Singa gunung sedang rileks. (pixabay.com/justicesug-17709264)
Meningkatnya angka keselamatan di jalan raya jadi jasa ekosistem yang diberikan karnivor besar seperti singa gunung pada masyarakat. Gak cuma di Amerika, karnivor besar lain mungkin juga memberikan layanan keselamatan jalan serupa di belahan bumi lain, tutur Suraci pada laman Gizmodo. Hanya saja, jasa ekosistem yang berharga ini luput dari perhatian.
Studi sebelumnya pernah mengungkap fakta yang sama. Pada 2016 lalu, jurnal Conservation Letters merilis hasil studi yang menemukan bahwa mengenalkan kembali singa gunung ke wilayah di mana si kucing liar pernah punah secara lokal bisa mencegah 21.400 kasus cedera dan 155 kematian berkaitan dengan kecelakaan kendaraan dan rusa. Hal ini menghindari kerugian sebesar US$2,1 miliar dalam kurun waktu 30 tahun.
Jasa ekosistem serupa juga bisa diberikan jenis karnivor lain. Studi dari jurnal PNAS tahun 2021 lalu menemukan keberadaan serigala bisa mengurangi kecelakaan kendaraan dan rusa sebesar 24 persen. Terdapat pula manfaat ekonomi 63 kali lebih besar dari biaya akibat hewan ternak dimangsa serigala.
Di luar keselamatan jalan raya, karnivor besar juga bantu masyarakat lebih sehat. Sebuah studi yang dilansir jurnal Frontiers in Ecology and the Environment 2018 lalu menemukan macan tutul bisa bantu menurunkan risiko penyakit menular di Mumbai, India. Macan tutul berperan mengendalikan populasi anjing liar sehingga mengurangi risiko warga tertular penyakit berbahaya, seperti rabies.
Hasil studi terbaru ini diharapkan bisa buat masyarakat lebih mengapresiasi keberadaan karnivor besar yang berbagi lingkungan dengan kita. Hidup berdampingan dengan karnivor besar sebenarnya memberi manfaat bagi masyarakat. Bahkan detik ini, kita sedang menikmati jasa ekosistem dari karnivor besar yang hidup di dekat kita, hanya saja kita tidak menyadarinya. Bagaimana kalau menurutmu?