Comscore Tracker

6 Fakta tentang Nekrofilia yang Wajib Kamu Ketahui, Mengerikan!

Nekrofilia bukan sebuah gangguan mental lho

Melakukan perbuatan senonoh dengan orang mati alias nekrofilia adalah perbuatan paling tabu dalam masyarakat — selain pedofilia dan inses, tentunya. Paraphilia (kelainan seksual) ini sendiri sudah dikenal sejak zaman Mesir kuno dan terus bertahan sampai saat ini.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak enam fakta mengerikan tentang praktik nekrofilia di bawah ini.

1. Nekrofilia dalam catatan sejarah 

6 Fakta tentang Nekrofilia yang Wajib Kamu Ketahui, Mengerikan!nytimes.com

Sungguh mengejutkan ketika mengetahui bahwa sejarah manusia dipenuhi dengan deskripsi, seni, dan sastra tentang nekrofilia. Seperti yang bisa dibayangkan dari praktik pembalseman dan obsesi religius mereka dengan alam baka, orang-orang Mesir kuno sudah sering membicarakan tentang praktik nekrofilia jauh sebelum istilah itu tercipta.

Dalam salah satu mitos Mesir kuno, dikisahkan bahwa tiga dewa utama mereka (Osiris, Seth, dan Isis) mengambil bagian dalam sebuah kisah nekrofilia. Menurut cerita tersebut, Seth dan Osiris adalah saudara. Namun, Seth cemburu pada Osiris sehingga dia membunuh Osiris lalu memutilasi mayatnya.

Merasa sedih, Isis pun mengumpulkan mayat suaminya, Osiris, dan menyatukannya kembali. Namun, ada satu masalah besar: Isis tidak dapat menemukan penis Osiris. Jadi, dia mengambil benda lain dan menempelkannya pada mayat Osiris, kemudian melakukan hubungan seks dengannya.

Seperti yang dijelaskan dalam Encyclopædia Britannica, hubungan ini akan melahirkan Horus. Nantinya, Horus akan naik ke atas takhta Mesir setelah memenggal kepala Seth.

2. Psychopathia Sexualis 

6 Fakta tentang Nekrofilia yang Wajib Kamu Ketahui, Mengerikan!commons.wikimedia.org

Istilah nekrofilia pertama kali disebutkan pada tahun 1850 oleh psikiater asal Belgia, Joseph Guislain. Namun, baru pada tahun 1886, Richard von Krafft-Ebing memberikan deskripsi yang terperinci tentang nekrofilia dalam bukunya, Psychopathia Sexualis.

Dalam karyanya, Krafft-Ebing berkata, "[An] sensualitas yang abnormal dan jelas menyimpang ini diperlukan untuk mengatasi kejijikan alami manusia terhadap mayat." Menurutnya, seorang nekrofil mungkin terlihat aneh, tetapi bukan berarti bahwa mereka memiliki gangguan mental.

3. Bukan sebuah gangguan mental 

6 Fakta tentang Nekrofilia yang Wajib Kamu Ketahui, Mengerikan!ebloggy.com

Menurut The American DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition), nekrofilia tidak memiliki tempat di dalam penyakit mental. Nekrofilia sendiri termasuk ke dalam kategori paraphilia, yaitu sebuah ketertarikan seksual terhadap objek yang tidak wajar atau aktivitas seksual yang tidak normal.

Hal ini juga berarti bahwa nekrofilia dapat disebut sebagai sebuah fetish seksual. Namun dalam penelitian pada tahun 1989, sekitar 57 persen pelaku nekrofilia ditemukan bekerja di tempat yang memiliki akses ke mayat.

Fakta ini pun menimbulkan pertanyaan besar, apakah orang-orang ini benar-benar nekrofilik atau apakah mereka hanya melakukannya karena mereka memiliki akses ke tubuh manusia yang sudah mati? Hal ini pun masih menimbulkan perdebatan, khususnya tentang dorongan yang lebih dulu memengaruhi mereka — apakah itu niat atau kesempatan.

Dalam sebuah penelitian lainnya, disebutkan kalau 95 persen nekrofil adalah pria. Selain itu, 100 persen kasus pembunuhan nekrofilik (homicidal necrophiles) juga dilakukan oleh pria. Oleh karena itu, hal ini mungkin menjelaskan kalau kesempatan untuk melakukan nekrofilia selalu hadir terlebih dahulu sebelum niat.

Baca Juga: Awas, Ini 7 Tanda Kamu Terkena Gangguan Mental Akibat Media Sosial

4. Empat jenis nekrofilia

6 Fakta tentang Nekrofilia yang Wajib Kamu Ketahui, Mengerikan!wired.co.uk

Kita tahu kalau nekrofilia adalah sebuah fetish yang menyimpang. Namun, ternyata ada lapisan yang berbeda di dalamnya. Menurut jurnal Sexual Attraction to Corpses: A Psychiatric Review of Necrophilia, ada empat jenis nekrofilia yakni homicidal necrophiles, fantasizers, nekrofilia "biasa" dan pseudo-nekrofilia (atau pseudo-necrophilic killers).

Semuanya dapat dijelaskan dengan beberapa data yang cukup akurat. Sebagai contoh, 68 persen nekrofil berasal dari orang-orang yang menyatakan keinginan untuk memiliki pasangan yang tidak dapat menolak atau melawan mereka. Yang lebih meresahkan lagi, 42 persen nekrofil melakukan pembunuhan hanya untuk memenuhi hasrat nekrofilia mereka.

Namun, sekitar 21 persen nekrofil hanya menginginkan persetubuhan dengan cinta yang sudah "hilang," dan hanya 15 persen nekrofil yang memiliki ketertarikan seksual pada orang yang sudah mati. 

5. Nekrofilia "biasa" dan pseudo-nekrofilia

6 Fakta tentang Nekrofilia yang Wajib Kamu Ketahui, Mengerikan!mirror.co.uk

Bagi para nekrofil biasa, ketertarikan seksual atau hubungan seks dengan mayat adalah bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Mereka adalah para penjaga kamar mayat dan penggali kubur seperti "The Yorkshire Ripper," Peter Sutcliffe. Sutcliffe sendiri adalah seorang pembunuh berantai Inggris yang dipekerjakan untuk menggali kuburan ketika masih muda.

Namun, Sutcliffe akhirnya sering membunuh pelacur dan berhubungan seks dengan mayat mereka. Meskipun tindakannya sering dianggap sebagai "pembunuhan nekrofilik," setiap fantasi yang dimiliki Sutcliffe masuk ke dalam klasifikasi nekrofilia "biasa."

Faktanya, fantasi nekrofilia masih menjadi bagian dari nekrofilia biasa. Karena berbagai alasan, orang-orang ini umumnya tidak puas berhubungan seks dengan orang yang masih hidup, atau bahkan sudah tidak tertarik sama sekali pada orang yang masih hidup. Di sisi lain, mereka juga takut ditolak oleh orang yang masih hidup.

Berbeda dengan nekrofilia biasa, para pelaku pseudo-nekrofilia hanya berhubungan seks dengan mayat ketika ada kesempatan saja. Tentu saja, hal ini sangat aneh sekaigus membuktikan fleksibilitas yang mengerikan dari dorongan seks dalam diri manusia.

6. Pembunuhan nekrofilik

6 Fakta tentang Nekrofilia yang Wajib Kamu Ketahui, Mengerikan!ex-press.by

Pembunuhan nekrofilik adalah hal yang paling menakutkan bagi kita. Dalam kasus ini, para korban dibunuh terlebih dahulu agar para pelaku dapat memuaskan hasrat seksual mereka. Bahkan bapak psikoanalitis, Sigmund Freud, berkata untuk "menyudahi horor ini" ketika membahas tentang pembunuhan nekrofilik.

Kasus pembunuhan nekrofilik sendiri adalah kasus yang sangat sensasional dan jarang terjadi. Kasus-kasus ini termasuk pembunuh berantai yang membunuh korban, membuang mayatnya, dan kemudian mengambil mayatnya kembali untuk merasakan kembali pengalaman membunuh atau menikmati hubungan seks dengannya berulang kali.

Nah, itu tadi enam fakta tentang nekrofilia yang wajib kamu ketahui. Bagaimana, mengerikan bukan?

Baca Juga: Ada 5 Penyakit Mental yang Menyerang Millennials, Kamu Kena yang Mana?

Shandy Pradana Photo Verified Writer Shandy Pradana

"I always tell the truth, even when I lie." For further reading: trakteer.id/shandy-pradana, qureta.com/next/profile/Shandy_Pradana49003 and jurnalshandy.blogspot.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya