Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Tanda Anjing Sedang Merasa Ketakutan, Mudah Dikenali!

3 min read
4 Tanda Anjing Sedang Merasa Ketakutan, Mudah Dikenali!
ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Jakub Dziubak)
  • Anjing yang ketakutan dapat gemetar hebat dan terengah-engah mendadak, terutama saat mendengar suara keras atau berada di lingkungan asing.
  • Tanda stres lain meliputi menghindari kontak mata, memperlihatkan bagian putih mata, telinga terlipat ke belakang, serta ekor menempel di antara kaki.
  • Anjing juga bisa bersembunyi atau membeku menolak bergerak; pemilik disarankan memberi ruang tenang, tidak memaksa, dan meminimalkan pemicu ketakutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memahami bahasa tubuh anjing bisa menkadi langkah penting agar pemilik bisa mengenali kondisi emosional dan tingkat kenyamanan dari hewan peliharaannya. Pada saat menghadapi situasi yang menakutkan, maka anjing akan menunjukkan berbagai tanda fisik khusus sebagai respons terhadap ancaman yang mereka rasakan.

​Ketelitian dalam membaca tanda-tanda kecemasan ini tentu bisa membantumu dalam memberikan penanganan yang sesuai sebelum rasa takut tersebut bisa memicu perilaku secara lebih agresif. Pemahaman yang baik terkait bahasa tubuh hewan tentu bksa menjadi kunci utama dalam membangun hubungan yang aman dan penuh dengan rasa saling percaya.

  1. ​1. Gemetar hebat dan napas yang terengah-engah secara mendadak

    ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Mitchell Orr)
    ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Mitchell Orr)

    Guncangan emosional yang kuat akibat rasa takut ternyata bksa memicu respons fisiologis yang berupa ketegangan otot hingga kondisi tubuh anjing yang bergetar dengan hebat. Kondisi ini pada umumnya biasa terjadi ketika anjing mendengar suara dentuman yang cukup keras atau berada di kondisi lingkungan asing yang mungkin belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.

    ​Bukan hanya tubuh yang terlihat gemetar, anjing juga bisa secara mendadak terengah dengan lidah yang terjulur walau mereka tidak sedang melakukan aktivitas fisik yang cukup berat. Respons tubuh ini sebetulnya menandakan bahwa tingkat stres yang dialamai anjing sudah cukup tinggi, sehingga memerlukan bantuan dari pemiliknya.

  2. 2. Kontak mata terhindar dan menunjukkan bagian putih mata

    ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Angel Luciano)
    ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Angel Luciano)

    Pada saat anjing merasa ketakutan, maka anjing akan cenderung memalingkan pandangan wajahnya dan menolak untuk melakukan kontak mata secara langsung dengan pemiliknya. Situasi ini bisa terjadi pada anjing melirik secara berlebihan hingga bagian putih matanya dapat terlihat dengan sangat jelas.

    ​Gerakan memalingkan kepala ini sebetulnya bisa menjadi tanda bahwa anjing sedang berada pada kondisi stres tinggi dan berusaha untuk terus menghindari potensi konflik. Kamu sebaiknya tidak memaksa mereka untuk menatap mata anjing secara langsung agar mereka tidak semakin merasa terintimidasi atau terancam dengan situasi yang ada.

  3. 3. Posisi telinga yang melipat ke belakang dan ekor menempel ke perut

    ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Louis)
    ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Louis)

    Anjing yang sedang merasa ketakutan pada umumnya akan menarik kedua telinganya secara rapat ke bagian belakang kepala mereka. Perubahan posisi fisik ini biasanya akan disertai dengan gerakan menurunkan ekor hingga melengkung secara rapat di antara kedua kaki belakangnya.

    ​Sikap tubuh yang terlihat membungkuk sebetulnya merupakan upaya alami anjing untuk membuat ukuran tubuhnya jadi terlihat lebih kecil di hadapan ancaman. Kamu sebagai pemilik harus bisa menyediakan ruang yang terasa tenang agar anjing tidak sampai merasa semakin terdesak oleh situasi yang ada di sekitarnya.

  4. ​4. Perilaku bersembunyi dan menolak untuk berpindah tempat

    ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Fernando Gago)
    ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Fernando Gago)

    Anjing yang berada dalam ketakutan yang cukup hebat ternyata akan secara aktif berusaha untuk mencari celah sempit di bawah perabotan rumah untuk bersembunyi. Mereka ternyata kerap menganggap sudut ruangan yang gelap sebagai tempat berlindung yang paling aman dari berbagai risiko lingkungan yang terasa menakutkan.

    ​Pada beberapa situasi, rasa takut yang cukup ekstrem ternyata bisa membuat tubuh anjing jadi mendadak kaku dan menolak untuk melangkah sama sekali. Tidak memaksakan anjing dan tetap membiarkannya untuk berdiam diri merupakan tindakan paling bijaksana agar mereka tetap merasa aman dan bisa menenangkan diri secara perlahan.

    ​Kejelian dalam mengenali perubahan perilaku anjing yang sedang ketakutan tentu bisa menjadi bentuk kepedulian nyata untuk menjaga kesejahteraan emosional hewan peliharaan. Penanganan yang tenang tanpa ada unsur paksaan tentu bisa membantu dalam mengembalikan rasa aman dan kepercayaan diri dari anjing kesayanganmu. Minimalkan sumber-sumber yang bisa memicu ketakutan berlebih pada anjing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More