Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan spesies asal Afrika yang telah lama diperkenalkan di Indonesia. Sekilas ikan ini tampak menguntungkan sebagai sumber pangan. Namun, di balik itu, mujair memiliki potensi invasif yang cukup tinggi karena kemampuannya berkembang biak dengan sangat cepat.
Salah satu keunikan mujair adalah cara melindungi telurnya di dalam mulut induk sehingga tingkat keberhasilan hidup anaknya lebih tinggi. Hal ini menyebabkan populasinya mudah meledak di perairan baru. Akibatnya, mujair sering kali mengalahkan ikan lokal dalam persaingan makanan dan habitat. Dampaknya sudah terlihat di beberapa wilayah seperti Danau Sentani dan Danau Poso di mana populasi ikan endemik mengalami penurunan signifikan.
Itulah berbagai jenis ikan invasif selain sapu-sapu yang memiliki dampak besar terhadap kelangsungan hidup ikan lokal. Kesadaran akan hal ini penting agar kita bisa ikut menjaga kelestarian ekosistem perairan.
Apa yang dimaksud dengan ikan invasif? | Ikan invasif adalah jenis ikan yang berasal dari luar habitat aslinya dan menyebar dengan cepat hingga mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. |
Apa dampak ikan invasif bagi ekosistem perairan? | Ikan invasif bisa menurunkan populasi ikan asli, merusak habitat, serta mengganggu rantai makanan di perairan. |
Bagaimana cara mencegah penyebaran ikan invasif? | Dengan tidak melepas ikan ke perairan umum sembarangan serta meningkatkan kesadaran tentang dampaknya terhadap lingkungan. |
Referensi
"Invasi Ikan Nila di Perbatasan Indonesia-Filipina". UNAIR. Diakses April 2026.
"Catatan Pertama Keberadaan Ikan Lele Lokal (Clarias batrachus) di Pulau Kangean". UNAIR. Diakses April 2026.
"10 of the Most Invasive Fish Species in the World". Treehugger. Diakses April 2026.
"Ikan Mujair: Asal-usul Dan Habitatnya". IPB Digitani. Diakses April 2026.
"Arapaima, Ikan Raksasa yang Termasuk Invasif". Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Diakses April 2026.
Dadiono, Muh. Sulaiman, and Pratiwi Restu Murti. “Analisis Populasi Ikan Louhan (Cichlasoma X Paraneetroplus X Amphilophus) Di Waduk Sempor, Kabupaten Kebumen.” Clarias Jurnal Perikanan Air Tawar 4, no. 1 (April 13, 2023): 9–12.
Umar, Chairulwan, Endi Setiadi Kartamihardja, and Aisyah Aisyah. “DAMPAK INVASIF IKAN RED DEVIL (Amphilophus Citrinellus) TERHADAP KEANEKARAGAMAN IKAN DI PERAIRAN UMUM DARATAN DI INDONESIA.” Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia 7, no. 1 (May 1, 2015): 55.