Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Studi Ungkap Singa Gunung Bikin Jalan Raya Lebih Aman, Kok Bisa?

4 min read
Studi Ungkap Singa Gunung Bikin Jalan Raya Lebih Aman, Kok Bisa?
tampak dekat singa gunung (commons.wikimedia.org/Nick Jewell)
  • Studi Current Biology menemukan aktivitas singa gunung tinggi menurunkan probabilitas kecelakaan kendaraan-rusa 67 persen, karena rusa menghindari area jalan yang menjadi lokasi berburu predator.
  • Dalam lima tahun, aktivitas singa gunung tinggi dapat mengurangi total kecelakaan kendaraan dan rusa hingga 76 persen; rusa juga lebih aktif siang hari saat predator ini aktif malam.
  • Penelitian sebelumnya menunjukkan pemulihan singa gunung dan keberadaan karnivor lain seperti serigala memberi manfaat keselamatan serta ekonomi melalui pengendalian populasi hewan yang berisiko di jalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Singa gunung merupakan predator yang mengesankan. Tubuhnya besar. Terkamannya mematikan. Ia salah satu predator puncak penguasa alam liar Amerika. Namun seiring menyempitnya habitat, singa gunung kini banyak dijumpai di pinggiran kota.

Akibatnya, singa gunung sering berpapasan dengan manusia. Tak jarang pula kucing ini memangsa hewan ternak. Interaksi kita dengan predator ini selalu negatif. Namun, studi terbaru menunjukkan fakta mengejutkan. Ternyata, singa gunung bantu bikin jalan raya lebih aman! Kok, bisa? Apa hubungannya singa gunung dengan amannya jalan raya?

  1. 1. Hidup berdampingan dengan karnivor besar seperti singa gunung

    Singa gunung berjalan di tumpukan salju.
    Singa gunung berjalan di tumpukan salju. (unsplash.com/Robert Sachowski)

    Singa gunung (Puma concolor) merupakan jenis kucing liar besar yang tersebar luas di Amerika. Menurut laman Animalia, singa gunung ada di Kanada, Amerika Serikat, sampai ke ujung Chili di Amerika Selatan. Kucing liar ini bisa hidup di macam-macam habitat. Pegunungan, rawa-rawa, sampai padang rumput kering.

    Di seluruh wilayah sebarannya, singa gunung paling suka makan hewan berkuku, utamanya rusa. Menurut laman Britannica, tiap singa gunung membunuh sekitar 48 hewan berkuku setiap tahun. Hewan ternak, terutama domba, kambing, dan anak sapi, juga turut jadi mangsa.

    Saat bicara tentang karnivor besar semacam singa gunung, kita selalu dibuat waswas. Khawatir hewan ternak akan dimangsa, atau kita sendiri yang bakal jadi makan siangnya. Namun, kita gak sadar kalau hidup berdampingan denagn karnivor sebenarnya ada manfaatnya. Bahkan, selama ini kita sudah merasakan manfaatnya, tapi gak menyadarinya.

  2. 2. Studi ungkap singa gunung bikin jalan raya lebih aman

    Singa gunung mencari mangsa.
    Singa gunung mencari mangsa. (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

    Studi terbaru mengungkap singa gunung membuat jalan raya lebih aman. Bukan dengan cara mengatur lalu lintas atau semacamnya. Singa gunung bikin rusa menjauh dari jalan raya, sehingga kemungkinan kecelakaan antara kendaraan dan rusa berkurang drastis.

    Demikian hasil studi yang diterbitkan jurnal Current Biology Agustus 2026 lalu. Di area dengan aktivitas singa gunung yang tinggi, terdapat penurunan probabilitas kecelakaan kendaraan dan rusa sebesar 67 persen. Dalam kurun lima tahun, aktivitas singa gunung yang tinggi bisa mengurangi total kecelakaan kendaraan dan rusa sampai 76 persen.

    Justin Suraci, penulis utama studi sekaligus pakar ekologi satwa liar dari Conservation Science Partner, menjelaskan peran singa gunung pada laman BBC Discover Wildlife. Sebagai predator penyergap, singa gunung suka daerah pinggiran jalan raya karena menyediakan tempat bersembunyi yang pas dan berikan jarak pandang yang baik untuk berburu. Sebagai respons, rusa dan hewan-hewan lain menghindari daerah itu.

    Dari sinilah manfaat bisa dirasakan para pengendara yang melintasi jalan-jalan tersebut. Rusa lebih jarang menghabiskan waktu di dekat jalan raya. Dikarenakan singa gunung paling aktif di malam hari, rusa memilih aktif di siang hari. Alhasil, terdapat penurunan probabilitas kecelakaan antara kendaraan dan rusa.

  3. 3. Jasa ekosistem yang luput dari perhatian

    Singa gunung sedang rileks.
    Singa gunung sedang rileks. (pixabay.com/justicesug-17709264)

    Meningkatnya angka keselamatan di jalan raya jadi jasa ekosistem yang diberikan karnivor besar seperti singa gunung pada masyarakat. Gak cuma di Amerika, karnivor besar lain mungkin juga memberikan layanan keselamatan jalan serupa di belahan bumi lain, tutur Suraci pada laman Gizmodo. Hanya saja, jasa ekosistem yang berharga ini luput dari perhatian.

    Studi sebelumnya pernah mengungkap fakta yang sama. Pada 2016 lalu, jurnal Conservation Letters merilis hasil studi yang menemukan bahwa mengenalkan kembali singa gunung ke wilayah di mana si kucing liar pernah punah secara lokal bisa mencegah 21.400 kasus cedera dan 155 kematian berkaitan dengan kecelakaan kendaraan dan rusa. Hal ini menghindari kerugian sebesar US$2,1 miliar dalam kurun waktu 30 tahun.

    Jasa ekosistem serupa juga bisa diberikan jenis karnivor lain. Studi dari jurnal PNAS tahun 2021 lalu menemukan keberadaan serigala bisa mengurangi kecelakaan kendaraan dan rusa sebesar 24 persen. Terdapat pula manfaat ekonomi 63 kali lebih besar dari biaya akibat hewan ternak dimangsa serigala.

    Di luar keselamatan jalan raya, karnivor besar juga bantu masyarakat lebih sehat. Sebuah studi yang dilansir jurnal Frontiers in Ecology and the Environment 2018 lalu menemukan macan tutul bisa bantu menurunkan risiko penyakit menular di Mumbai, India. Macan tutul berperan mengendalikan populasi anjing liar sehingga mengurangi risiko warga tertular penyakit berbahaya, seperti rabies.

    Hasil studi terbaru ini diharapkan bisa buat masyarakat lebih mengapresiasi keberadaan karnivor besar yang berbagi lingkungan dengan kita. Hidup berdampingan dengan karnivor besar sebenarnya memberi manfaat bagi masyarakat. Bahkan detik ini, kita sedang menikmati jasa ekosistem dari karnivor besar yang hidup di dekat kita, hanya saja kita tidak menyadarinya. Bagaimana kalau menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More