Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Tanda Kucing Terdampak Asap Karhutla, Jangan Diabaikan!
ilustrasi kucing (pexels.com/Cats Coming)
  • Asap karhutla dapat masuk ke rumah dan mengganggu kesehatan kucing, terutama sistem pernapasan serta mata, melalui paparan partikel halus.
  • Tanda yang perlu diwaspadai meliputi sering bersin atau batuk, mata merah dan berair, menyipitkan mata, serta menggosok wajah.
  • Napas cepat, sesak, batuk, atau lemas memerlukan perhatian segera; kucing perlu ditempatkan di dalam ruangan berudara bersih dan dibawa ke dokter hewan bila gejala serius.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu masalah lingkungan yang dihadapi Indonesia, terutama saat musim kemarau. Selain merusak hutan dan mengancam satwa liar, karhutla juga menghasilkan asap yang dapat menurunkan kualitas udara hingga ke kawasan permukiman. Dampaknya bukan hanya dirasakan manusia, tetapi juga hewan peliharaan seperti kucing yang tinggal di sekitar area terdampak.

Kucing dapat menghirup partikel halus dari asap saat bernapas, bahkan ketika berada di dalam rumah jika udara tercemar masuk melalui ventilasi. Paparan asap ini berpotensi memicu gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan dan mata. Lantas, apa saja tanda kucing terdampak asap karhutla yang perlu diwaspadai oleh pemiliknya? Yuk, simak di bawah ini!

1. Kucing sering bersin dan batuk akibat iritasi saluran pernapasan

ilustrasi kucing (pixabay.com/wilkernet)

Tak hanya berdampak pada kesehatan manusia, asap karhutla juga bisa mengganggu kesehatan kucing, terutama sistem pernapasannya. Berdasarkan studi yang terbit dalam Journal of the American Veterinary Medical Association pada 1999, peneliti meninjau 22 kasus kucing yang terpapar asap kebakaran rumah dan menemukan adanya gangguan pernapasan dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Kucing yang mengalami gangguan ini perlu diperhatikan jika menunjukkan tanda seperti batuk, napas yang sulit, atau perubahan kondisi pernapasan.

Studi tersebut juga menemukan bahwa perkembangan gejala pada hari setelah kejadian dapat membantu dokter hewan menilai tingkat keparahan kondisi kucing. Meski penelitian ini membahas kebakaran rumah, temuannya menunjukkan bahwa paparan asap dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan kucing. Karena itu, jika kucing menunjukkan gangguan pernapasan setelah terpapar asap karhutla, segera bawa ke dokter hewan.

2. Mata kucing merah dan berair karena paparan asap

ilustrasi kucing (pexels.com/Natalia Sevruk)

Asap karhutla juga berpotensi membahayakan kesehatan mata kucing. Berdasarkan studi yang terbit dalam Journal of the American Veterinary Medical Association pada 2025, ilmuwan meneliti tanda klinis, penanganan, dan hasil pengobatan cedera mata pada 108 kucing yang terpapar kebakaran hutan di California Utara selama 2015–2020. Studi tersebut membahas cedera mata akibat paparan kebakaran, meskipun tidak secara khusus mengisolasi dampak asap.

Tanda yang perlu diwaspadai pada kucing antara lain mata merah, berair berlebihan, sering menyipitkan mata, atau menggosok wajahnya dengan kaki. Gejala tersebut dapat menandakan iritasi atau gangguan mata, tetapi penyebab pastinya perlu diperiksa oleh dokter hewan. Jika gejala muncul saat karhutla terjadi, jauhkan kucing dari paparan asap dan segera cari pertolongan dokter hewan apabila keluhannya menetap atau memburuk.

3. Kucing mengalami sesak napas atau bernapas lebih cepat dari biasanya

Ilustrasi kucing di dekat mangkuk tempat minumnya (pexels.com/Tranmautritam)

Asap karhutla dapat mengganggu sistem pernapasan kucing, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat tingginya konsentrasi partikel halus. Dilansir dari U.S. Environmental Protection Agency (EPA), paparan asap kebakaran dapat membahayakan kesehatan hewan peliharaan, termasuk kucing. Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah kucing bernapas lebih cepat dari biasanya atau terlihat kesulitan mengambil napas.

Kucing juga bisa menunjukkan gejala lain, seperti batuk, lemas, atau tampak tidak nyaman saat bernapas. Jika kucing mengalami sesak napas, segera bawa ke dokter hewan karena kondisi ini dapat menjadi keadaan darurat. Untuk mengurangi risiko paparan, tempatkan kucing di dalam ruangan dengan udara bersih dan hindari membawanya keluar ketika asap masih pekat.

Saat karhutla terjadi, asap yang mencemari udara dapat membahayakan kesehatan kucing, mulai dari memicu iritasi mata hingga gangguan pernapasan. Pemilik perlu mewaspadai tanda-tanda paparan asap dan segera membawa kucing ke dokter hewan jika mengalami gejala serius, terutama sesak napas. Untuk mengurangi risiko, pastikan kucing tetap berada di dalam ruangan dengan udara bersih hingga kondisi udara membaik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article