tak Sesuai Rantai MakananMantis memangsa seekor tokek (roaring.earth)

Jenis serangga lain yang sama sekali tak bisa diremehkan adalah mantis. Mereka kadang disebut juga belalang sembah, meskipun secara taksonomi mereka bukan termasuk belalang. Selain secara penampilan, mantis berbeda dari belalang karena mereka merupakan karnivor, bukan herbivor. Dan mereka bukan sembarang karnivor, tapi karnivor yang ganas.

Mantis mempunyai kemampuan berkamuflase yang hebat untuk bersembunyi sambil menunggu mangsa. Saat mangsanya mendekat, mereka menyergapnya dengan cepat menggunakan tangannya yang berduri sehingga mereka tak bisa kabur. Treehugger menyebut bahwa mantis bisa memangsa serangga hingga hewan yang lebih besar seperti kadal, katak, bahkan burung!

4. Laba-laba makan burung

5 Peristiwa Makan-Dimakan Antar Hewan yang Tak Sesuai Rantai MakananTarantula memangsa burung (thoughtco.com)

Peristiwa laba-laba memangsa burung juga ternyata bisa terjadi di alam liar. Jenis laba-laba yang terkenal bisa melakukannya adalah tarantula Theraphosa blondi. Mereka bahkan diberi nama tarantula goliat pemakan burung berkat kemampuannya itu. Tarantula ini adalah spesies laba-laba terbesar di dunia, dengan bentang kaki bisa mencapai 30 cm!

Meski bernama tarantula goliat pemakan burung, sebenarnya burung bukan menu yang umum bagi mereka. Mereka memang sanggup dan pernah memakan burung, namun lebih sering memangsa hewan seperti serangga, katak, dan tikus. Laba-laba super besar ini bisa ditemukan di Amerika Selatan.

5. Ikan makan burung

5 Peristiwa Makan-Dimakan Antar Hewan yang Tak Sesuai Rantai MakananIkan trevally raksasa melompat untuk menangkap ikan (flylordsmag.com)

Terakhir, tahukah kamu bahwa ikan pun bisa makan burung? Ada banyak jenis burung yang makan ikan, tapi ikan yang makan burung lebih sedikit jumlahnya sehingga jarang terdengar. Salah satunya adalah ikan trevally raksasa (Caranx ignobilis). Ikan ini terkenal dengan kemampuan akrobatiknya untuk melompat keluar dari air dan memangsa burung yang berada dekat permukaan.

Ada pula ikan lele wels (Silurus glanis), jenis ikan lele raksasa yang bisa tumbuh hingga 4 meter. Lele ini hidup di Eropa dan kerap diamati memangsa burung air, bahkan merpati yang berada di daratan dekat air. Dan tentu jangan lupakan hiu, yang sering makan berbagai jenis burung laut seperti pelikan, camar, dan burung pecuk.

Itulah lima peristiwa makan dan dimakan di alam liar yang ternyata bisa berkebalikan dengan rantai makanan yang selama ini kita ketahui! Peristiwa mana yang paling membuatmu takjub dan terkejut?

Baca Juga: 8 Satwa Ini Ahli Berpura-pura Menjadi Hewan Lain, Bikin Terkecoh

Peter Eduard Photo Verified Writer Peter Eduard

Be weird, because being normal is so boring

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya