Berang-berang kerap dianggap sebagai hewan yang ramah karena ekspresi wajahnya lucu. Namun, ada baiknya tidak menganggap remeh serangan berang-berang. Pasalnya, hewan ini dapat menggigit dan menimbulkan dampak serius.
Sebagai gambaran, seorang pria di Belarus pada 2013 digigitan berang-berang karena ingin mendekatinya. Gigitan berang-berang tersebut menyebabkan arteri di kakinya terputus. Korban pun langsung meninggal dunia karena kehabisan darah.
Terlepas di bagian tubuh mana yang terdampak, gigitan berang-berang memang berbahaya. Gigi tajamnya dapat menyebabkan cedera serius yang berpotensi memicu infeksi. Dengan kata lain, gigitan berang-berang terhitung cukup berbahaya. Apalagi gigitan berang-berang juga dapat melukai kulit hingga memasukkan bakteri yang dapat menyerang darah dan organ lain.
Di sisi lain, berang-berang merupakan salah satu hewan yang dapat menularkan beberapa penyakit. Sebut saja tularemia, parasit, hingga rabies. Ketiganya dapat menginfeksi hewan dan manusia, bahkan efeknya juga tidak main-main. Rabies contohnya, bisa memicu kematian, baik pada manusia maupun hewan lain.