Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu masalah lingkungan yang dihadapi Indonesia, terutama saat musim kemarau. Selain merusak hutan dan mengancam satwa liar, karhutla juga menghasilkan asap yang dapat menurunkan kualitas udara hingga ke kawasan permukiman. Dampaknya bukan hanya dirasakan manusia, tetapi juga hewan peliharaan seperti kucing yang tinggal di sekitar area terdampak.
Kucing dapat menghirup partikel halus dari asap saat bernapas, bahkan ketika berada di dalam rumah jika udara tercemar masuk melalui ventilasi. Paparan asap ini berpotensi memicu gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan dan mata. Lantas, apa saja tanda kucing terdampak asap karhutla yang perlu diwaspadai oleh pemiliknya? Yuk, simak di bawah ini!
