ilustrasi sarang burung (commons.wikimedia.org/Snežana Lukić)
Burung di wilayah perkotaan menggunakan bangunan sebagai tempat bersarang karena ketersediaan struktur pengganti habitat alami. Gedung bertingkat, kolong atap, jembatan, dan tiang lampu menyediakan permukaan keras, celah sempit, serta posisi tinggi yang sesuai untuk peletakan sarang. Kondisi tersebut menyerupai tebing atau lubang alami yang sebelumnya tersedia di alam terbuka.
Spesies seperti walet, burung gereja, merpati, dan burung hantu gudang tercatat rutin berkembang biak di bangunan aktif maupun bangunan terbengkalai. Lokasi tersebut relatif terlindung dari hujan langsung dan paparan Matahari berlebih. Aktivitas manusia yang rendah di area tertentu turut menurunkan risiko gangguan selama masa pengeraman telur.
Informasi mengenai tempat menemukan sarang burung, selain pohon, menunjukkan bahwa lokasi berkembang biak burung tidak terbatas pada struktur vegetasi tinggi. Variasi lokasi sarang dipengaruhi oleh habitat, tekanan predator, dan perubahan lingkungan alami serta buatan. Pemahaman ini membantu membaca pola adaptasi burung di alam terbuka maupun kawasan terbangun secara lebih akurat.
Referensi
"9 Different Types of Bird Nests and How to Spot Them". Birds and Bloom. Diakses Januari 2026.
"10 Different Bird Nests And How To Spot Them". Birdfy. Diakses Januari 2026.
"A guide to bird nests: how, where and why birds make nests". Discover Wildlife. Diakses Januari 2026.