Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Teknologi Pangan Modern Jamin Keamanan dan Kualitas Makanan
Direktur SEAFAST Center IPB, Dr. Puspo Edi Giriwono, STP., Magr (IDN Times/Misrohatun)
  • Teknologi pangan modern berperan penting menjaga keamanan, mutu, dan masa simpan produk sekaligus mengurangi dampak lingkungan melalui proses berbasis sains dan teknologi.
  • Bahan tambahan pangan diuji ketat oleh lembaga riset untuk memastikan batas aman konsumsi, termasuk pengujian jangka panjang terhadap senyawa seperti perasa buatan.
  • Edukasi publik dianggap krusial agar masyarakat memahami informasi pangan, memilih produk secara bijak, serta mendukung upaya reformulasi makanan rendah gula, garam, dan lemak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Teknologi pangan modern dirancang untuk menjamin keamanan dan kualitas produk, masa simpan hingga pengurangan dampak lingkungan. Namun, tantangan yang muncul adalah bagaimana masyarakat memahami proses pengolahan hingga bahan yang digunakan, serta informasi yang tertera di kemasan.

Dijelaskan Direktur SEAFAST Center IPB, Dr. Puspo Edi Giriwono, STP., Magr., pangan olahan adalah bagian dari sistem pangan modern yang dihasilkan melalui proses berlandasan sains dan teknologi untuk meningkatkan keamanan, mutu, masa simpan, dan kemudahan konsumsi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Pengujian rutin dilakukan

Bahan tambahan pangan yang tercantum pada kemasan digunakan untuk menghasilkan produk yang baik dan telah melalui kajian keamanan serta batas aman konsumsi, sehingga bisa dikonsumsi sesuai ketentuan.

"Ada pengawet, aman atau tidak? Sekian banyak lembaga, termasuk kami di ITB, kita ambil senyawa musuh kemudian kita uji menggunakan hewan berkembang dengan dosis yang semakin meningkat untuk melihat efeknya," jelas Puspo.

Misalnya perasa vanili untuk memberikan rasa vanilla. Produsen tidak menggunakan yang asli karena harganya yang sangat mahal. Meski begitu, perasa tersebut tetap diuji sampai tidak memberikan efek yang berbahaya bagi manusia yang mengkonsumsinya.

Puspo menjelaskan bahwa pengujian dilakukan dalam jangka panjang supaya lebih aman dikonsumsi. Pada akhirnya akan lebih banyak lagi hasil pengujian.

Produk tetap aman dan bernilai gizi

ilustrasi penelitian (pexels.com/Mikhail Nilov)

Proses pengolahan pangan yang direkomendasikan adalah proses yang mengutamakan keamanan, menjaga kualitas gizi, serta mengikuti standar dan regulasi yang berlaku, sehingga produk tetap aman dan bernilai gizi.

Edukasi publik menjadi kunci penting untuk menurunkan risiko obesitas tanpa harus membatasi akses pangan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat memilih pangan secara lebih bijak dan bertanggung jawab, serta berperan aktif dalam upaya mencegah obesitas.

"Kalau misalnya kita itu sudah punya sainsnya dan teknologi untuk mereformulasi, maka mestinya apapun yang kita ramu sesuai ketentuan bisa membantu untuk mengurangi gula, garam dan lemak (GGM), tapi kemudian tetap menghasilkan makanan enak dan kemudian menyehatkan," lanjut Puspo.

Editorial Team