Comscore Tracker

Mengupas 10 Mitos dan Fakta Terkenal tentang Migrasi Burung

Jangan sampai salah lagi ya!

Burung selalu bermigrasi, tetapi manusia tidak selalu memahaminya. Tidak mengherankan kalau beberapa cerita luar biasa tentang migrasi burung telah muncul sejak berabad-abad yang lalu.

Artikel ini akan mengupas beberapa mitos dan fakta mengejutkan tentang burung tersebut. Berikut daftarnya.

1. Mitos: Burung layang-layang berhibernasi di dalam lumpur

Mengupas 10 Mitos dan Fakta Terkenal tentang Migrasi BurungShutter Stock via brinvale.com

Burung layang-layang adalah burung migran yang sering menghabiskan musim panas di Eropa dan musim dingin di Afrika. Mereka bisa terbang sampai sejauh 300 kilometer per hari dan bisa mencapai Afrika Selatan hanya dalam waktu lima minggu saja.

Naturalis yang hidup di tahun 1700-an, Gilbert White, pernah membuat asumsi kalau burung layang-layang akan menyelam ke bawah air dan mengubur diri mereka di dalam lumpur pada musim dingin. Uniknya lagi, banyak orang mempercayai mitos ini dalam waktu yang sangat lama.

Namun, penelitian modern telah membuktikan bahwa mereka selalu bermigrasi setiap musim dingin alih-alih berhibernasi di dalam lumpur sampai musim semi.

2. Mitos: Burung goldcrest "dibonceng" oleh burung woodcock saat bermigrasi

Mengupas 10 Mitos dan Fakta Terkenal tentang Migrasi Burungpixabay.com/NickyPe

Goldcrest adalah burung yang sangat kecil dan memiliki garis emas di kepalanya. Di musim gugur, mereka akan bermigrasi dari wilayah Skandinavia ke Inggris. Pada saat yang bersamaan, burung lain yang disebut woodcock atau berkik bermigrasi melalui rute yang sama.

Oleh karena itu, orang Eropa sempat percaya kalau goldcrest akan "duduk" di atas punggung woodcock saat akan menyeberangi Laut Utara. Mereka berasumsi kalau burung goldcrest terlalu kecil untuk dapat menyeberang lautan sendirian.

Di Kota Yorkshire, ada pahatan emas yang dinamai "pilot woodcock" sehubungan dengan kepercayaan ini. Terlepas dari cerita di atas, nyatanya goldcrest dan berkik bermigrasi masing-masing.

3. Mitos: Para burung bermigrasi ke Bulan

Mengupas 10 Mitos dan Fakta Terkenal tentang Migrasi Burungnewscientist.com

Bukan, ini bukan lagu dari Frank Sinatra, melainkan sebuah teori yang berasal dari Charles Morton, seorang ilmuwan Inggris yang hidup pada abad ke-17. Morton, yang tidak tahu atau pernah melihat tujuan dari migrasi burung, berasumsi kalau mereka pasti keluar dari planet Bumi.

Dia percaya kalau burung bermigrasi ke Bulan dan kemudian, tentu saja, kembali lagi ke Bumi. Faktanya, beberapa burung memang dapat bermigrasi sejauh ribuan kilometer, walau tidak sampai ke Bulan.

Baca Juga: 7 Fakta Unik Burung Emu, Burung Raksasa dengan Sayap Mini

4. Mitos: Migrasi burung adalah pertanda bencana

Mengupas 10 Mitos dan Fakta Terkenal tentang Migrasi Burungbirdsandblooms.com

Burung waxwing hanya mengunjungi Inggris setiap beberapa tahun sekali. Alasannya mungkin saja karena persediaan makanan. Namun, orang-orang Eropa sempat menganggap kedatangan waxwing sebagai pertanda buruk. Bahkan, mereka mengaitkan migrasi waxwing di tahun 1914 dengan Perang Dunia I.

Melansir dari National Geographic, Pliny the Elder juga pernah menulis kalau burung puyuh yang bermigrasi akan mendarat di atas kapal pada malam hari dan membuat kapal-kapal itu tenggelam. Besar kemungkinan kalau kapal-kapal itu tenggelam karena masalah struktural, dan burung puyuh mendarat di atasnya hanya untuk beristirahat saja.

5. Mitos: Bangau menggendong bayi yang baru lahir

Mengupas 10 Mitos dan Fakta Terkenal tentang Migrasi Burungeuronews.com

Kalian pasti pernah mendengar cerita rakyat yang terkait dengan bayi dan bangau. Ada banyak kemungkinan mengapa orang zaman dulu percaya kalau seekor bangau dapat menggendong bayi. Ternyata, semuanya berakar pada pola migrasi bangau.

Seperti dijelaskan oleh Live Science, bangau bermigrasi dari Eropa ke Afrika pada musim panas dan kemudian kembali ke Eropa sembilan bulan kemudian. Secara tradisional, masyarakat Eropa Utara sering menikah pada musim panas karena waktu siangnya lebih lama dari musim dingin. 

Jadi, saat bangau kembali ke Eropa pada musim semi, beberapa wanita yang menikah pada musim panas sebelumnya akan melahirkan. Dari sinilah semua mitos itu berasal.

6. Mitos: Burung kolibiri adalah hibrida dari dua spesies berbeda

Mengupas 10 Mitos dan Fakta Terkenal tentang Migrasi Burungpexels.com/Djalma Paiva Armelin

Meskipun mitos ini tidak sepenuhnya terkait dengan migrasi mereka, Ratu Spanyol Isabella pernah menerima laporan kalau kolibri adalah persilangan antara burung dan serangga. Itu bukan sebuah miskonsepsi yang mengejutkan, mengingat adanya spesies burung kolibri lebah, burung terkecil di dunia dengan berat hanya 1,6 sampai 1,9 gram.

Jadi, banyak orang yang mengira kalau mereka telah melihat burung kolibri, walau nyatanya mereka melihat ngengat yang bernama hummingbird hawkmoth. Dan yang lebih membingungkan lagi adalah bahwa mereka dapat bermigrasi juga.

Banyak juga yang mengira kalau kolibri sering "dibonceng" oleh burung lain yang lebih besar seperti angsa. Faktanya, kolibri mampu bermigrasi sendiri dan dapat menempuh jarak sejauh 4.300 kilometer saat bermigrasi

7. Fakta: Beberapa burung bemrigrasi dengan bantuan microlight

Mengupas 10 Mitos dan Fakta Terkenal tentang Migrasi Burungearthbuddies.net

Dengan perkembangan teknologi yang semakin mutakhir, manusia dapat membantu burung-burung yang "tersesat" di tengah migrasi mereka.

Seorang mantan ahli meteorologi dari Swedia, Christian Moullec, pernah membawa sekawanan angsa pada tahun 1995 dan memandu mereka ke rute migrasi yang benar dengan sebuah microlight. Moullec pun terus melakukannya sejak saat itu. Menurutnya, burung hanya perlu ditunjukkan rutenya sekali dan mereka akan terus mengingatnya.

8. Fakta: Migrasi terjauh dan terdekat

Mengupas 10 Mitos dan Fakta Terkenal tentang Migrasi Burunganimalogic.ca

Dara-laut arktik memegang rekor perjalanan migrasi terjauh di dunia. Rata-rata, mereka dapat terbang sejauh 70.900 kilometer dari Kutub Utara ke Antartika setiap tahunnya. Sedangkan rekor migrasi terpendek dilakukan oleh burung belibis hitam (juga dikenal sebagai belibis biru).

Seperti diketahui, belibis hitam tinggal di pegunungan pada musim dingin, kemudian pindah ke hutan gugur selama musim panas. Jadi, pada dasarnya ia hanya "bermigrasi" sejauh 300 meter saja.

9. Fakta: Beberapa burung dapat terbang sejajar dengan pesawat

Mengupas 10 Mitos dan Fakta Terkenal tentang Migrasi Burungglobaltimes.cn

Angsa kepala bergaris dapat terbang lebih tinggi dari burung lain saat bermigrasi. Mereka bisa terbang hingga 8.851 meter di atas permukaan laut. Artinya, kalian bisa melambai kepada mereka dari jendela pesawat kalian.

Sebagai perbandingan, penerbangan "tertinggi" yang pernah terlihat dilakukan oleh burung hering Rüppell pada ketinggian 11.278 meter. Ironisnya, burung itu tersedot ke dalam mesin pesawat.

10. Fakta: Burung yang bermigrasi memiliki otak yang lebih kecil

Mengupas 10 Mitos dan Fakta Terkenal tentang Migrasi Burungpexels.com/Free Creative Stuff

Memiliki otak yang besar membutuhkan lebih banyak energi juga. Jadi, ketika seekor burung harus menempuh jarak ribuan kilometer, mereka akan membutuhkan lebih banyak energi ekstra untuk terbang. Menurut penelitian, burung yang bermigrasi memiliki otak yang lebih kecil daripada burung yang tidak bermigrasi.

Alasannya karena mereka tidak menggunakan banyak energi untuk berpikir dan dapat memfokuskan lebih banyak energinya untuk terbang.

Nah, itu tadi sepuluh mitos dan fakta tentang migrasi burung. Jadi, apakah kalian pernah mendengar atau mempercayai salah satu mitos di atas? Jangan sampai salah lagi ya!

Baca Juga: 5 Fakta Unik Australian Pelican, Spesies Burung Air yang Tangguh!

Shandy Pradana Photo Verified Writer Shandy Pradana

"I don't care that they stole my idea. I care that they don't have any of their own." - Tesla // I am a 20% historian, 30% humanist and 50% absurdist // For further reading: linktr.ee/pradshy

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya