Menurut sains, hidup ternyata memancarkan cahaya. Sebuah studi dari peneliti University of Calgary dan National Research Council of Canada menemukan bukti fisik langsung bahwa makhluk hidup menghasilkan pancaran cahaya sangat lemah yang dikenal sebagai biophoton. Pancaran cahaya ini berhenti saat kematian terjadi.
Melalui eksperimen pada tikus serta daun dari dua spesies tanaman, para ilmuwan mengamati bahwa “cahaya kehidupan” tersebut lenyap seiring berhentinya proses biologis. Hal ini membuka kemungkinan bahwa tubuh manusia pun sebenarnya bercahaya selama masih hidup.
Meski sekilas terdengar seperti sains fiksi yang kerap dikaitkan dengan aura atau fenomena paranormal, temuan ini justru berakar pada pengukuran fisika yang ketat dan dapat diverifikasi secara ilmiah. Penelitian ini diterbitkan dalam The Journal of Physical Chemistry Letters pada Mei 2025.
