ilustrasi supermoon (unsplash.com/Mike Lewinski)
Sebagaimana disebutkan dalam pembahasan sebelumnya, supermoon biasanya datang tiga hingga empat kali secara berurutan dalam setahun. Pada 2022, supermoon yang terjadi ada Flower Moon pada Mei, Strawberry Moon pada Juni, dan Buck Moon pada Juli. Nah, Sturgeon Moon diprediksi bakal jadi yang terakhir tahun ini.
Nama-nama ini diberikan oleh The Old Farmer's Almanak untuk mengidentifikasi bulan purnama pada 1930-an. Seperti kebiasaan tradisional lainnya, pemberian nama pada bulan purnama ini mengikuti peristiwa yang sering terjadi di waktu bersamaan.
Sturgeon Moon sendiri diberikan oleh suku Algonquin di Amerika Serikat bagian timur laut. Bukan tanpa alasan, penamaan bulan purnama Agustus didasarkan pada fenomena ikan besar yang lebih mudah ditangkap di Great Lakes pada waktu yang sama dengan bulan purnama. Selain Sturgeon Moon, terdapat juga julukan Bulan Jagung Hijau.
Dilansir Space, masih banyak istilah yang diberikan pada purnama yang terjadi Agustus. Suku Ojibwe, misalnya, menyebut bulan ini dengan Bulan Blackberry. Sementara di China, bulan purnama Agustus identik dengan Hungry Ghost Festival. Dalam kalender lunisolar, peristiwa bulan penuh ini digunakan untuk menghormati roh-roh yang gak diberi pemakaman atau persembahan yang layak ketika meninggal.
Nah, Sturgeon Moon Agustus 2022 akan terjadi sekitar pada 90 persen perigee. Artinya, kategori tersebut membuat Sturgeon masuk sebagai supermoon. Biasanya, fenomena ini menjadikan bulan 16 persen lebih terang dibanding bulan purnama biasa.
Faktanya, fenomena langit supermoon Sturgeon Moon merupakan terakhir pada 2022. CBC News mengutip NASA menyebut bahwa peristiwa supermoon gak akan muncul lagi setidaknya sampai Agustus 2023. Lebih lanjut, peristiwa ini diprediksi akan hadir berurutan dengan hujan meteor Perseids yang sangat populer. Jadi jangan sampai terlewat, ya, Guys!