Comscore Tracker

7 Fakta yang Jarang Diketahui tentang 'Zaman Es Kecil', Apa Saja?

Tidak kalah merusak dari zaman es berskala besar

Kalian semua pasti pernah mendengar tentang zaman es yang terjadi pada jutaan sampai puluhan ribu tahun yang lalu. Sayangnya, hanya sedikit yang tahu tentang "little ice age" atau "zaman es kecil" yang terjadi beberapa abad lalu. Singkatnya, zaman es kecil adalah periode dingin yang berlangsung setelah "Periode Hangat" di Abad Pertengahan.

Istilah ini diperkenalkan oleh François E. Matthes pada tahun 1939. Hampir sama dengan zaman es, perubahan iklim yang fenomenal ini menyebabkan penurunan suhu di seluruh dunia. Pada saat itu, sungai dan laut membeku, orang-orang mati kelaparan, serta perluasan gletser menghancurkan beberapa kota yang ada di utara bumi.

Artikel ini akan membahas beberapa fakta tentang periode waktu yang jarang didengar ini. Berikut daftarnya.

1. Penyebab utamanya masih belum diketahui

7 Fakta yang Jarang Diketahui tentang 'Zaman Es Kecil', Apa Saja?sapiens.org

Menurut Environmental History Resources, zaman es kecil berlangsung selama lebih dari 500 tahun (sekitar 1300 sampai 1850). Selama masa ini, ada dua periode yang sangat dingin, yang satu berlangsung dari 1300 hingga akhir 1400-an, dan yang lainnya dari 1645 hingga pertengahan 1800-an.

Selama periode ini, suhu musim dingin rata-rata di Eropa dan Amerika Utara menjadi sekitar 2 derajat Celsius, jauh lebih dingin daripada suhu rata-rata saat ini. Cuaca dingin itu sampai membuat Laut Baltik membeku dan es dari Arktik meluas ke wilayah yang ada di sekitarnya. 

Selama 310 tahun, tidak ada kapal yang bisa berlayar ke Greenland. Banyak sungai besar di Eropa dan Amerika Utara juga membeku dengan hujan salju lebat yang berlangsung hingga musim semi. Bahkan, periode ini sampai membuat rakyat Inggris mengadakan "pameran es" di Sungai Thames selama musim dingin.

Ada banyak teori berbeda tentang pemicu zaman es kecil. Beberapa ilmuwan menyebut kurangnya bintik matahari selama periode ini, yang dalam prosesnya mengurangi radiasi matahari sehingga membuat suhu permukaan bumi menjadi lebih dingin.

Yang lain mengklaim kalau serangkaian letusan gunung berapi besar-besaran pada saat itu menjadi penyebabnya. Mereka berpendapat kalau letusan gunung berapi membuat partikel kecil yang disebut aerosol memasuki udara. Aerosol ini memantulkan kembali radiasi matahari dari atmosfer bumi ke luar angkasa.

Sebenarnya, masih ada banyak teori tentang terjadinya zaman es kecil, mengingat para ilmuwan dan sejarawan masih terus memperdebatkannya hingga hari ini.

2. Gletser yang meluas menghancurkan kota-kota di utara bumi

7 Fakta yang Jarang Diketahui tentang 'Zaman Es Kecil', Apa Saja?martcult.hypotheses.org

Saat iklim semakin mendingin, salah satu efek paling signifikan yang terjadi adalah peningkatan gletser. Tentunya, hal ini sangat kontras dengan iklim yang memanas saat ini yang justru menyebabkan pencairan gletser di seluruh dunia.

Selama zaman es kecil, sebagian gletser juga muncul di daerah Mediterania yang biasanya hangat termasuk Albania, Spanyol, Yunani, Turki, dan bahkan Maroko. Ada bukti kalau peningkatan gletser di wilayah Pegunungan Alpen dan Skandinavia benar-benar menghancurkan kota-kota yang ada di sana.

Seperti dilansir dari Science Norway, gletser yang menyebar turut menghancurkan bendungan sehingga menyebabkan banjir, membunuh ternak dan ratusan orang, serta merusak lahan pertanian. 

3. Musim panas tidak terasa hangat sama sekali

7 Fakta yang Jarang Diketahui tentang 'Zaman Es Kecil', Apa Saja?interestingengineering.com

Dalam buku hariannya, seorang tentara yang melewati Jerman pada tahun 1640 menulis kalau cuaca pada saat itu terasa sangat dingin sampai-sampai ia hampir mati membeku di dalam tempat penginapannya. Seperti dilansir The Conversation, ia bahkan melihat seorang pria, wanita, dan anak laki-laki mati membeku di jalanan. 

Hal yang mengejutkan adalah bahwa catatan ini ditulis pada bulan Agustus, yang seharusnya sudah memasuki musim panas. Selama zaman es kecil, musim panas sering kali terasa dingin dan lembab. Bahkan, selama periode ini, jeruk yang biasanya ditanam selama musim panas di Provinsi Jiangxi, Tiongkok, tidak dapat dipanen.

Baca Juga: 5 Gambaran Umum tentang Bumi di Zaman Purba, Seperti Apa?

4. Zaman es kecil menyebabkan kelaparan massal 

7 Fakta yang Jarang Diketahui tentang 'Zaman Es Kecil', Apa Saja?theeternalsunshineofthespotlessmind.wordpress.com

Periode hujan yang meningkat dan musim panas yang sangat dingin membuat banyak tanaman mati dan berujung pada gagal panen di berbagai wilayah. Wilayah yang berada di utara terkena dampak terparah. Di Islandia, hanya ada sedikit panen yang dapat bertahan, sehingga membunuh lebih dari setengah populasi yang ada di sana.

Periode yang sangat mengerikan dari zaman es kecil dikenal sebagai "Kelaparan Hebat" tahun 1315-1317. Kelaparan dan kekurangan gizi pun dengan cepat melanda seluruh Eropa. Diperkirakan kalau benua itu kehilangan antara 5 dan 10 persen populasinya karena kelaparan.

Salah satu tanaman yang tumbuh subur di zaman es kecil adalah kentang, yang dapat tumbuh dalam kondisi yang sangat dingin. Faktanya, peningkatan budidaya kentang oleh orang Eropa pada masa itu adalah salah satu alasan utama mengapa kentang menjadi makanan pokok yang populer sampai saat ini.

5. Sebagian besar orang menyalahkan penyihir dan kaum marjinal lainnya

7 Fakta yang Jarang Diketahui tentang 'Zaman Es Kecil', Apa Saja?pinterest.com

Ketika suhu menjadi semakin dingin dan bencana kelaparan mulai meluas, orang-orang mulai mencari kambing hitam untuk disalahkan. Seperti dijelaskan dalam Scientific American, mereka mulai menyalahkan para penyihir karena percaya kalau cuaca dingin ini adalah hasil manipulasi dari kekuatan supernatural.

Antara tahun 1560 dan 1630, diperkirakan lebih dari 45.000 orang diadili dan dieksekusi karena tuduhan sihir, yang sebagian besar adalah wanita. Dalam banyak kasus, tuduhan utama terhadap korban adalah bahwa mereka telah merusak cuaca yang menyebabkan gagal panen.

Sebagian besar eksekusi melibatkan pembakaran di tiang pancang karena metode ini dianggap sebagai cara paling ampuh untuk menghancurkan kekuatan penyihir. Selain penyihir, mereka juga menyalahkan orang Yahudi dan kelompok marjinal lainnya.

6. Zaman es kecil memiliki peran dalam berbagai peristiwa penting di Eropa

7 Fakta yang Jarang Diketahui tentang 'Zaman Es Kecil', Apa Saja?Getty Images via nypost.com

Beberapa peristiwa sejarah paling terkenal di Eropa justru mendapat pengaruh dari zaman es kecil. Misalnya, peningkatan kasus malnutrisi dan kelaparan yang disebabkan oleh zaman es kecil telah melemahkan sistem kekebalan penduduk Eropa, yang memungkinkan penyakit seperti Maut Hitam menyebar dengan cepat.

Pada tahun 1588, hampir seluruh Armada Spanyol dimusnahkan oleh badai Arktik di sekitar Atlantik. Pada tahun 1666, Kebakaran Besar London, yang menghancurkan lebih dari 4/5 kota itu, diperburuk oleh musim dingin yang parah. Namun, zaman es kecil tidak hanya berdampak buruk saja.

Para sejarawan berpendapat kalau periode ini telah berkontribusi dalam penciptaan biola Stradivarius yang dibuat oleh Antonio Stradivari pada abad ke-17. Dengan perubahan cuaca yang ekstrem, orang-orang juga terpaksa menyesuaikan pakaian mereka.

Abad ke-16 menjadi saksi dari naiknya popularitas mantel panjang dan orang-orang cenderung memakai pakaian dalam yang jauh lebih banyak daripada sebelumnya. Gaun Spanyol, yang bertahan sampai saat ini, menunjukkan gambaran iklim pada zaman itu. 

Tentu saja, tren mode hanya dapat diikuti oleh para elite bangsawan. Sementara mereka mencari cara baru untuk tetap hangat sambil terus mengikuti tren, para petani, yang merupakan mayoritas penduduk, harus kelaparan dan berjuang demi bertahan hidup.

7. Ada kemungkinan kalau zaman es kecil telah melahirkan Abad Pencerahan

7 Fakta yang Jarang Diketahui tentang 'Zaman Es Kecil', Apa Saja?history.com

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, banyak sejarawan yang percaya kalau zaman es kecil memiliki dampak yang begitu signifikan terhadap masyarakat Eropa sehingga turut mengubah kondisi ekonomi, sosial, dan intelektual sehingga melahirkan periode yang kita kenal sebagai Age of Enlightenment atau Abad Pencerahan.

Sejarawan Jerman, Philipp Blom, dalam bukunya Nature's Mutiny: How the Little Ice Age Transformed the West and Shaped the Present, berpendapat kalau cuaca yang dingin telah merusak panen, yang akhirnya menyebabkan migrasi massal ke kota.

Pertumbuhan yang cepat di kota-kota akibat migrasi menyebabkan kemunculan kapitalisme awal. Setelahnya, muncul berbagai pandangan baru terhadap agama, pemikiran ilmiah, masyarakat, seni dan budaya Eropa.

Agar semua segmen masyarakat bisa mengatasi krisis ini bersama-sama, orang-orang mulai membagikan pengetahuan ke para pemikir dan daerah yang berbeda. Blom melanjutkan kalau adaptasi yang spontan karena perubahan cuaca juga terjadi saat ini.

Ternyata, zaman es kecil tidak kalah merusak dari zaman es yang terjadi puluhan ribu tahun lalu. Sekali lagi, manusia berhasil membuktikan kalau mereka adalah spesies yang paling adaptif, karena telah berhasil melewati berbagai kesulitan yang terjadi selama periode ini.

Baca Juga: 10 Hewan Zaman Prasejarah Ini Masih Hidup sampai Sekarang

Shandy Pradana Photo Verified Writer Shandy Pradana

"I don't care that they stole my idea. I care that they don't have any of their own." - Tesla // I am a 20% historian, 30% humanist and 50% absurdist // For further reading: linktr.ee/pradshy

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya